MOVING OUT OF POVERTY MODEL THROUGH COMMUNITY EMPOWERMENT (Study of littoral communities in Makassar)

  • Dahliah Dahliah jurusan Ekonomi Pembangunan
  • Serlin Serang jurusan Ekonomi Pembangunan
  • Ajmal As’ad jurusan Ekonomi Pembangunan
Keywords: Moving Out of Poverty (MOP) Model, Community Empowerment, Littoral Community, Quantitative.

Abstract

The aims of this study; 1) to analyze the poverty levels of littoral communities in Makassar. 2) To reinforce the economic sector based on littoral potency by Moving Out of Poverty (MOP) model along with government programs. 3) To utilize the potential and empowerment of littoral communities. Seemingly, poverty as deficient conditions by individuals or communities. Conceptually, this study was conducted by a quantitative paradigm with a case study approach. The data obtained from observations, depth interviews, and questionnaires. The studies showed that: there was a significant effect in strengthening the quality of the human resources to empowerment. Subsequently, no significant effect between economic institutions to empowerment, There was a significant effect between fishing gear or production equipment to empowerment, There was not a significant effect in improving the quality of the human resources to Moving Out of Poverty (MOP) by empowerment, There was no effect between economic institutions and Moving Out of Poverty (MOP) by empowerment, There was no effect of fishing gear to Moving Out of Poverty (MOP) significantly, There was no significant effect between education to Moving Out of Poverty (MOP).

References

As' ad, A., Syahnur, H., & Arumbarkah, M. (2019). Pelatihan Motivasi dan Kewirausahaan Bagi Warga Desa. Jurnal Pengabdian Bina Ukhuwah, 1 (2), 8-15.

As' ad, A., & Kamidin, M. (2020). Pengaruh Kompetensi Dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai pada Balai Besar Industri Hasil Perkebunan Makassar. CELEBES EQUILIBRUM JOURNAL, 1 (2), 34-43.

Badaruddin. (2008). Tanggungjawab Sosial Perusahaan Melalui Pemanfaatan Potensi Modal Sosial, Alternatif Pemberdayaan Masyarakat Miskin di Indonesia; Pidato Pengukuhan Guru Besar Universitas Sumatera Utara.Tidak diterbitkan.

Bank Dunia. (2006). Kemiskinan di Indonesia Belum Terentaskan. Jurnal.

BAPPENAS & Pusat Pengkajian dan Pengembangan Perekonomian Rakyat. Yayasan Agroekonomika. (1996). Menuju Gerakan Nasional Penanggulangan Kemiskinan, Kajian Bersama Pengembangan Kebijaksanaan. Jakarta.

Djawahir, Ahmad H. (1999). Manajemen Konsultansi: Pelatihan Konsultan Muda. Malang: LPM Unibraw.

Dahliah, (2012). Analisis Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dalam Mengentaskan Kemiskinan Masyarakat Pesisir Makassar.

Fukuyama, Francis. (1995). Trust: The Social Virtues and The Creation of Prosperity. New York: The Free Press.

Ibrahim, Linda D. (2006). Memanfaatkan Modal Sosial Komunitas Lokal dalam Program Kepedulian Korporasi. Jurnal Filantropi dan Masyarakat Madani GALANG. Vol.1.No.2.

Ibrahim, Yacob. (1998). Studi Kelayakan Bisnis Jakarta: Rineka Cipta.

Ismawan, Bambang. (2000). Pemberdayaan Orang Miskin, Refleksi Seorang Pegiat LSM. Jakarta: Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara.

Kuncoro, M. (2012). Ekonomi Pembangunan: Teori, Masalah dan Kebijakan. (1sted.).Yogyakarta: UPP-AMPYKPN.

Kuncoro, M. (2013). Ekonomi Pembangunan: Teori, Masalah dan Kebijakan. Yogyakarta: UPP-AMPYKPN.

Kuncoro, M. (2014). Otonomi dan Pembangunan Daerah: Reformasi, Perencanaan, Strategi dan Peluang. Jakarta: Erlangga.

Mardiasmo. (2012). Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah. Yogyakarta: Andi.

Moleong, Lexy J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Cetakan keduapuluhempat. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nasikun. (1995). Kemiskinan di Indonesia Menurun, dalam Perangkap Kemiskinan, Problem dan Strategi Pengentasan (Bagong Suyanto, ed). Surabaya: Airlangga University Press.

Nasikun. (2001). Bahan Kuliah; Isu dan Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan. Magister Administrasi Publik. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

O’Connell, J. (1982). Welfare Economic Theory, Boston: Auburn House Publishing.

Ostrom, Elinor. (1993). Crafting Institution, Self-Governing Irrigation Systems. San Francisco: ICS Press.

UNDP. (2005). Kajian Kebutuhan Papua, Ringkasan Temuan dan Pengaruh terhadap Perumusan Program Bantuan Pembangunan. Prayitno, Hadi & Budi Santosa. Ekonomi Pembangunan. Jakarta: Ghalia Indonesia, 1996

Remi, Sutyastie Soemitro dan Prijono Tjiptoherijanto. (2002). Kemiskinan dan Ketidakmerataan di Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Rose, Richard. (1999). “Getting Things Done in an Antomodern Society: Social Capital Networks in Rusia”. Dalam Partha Dasgupta dan Ismail Serageldin (ed.). Social Capital: A Multifaceted Perspective. Washington: The World Bank.

Soetomo, (2011). Pemberdayaan Masyarakat (Mungkinkah Muncul Antitesisnya?). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Soetrisno, Loekman. Memberdayakan Rakyat Dalam Pembangunan Indonesia dalam Pembangunan Ekonomi dan Pemberdayaan Rakyat (Anggito Abimanyu, dkk) (Yogyakarta: PAU-SeUGM Bersama BPFE UGM, 1995)

Sumodiningrat, G. (1998). Membangun Perekonomian Rakyat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar bekerjasama dengan IDEA.

Sumodiningrat, G. (2003). Peran Lembaga Keuangan Mikro Dalam Menanggulangi Kemiskinan Terkait dengan Kebijakan Otonomi Daerah. Jurnal.

Suryahadi, Asep dan Sumarto. (2001). “Memahami Kemiskinan Kronis dan Kemiskinan Sementara di Indonesia.” SmeruNewsLetter, No.03,Mei–Juni. 2001.

Tambunan, Tulus. (2006). Apakah Pertumbuhan di Sektor Pertanian Sangat Krusial Bagi Pengentasan Kemiskinan di Indonesia. Jurnal.

Tambunan, Tulus. (2006). Perekonomian Indonesia, Teori dan Temuan Empiris, Cetakan II. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Wrihatnolo, Randy R. dan Riant Nugroho. (2006). Manajemen Pembangunan di Indonesia. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Published
2020-06-18
Section
DEVELOPMENT