LEGITIMACY OF A SIRRI MARRIAGES (SECOND AND SO ON) BY THE PAIR OF CIVIL SERVANTS

Hazar Kusmayanti, Nindya Tien Ramadhanty

Abstract


Abstrak

Perkawinan siri di ketahui sebagai perkawinan di bawah tangan, artinya perkawinan yang memenuhi rukun dan syarat perkawinan serta tidak melanggar larangan-larangan perkawinan. Permasalahannya adalah ketika seseorang ingin beristri lebih dari seorang terdapat ketentuan yang harus dipenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keabsahan dan akibat hukum dari perkawinan siri (kedua dan seterusnya) yang dilakukan oleh pasangan PNS menurut PP Nomor 45 Tahun 1990 Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian PNS dan Kompilasi Hukum Islam. Hasil dari penelitian ini perkawinan siri (kedua dan seterusnya) tidak sah menurut PP Nomor 45 Tahun 1990 Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian PNS dan Kompilasi Hukum Islam. Sedangkan perkawinan siri (kedua dan seterusnya) sah menurut Hukum Islam.

Kata kunci: KUA; Pegawai Negeri Sipil; perkawinan

Abstract

Sirri Marriage are known as underhand marriages, meaning that marriages only fulfill the pillars and conditions of the marriage and do not violate marital restrictions.  The problem is when someone wants to have more than one wife there are provisions that must be met. This study aims to determine the validity and legal consequences of perkawinan sirri (unregistered marriage) (second and so on) carried out by PNS couples according to PP No. 45 of 1990 concerning Marriage Permit and Divorce of Civil Servants and Compilation of Islamic Law. The results of this study of perkawinan sirri (unregistered marriage) (second and so on) are not valid according to Government Regulation No. 45 of 1990 concerning Marriage Permit and Divorce of Civil Servants and Compilation of Islamic Law.  While perkawinan sirri (unregistered marriage) (second and so on) are legal according to Islamic Law.


Keywords


Civil Servants Pair; marriage; office of religious affair

Full Text:

PDF

References


Addin Daniar Syamdan, Djumadi Purwoatmodjo, ‘Aspek Hukum Perkawinan Sirri Dan Akibat Hukumnya’, Notarius, 12.1 (2019), 452–65

Burhanuddin, Nikah Siri: Menjawab Semua Pertanyaan Tentang Nikah Siri (Yogyakarta: MedPress Digital, 2012)

Edi Gunawan, ‘Nikah Sirri Dan Akibat Hukumnya Menurut UU Perkawinan’, Jurnal Ilmiah Al-Syir’ah, 11.1 (2013), 1–16

Eidy Sandra, Hazar Kusmayanti, Perkawinan Poligami Di Indonesia Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Peraturan Perundang-Undangan (Bandung: Unpad Press, 2020)

Eva F Nisa, ‘The Bureau Cratization Of Muslim Marriage In Indonesia’, Journal of Law and Religion, 33.2 (2018), 291–309

Fakhria, Sheila, ‘Menyoal Legalitas Nikah Sirri (Analisis Metode Isti?l??iyyah )’, Al -Ahwal Jurnal Hukum Keluarga Islam, 9.2 (2016)

Fathol Hedi, Abdul Ghofur Anshori, Harun, ‘Legal Policy of Interfaith Marriage in Indonesia’, Hasanuddin Law Review, 3.3 (2017), 263–70

Frances, Burton, Family Law, Family Law, 2012

ham Abbas, Marten Bunga, Salmawat, Hardianto Djanggih, ‘THE WIFE’S RIGHTS OVER MAHAR SOMPA OF TRADITIONAL MARRIAGE IN BUGIS MAKASSAR (The Analysis of PA Decission Nomor 25/Pdt.P/2011/PABlk)’, Kanun Jurnal Ilmu Hukum, 2018

Haslam, Divna, Chrislyne Poniman, Ania Filus, Agnes Sumargi, and Lia Boediman, ‘Parenting Style, Child Emotion Regulation and Behavioral Problems: The Moderating Role of Cultural Values in Australia and Indonesia’, Marriage and Family Review, 2020

Hazar Kusmayanti, M. Abdurrasyid, ‘Praktik Beralihnya Hadanah Kepada Kakek Atau Nenek Menurut Konsep Hukum Islam’, Al-‘Adalah: Jurnal Syariah Dan Hukum Islam, 5.2 (2020), 196–204

Kusmayanti, Hazar, ‘Divorce Caused By Hypersexsual Psyhological Disorders In Husband’, Nurani, 19.2 (2019), 161–72

Mahmud Al-Shabbagh, Tuntutan Keluarga Bahagia Menurut Islam (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1991)

Mark Cammack, Lawrence A. Young and Tim Heaton, ‘Legislating Social Change in an Islamic Society-Indonesia’s Marriage Law’, The American Journal of Comparative Law, 44.1 (1996), 45–73

Maryani, ‘Perceraian Sirri Menurut Kompilasi Hukum Islam (Studi Kasus Di Desa Parit Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi)’, Al-Risalah, 15.1 (2015), 118–30

Muh. Jamal Jamil, ‘Izin Perkawinan Dan Perceraian Bagi PNS (Suatu Analisis Hukum Islam Terhadap PP No. 10/1983-Jo.PP 45/1990)’, Al-Qada, 1.2 (2014), 1–31

Purkon, Arip, ‘Pendekatan Hermeneutika Dalam Kajian Hukum Islam’, AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah, 2013

Soegeng Prijodarminto, Duri Dan Mutiara Dalam Kehidupan Perkawinan PNS (Jakarta: PT Pradnya Paramita, 1992)

Soerjono Soekanto, Sri Mamuji, Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat, ed. by Rajawali Press (Jakarta, 2012)

Yusuf, M., ‘Dampak Nikah Sirri Terhadap Perilaku Keluarga’, At-Taujih, 2.2 (2019), 96–108




DOI: https://doi.org/10.30996/dih.v17i1.4512

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 DiH: Jurnal Ilmu Hukum

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats