Pola Koordinasi Pembangunan Kawasan Strategis Jembatan Suramadu dalam Konsep Pembangunan Berkelanjutan (Studi di Pemerintah Kabupaten Bangkalan)

  • Yusuf Haryoko Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Keywords: Pembangunan kawasan, koordinasi, pembangunan berkelanjutan

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan melihat Keberadaan Kawasan Strategis Nasional (KSN) di Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu potensi yang dapat digunakan sebagai senjata dalam pengembangan daerah. Keberadaan KSN di Kabupaten Bangkalan tersebut ternyata masih belum mampu mendongkrak kondisi pembangunan sesuai yang diharapkan dan berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan untuk melihat pola koordinasi dalam pengembangan kawasan jembatan suramadu serta pelaksanaan pembangunan berkelanjutannya. Penelitian ini menggunakan Pendekatan kualitatif yang berguna untuk menguraikan masalah secara komprehensif. Hasil dari penelitian adalah 1. Pola koordinasi pengembangan kawasan jembatan suramadu terdiri dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan, pemerintah provinsi Jawa Timur, dan Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS). Sedangkan koordinasi antar aktor masih belum terlaksana dengan baik. 2. Pembangunan berkelanjutan jembatan suramadu pada aspek ekonomi masih belum dirasakan oleh masyarakat, sisi sosial, masih belum menunjukkan dampak yang signifikan, dan sektor lingkungan, masih belum ditunjukkan dengan nyata.

Author Biography

Yusuf Haryoko, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
FISIP Untag Surabaya

References

Ambardi, Urbanus dan Prihawantoro, Socia. 2002. Pengembangan wilayah danotonomi daerah, Jakarta. Penerbit Pusat Kebijakan Teknologi dan Pengembangan Wilayah.

Anwar, A. 2005. Ketimpangan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan: Tinjauan Kritis. Bogor: P4W Press.

Direktorat Jenderal Penataan Ruang. 2002. Pedoman Pengelolaan Ruang Kawasan Sentra Produksi Pangan Nasional Dan Daerah (Agropolitan). Jakarta: Kementerian Pemukiman dan Prasarana Wilayah.

Frank, Flo and Anne Smith. 2000. The Partnership Handbook. Canada: Ministry of Public and Government Services.

Hettne B. 2000. Reorientasi Teori Pembangunan. dalam Wacana Jurnal Ilmu Sosial Transformatif. Edisi 5. Tahun II. hal. 73-100. Yogyakarta: Insist Press.

Jaya, Askar. 2004. Konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). IPB Bogor

NN. Triple bottom line. Diakses tanggal 13 November 2013 dari pustakabakul.blogspot.com/2013/04/teori-triple-bottom-line.html

Nugroho, I. dan Rochimin Dahuri. 2004. Pembangunan Wilayah: Perspektif Ekonomi, Sosial dan Lingkungan. Jakarta: LP3ES.

PKP2A I LAN. 2002. Hubungan Kerjasama Pembangunan Antar Daerah. Bandung: Laporan Hasil Penelitian.

Said, Abdullah. 2012. Materi Pelatihan Penyusunan RPJMD. Malang: RCCP FIA UB

Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang

Published
2018-11-10