IMPLEMENTASI SAMBA PRIMARY DOMAIN CONTROLLER, MANAJEMEN BANDWIDTH, DAN PEMBATASAN AKSES WEBSITE UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS KEGIATAN PEMBELAJARAN DI LABORATORIUM TEKNIK KOMPUTER & JARINGAN SMKN 1 DLANGGU

  • Agus Darwanto Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Mohammad Alfin Khoiri Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Keywords: Samba, Domain Controller, Mikrotik, Bandwidth Management

Abstract

ABSTRACT
There are no shared storage that is centralized in the server requires students to store their files into extended storage such as a flash drive. Primary Domain Controller as centralized storage for each client with a login system for each user provides an alternative centralized personal storage with the resources provided by the server. With a centralized server, the user makes it easy to store files without fear of being swapped by other users. While the absence of website limitations that cannot be accessed at certain hours such as productive learning hours can reduce student learning focus because the bandwidth management manages the distribution of internet connection speeds evenly on each client. By using layer 7 protocol method and Address List as a means of limiting access to certain websites as well as Ubuntu Linux as a centralized server facility with the addition of hotspot management as a means of wireless internet connection for students with a personal authentication system without using a conventional password results in a local server domain controller which cannot be accessed by parties outside the network itself. The distribution of internet bandwidth for students is a maximum of 1024kbps and has an average speed of 700-1024kbps. While blocking certain websites such as YouTube, Facebook, Instagram, etc., will be limited by the layer 7 protocol method which results in blocked sites. The logging of IP addresses from online games is done automatically and dynamically by the Address List method with the result of all games that are disabled cannot be accessed from either a wired or wireless connection.

Keywords: samba, domain controller, mikrotik, bandwidth management

ABSTRAK
Tidak adanya sharing storage yang terpusat pada server mengharuskan siswa untuk menyimpan semua file,seperti tugas ataupun referensi pembelajaran yang telah dikerjakan ke dalam extend storage seperti flashdisk. Primary Domain Controller sebagai penyimpanan terpusat setiap client dengan sistem login pada masing-masing pengguna memberikan alternatif penyimpanan pribadi secara terpusat dengan sumberdaya yang telah disediakan oleh server, dengan adanya server terpusat user dimudahkan dalam hal menyimpan file, baik itu tugas ataupun file project tanpa takut file tertukar dengan user lain, sedangkan tidak adanya limitasi website yang tidak boleh diakses pada jam-jam tertentu seperti jam produktif belajar dapat membuat fokus belajar siswa berkurang,dengan adanya management bandwidth melakukan manajemen pembagian kecepatan koneksi internet secara merata pada masing-masing client. dengan menggunakan metode layer7 protocol, dan Address List sebagai sarana limitasi akses ke website tertentu serta linux Ubuntu sebagai sarana server terpusat dan juga ditambahkannya manajemen hotspot sebagai sarana koneksi internet wireless untuk siswa dengan sistem autentikasi pribadi tanpa menggunakan password konvensional didapatkan hasil server domain controller bersifat lokal dan tidak bisa diakses oleh pihak diluar jaringan,pembagian bandwidth internet untuk siswa sebesar maksimal 1024Kbps mempunyai kecepatan rata-rata 700-1024Kbps, sedangkan untuk pemblokiran website tertentu seperti youtube,facebook,instagram,dan lain-lain dibatasi pada metode layer7 protocol dengan hasil semua situs yang diblokir tidak dapat dibuka, untuk pencatatan alamat ip dari game online dilakukan secara otomatis dan secara dinamis dengan metode Address List dengan hasil semua game yang tercacat tidak dapat diakses baik dari koneksi kabel ataupun non-kabel.

Kata Kunci: Samba, Domain Controller, Mikrotik, Bandwidth Management

Author Biography

Agus Darwanto, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
 

References

Kidi & Widyaiswara, “Teknologi Dan Aktivitas Dalam Kehidupan Manusia,” vol. 28, pp. 1–28, 2018.

