KEKUATAN MENGIKAT HUKUM DALAM PERSPEKTIF MAZHAB HUKUM ALAM DAN MAZHAB POSITIVISME HUKUM

Syofyan Hadi

Abstract


Terdapat perbedaan pandangan antara mazhab hukum alam dan mazhab positivisme hukum mengenai kekuatan mengikat hukum alam. Menurut mazhab hukum alam, hukum merupakan keadilan, sehingga hukum yang tidak adil bukan hukum. Karenanya, hukum hukum memiliki kekuatan mengikat apabila hukum berisi keadilan, bermoral, berisi kebenaran, dan sesuai etika. Adapun mazhab hukum alam memandang hukum sebagai perintah dari penguasa. Sehingga, hukum memiliki kekuatan mengikat karena adanya perintah.

Kata kunci: hukum alam, positivisme hukum, keadilan, perintah

 


Full Text:

PDF

References


Austin, John, 1995, The Province of Jurisprudence Determined, Cambridge, Cambridge Univer-sity Press.

Coplestone, F.C, 1955, Aquinus, Harmondsworth, Penguin.

Hart, H.L.A. (ed), 1970, J. Bentham, of Law in General, London, Athlone Press.

Kelsen, Hans, 2008, The Pure Theory of Law, New Jersey, The Lawbook Exchange.

Marzuki, Peter Mahmud, 2009, Pengantar Ilmu Hukum, Jakarta, Kencana.

McCoubrey, Hilaire, 1987, The Devolopment of Naturalist Legal Theory, London, Croom Helm.

_____ dan Nigel D. White. 1996. Textbook on Jurisprudence, London, Blackstone Press Limited.

Rawls, John, 1999, A Theory of Justice, Massachussets, Harvard University Press.

Tanya, Bernard L, 2010, Teori Hukum: Strategi Tertib Manusia Lintas Ruang dan Generasi, Yog-yakarta, Genta Publishing.

West, Robin, 2011, Normative Jurisprudence: An Introduction, Cambridge, Cambrigde University Press.




DOI: https://doi.org/10.30996/dih.v0i0.1789

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 DIH: Jurnal Ilmu Hukum





Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats