Pengaruh Apoteker Pengelola Apotek (APA) Terhadap Kualitas Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Kabupaten Bangkalan

  • M. Shofwan Haris

Abstract

Nowadays, the paradigm of pharmacy services has began into patient orientation and known as Pharmaceutical Care. The role of pharmacist is giving a consultation, information, and education related with medical therapy to patient, directing patient to do healthy lifestyle therefore it will supporting the medical process. Besides, it could monitor the medical theraphy’s result by the patient and also collaborate with other healthy proffesional to improve quality life of the patient. The objective of this research is to explore APA’s factor that affects the quality pharmacy services of pharmacies which has not been done at Bangkalan District by the pharmacist that the manager of the pharmacy (APA) and to determine the variables of APA’s factor the most influence on quality pharmacy services of pharmacies. This research used an observational framework of cross-sectional analytic and sample collecting methode by Simple Random Sampling towards 52 pharmacies at Bangkalan District. Type of data has been used was primary data based on give questioner and observation towards APA at Bangkalan District. The results using multiple linear regression. The results showed that the partial all of  APA’s factor that tangible, reliability, responsiveness, assurance, and emphaty had a significant impact on quality pharmacy service of pharmacies with level of significance under of α = 0,05. While simultaneously the APA’s factor significant influence on quality pharmacy service of pharmacies at Bangkalan District.

Keywords: the Manager of the Pharmacy (APA), quality pharmacy service of pharmacies

References

Adryanto, Michael. 2012. Tips and Tricks for Driving Productivity: Strategi dan Teknik Mengelola Kinerja untuk Meningkatkan Produktivitas. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Ardianingsih, Arum., dan Komala Ardiyani. 2010. Analisis Pengaruh Struktur Kepemilikan terhadap Kinerja Perusahaan. Jurnal Pena, Vol. 19 No. 2, September 2010 UI. Jakarta : Universitas Indonesia

Depkes RI. 2003. Kepmenkes RI Nomor 679/Menkes/SK/V/2003 tentang Registrasi dan Izin Kerja Asisten Apoteker. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Depkes RI. 2006. Standar Pelayanan Farmasi di Apotek,. Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik Ditjen Yanfar dan Alkes, Departemen Kesehatan RI.

Depkes RI. 2008. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan RI.

Depkes RI. 2009. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Gunawan, Rai., dkk. 2011. Tingkat Kehadiran Apoteker Serta Pembelian Obat Keras Tanpa Resep di Apotek. Bali : Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana.

Handayani, Rini Sasanti., Retno Gitawati, S.R Muktiningsih dan Raharni. 2006. Eksplorasi Pelayanan Informasi yang Dibutuhkan Konsumen Apotek dan Kesiapan Apoteker Memberi Informasi Terutama untuk Penyakit Kronik dan Degeneratif. Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol.III. Puslitbang Farmasi dan Obat Tradisional Badan Litbangkes.

Harianto, Angki Purwanti dan Sudibyo Supardi. 2008. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Draft Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek di DKI Jakarta. Farmasi FMIPA-Universitas Indonesia. Jakarta.

Hasibuan. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia, cetakan ke sembilan. Jakarta: PT Bumi Aksara

IAI. 2014. Standar Praktik Apoteker. Jakarta : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Kemenkes RI. 2011. Profil Kefarmasian dan Alat Kesehatan Tahun 2010. Direktorat Jendral Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan RI, Kementrian Kesehatan RI.

Kuncahyo, I. 2004. Dilema Apoteker dalam Pelayanan Kefarmasian. Surakarta. Retrieved from http://www.suarapembaruan.com/news/2004/04/29/Editor/edi04.htm

Menkes RI. 2014. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek. Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Monita. 2009. Evaluasi Implementasi Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek di Kota Padang, Tesis. Yogyakarta : Program Pascasarjana Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada.

Notoadmojo, S. 2007. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Rineka Cipta, Jakarta

Nursalam. 2013. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis Edisi 3. Jakarta: Salemba Medika.

Parasuraman, 2005. E-S Qual:A Multiple Item Scale For Assesing Electronic Service Quality, Journal Of service Research.

Purwanti, Angki dkk. 2004. Gambaran Pelaksanaan Standar Pelayanan Farmasi di Apotek DKI Jakarta Tahun 2003(Jurnal). Departemen Farmasi, FMIPA UI (Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol.1 No.2. Agustus 2004, 102-115).

Rasyid, Ryaas, 1998. Makna Pemerintahan : Tinjauan Dari Segi Etika dan Kepemimpinan, Yarif Watampone: Jakarta.

Sidrotullah. 2012. Evaluasi Pelaksanaan Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit Umum Daerah Kelas C di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Tesis. Yogyakarta : Program Pascasarjana Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada.

Tjiptono, Fandy. 2002.Manajemen Jasa, Cetkan ketiga. Penerbit Andi: Yogyakarta.

Wiryanto. 2005. Analisis Impas: Peluang Penerapan Standar di Apotek dalam Media Farmasi. An Indonesia Pharmaceutical Journal. Jakarta : Univesitas Indonesia.

Zeithaml, Valarie A., (et.al). 1990.Delivering Quality Services : Balancing Customer Perceptions and Expectations, The Free Press, A Division of Macmillan Inc., New York.

Published
2014-06-11