R. A. A. Amin and R. E. Indrajit, “Analysis of effectiveness of using simple queue with per connection queue (PCQ) in the bandwidth management (a case study at the academy of information management and computer Mataram (Amikom) Mataram),” Journal of Theoretical and Applied Information Technology, vol. 83, no. 3, pp. 319–326, 2016.

S. Hidayatulloh and M. M. Rifa’i, “Penerapan Simple Queue Dalam Pengelolaan Bandwidth Local Area Network (Studi Kasus: PT Sumber Berkah Niaga),” Jurnal Infortech, vol. 2, no. 2, pp. 217–222, 2020.

F. Zuli, “Penerapan Metode Simple Queue Untuk Manajemen Bandwidth dengan Router Mikrotik,” Jurnal Satya Informatika, vol. 1, no. 1, pp. 23–33, 2017.

A. Y. Prasetya and Ubaidi, “Sistem Manajemen Bandwidth dengan Hierarchical Token Bucket pada Linux Server Centos (Studi Kasus: Jaringan Kantor Universitas Madura),” KONVERGENSI, vol. 17, no. 1, pp. 1–12, 2021.

Purwanto, Kusrini, and R. R. Huizen, “Manajemen Jaringan Internet Sekolah Menggunakan Router Mikrotik Dan Proxy Server,” XI Nomor Jurnal Teknologi Informasi, vol. 32, pp. 1907–2430, 2016.

F. R. Doni, “Implementasi Manajemen Bandwidth pada Jaringan Komputer dengan Router Mikrotik,” Evolusi: Jurnal Sains dan Manajemen, vol. 7, no. 2, pp. 52–57, 2019.

A. I. Wijaya and L. B. Handoko, “Manajemen Bandwidth Dengan Metode Htb ( Hierarchical Token Bucket ) Pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Semarang,” Jurnal Teknik Informatika Udinus, vol. 1, no. 1, pp. 1–3, 2015.

A. N. Lasisi, C. Technology, K. Lumpur, M. A. Ajagbe, and H. Resource, “Samba Openldap : an Evolution and,” vol. 2, no. 3, pp. 354–362, 2012.

D. Kurniawan and W. W. dan R. Sambayu, “Pengembangan Samba Server Sebagai Primary Domain Controller pada Debian 6 . 0 Squeeze Studi Kasus : Laboratorium Komputasi Dasar Fmipa Universitas Lampung,” vol. 1, no. 2, pp. 9–18, 2014.

M. Afrianto, A. Darwanto, and A. Sudaryanto, “Sistem Backup Konfigurasi Router Secara Otomatis Dengan Shell Script (Studi Kasus : PT Nettocyber Indonesia),” KONVERGENSI, vol. 15, no. 1, pp. 57–69, 2019.

A. Hidayat, “Comparative analysis of mikrotik site filter using address List techniques, Layer7 Protocols, web proxy, mangle and DNS static,” International Journal of Engineering and Technology(UAE), vol. 7, no. 3.4 Special Issue 4, pp. 272–275, 2018.

V. Badrinarayanan, A. Kendall, and R. Cipolla, “SegNet: A Deep Convolutional Encoder-Decoder Architecture for Image Segmentation,” IEEE Transactions on Pattern Analysis and Machine Intelligence, vol. 39, no. 12, pp. 2481–2495, 2017.

C. Smansub, B. Purahong, P. Sithiyopasakul, and C. Benjangkaprasert, “A study of network bandwidth management by using queue tree with per connection queue,” Journal of Physics: Conference Series, vol. 1195, no. 1, 2019.

B. A. Saputro and A. Ristanto, “Network Security Analysis and Bandwidth Management,” International journal of science, engineering, and information technology, vol. 05, no. 02, pp. 260–265, 2021.

Published
2022-02-10
Section
Articles