ANALISA KLAUSULA FORCE MAJEURE PADA PERJANJIAN PEMBORONGAN PEKERJAAN DALAM SITUASI PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS PERJANJIAN PEMBORONGAN PEKERJAAN ANTARA PT. SINERGI MEGA KARYA DENGAN PT. NASARI INDONESIA PADA PELAKSANAAN PEKERJAAN RENOVASI KENSINGTON OFFICE TOWER)

Keywords: pandemi covid-19, force majeure, perjanjian pemborongan pekerjaan

Abstract

Abstract

In the implementation of agreements, the principle of legal certainty often becomes an obstacle if there is a change in fundamental circumstances. In the Civil Code, these changes are terminology as force majeure. The non-natural disaster that is currently hitting the COVID-19 pandemic is one of the scope of force majeure. The spread of the COVID-19 pandemic has had a major impact on the construction or development sector. Basically development is an effort to create prosperity and welfare of the people. In the implementation of development, it begins with an agreement between the parties. The agreement is an agreement for contracting work. However, the COVID-19 pandemic has led to speculation that the work contracting agreement can be canceled on the grounds of force majeure and the contractor can file a defense to be exempted from reimbursement of costs, losses and interest. The results show that the COVID-19 pandemic situation as a non-natural national disaster cannot automatically be used as an excuse for force majeure because it must pay attention to the clauses of the agreement and the contractor needs to prove carefully and carefully. In this research, a case study was carried out on the Contract of Work Agreement between PT. Sinergi Mega Karya and PT. Nasari Indonesia. In the agreement, the COVID-19 pandemic can be used as an excuse for force majeure because it is stated in the agreement clause and the contractor is exempted from reimbursement of fees, losses and interest.

Keywords: the covid-19 pandemic; force majeure; contract work agreement

Abstrak

Pada pelaksanaan perjanjian, asas kepastian hukum sering kali menjadi kendala apabila terjadi perubahan keadaan yang fundamental. Dalam KUH Perdata, perubahan tersebut diteriminologikan sebagai force majeure. Peristiwa bencana non alam yang sedang melanda saat ini yaitu pandemi COVID-19 merupakan salah satu ruang lingkup force majeure. Penyebaran pandemi COVID-19 sangat berdampak pada sektor konstruksi atau pembangunan. Pada dasarnya pembangunan merupakan usaha untuk menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Dalam pelaksanaan pembangunan, diawali dengan perjanjian antara para pihak. Perjanjian tersebut yaitu perjanjian pemborongan pekerjaan. Namun adanya pandemi COVID-19 menimbulkan spekulasi bahwa perjanjian pemborongan pekerjaan dapat dibatalkan dengan alasan force majeure dan pihak pemborong dapat mengajukan pembelaan untuk dibebaskan dari penggantian biaya, rugi dan bunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situasi pandemi COVID-19 sebagai bencana nasional non alam tidak dapat secara otomatis dijadikan alasan force majeure karena harus memerhatikan klausula-klausula perjanjian tersebut dan pihak pemborong perlu membuktikan secara cemat dan teliti. Dalam penelitian dilakukan studi kasus pada Perjanjian Pemborongan Pekerjaan antara PT. Sinergi Mega Karya dengan PT. Nasari Indonesia. Dalam perjanjian tersebut, pandemi COVID-19 dapat dijadikan alasan force majeure karena tercantum pada klausula perjanjian dan pihak pemborong dibebaskan dari penggantian biaya, rugi dan bunga.

Author Biography

Joel Timothy Milendra, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Fakultas Hukum

References

Aminah, ‘Pengaruh Pandemi Covid 19 Pada Pelaksanaan Perjanjian’, Diponegoro Private Law Review, 2020

Aris Kaya, Putu Bagus Tutuan, and Ni Ketut Supasti Dharmawan, ‘Kajian Force Majeure Terkait Pemenuhan Prestasi Perjanjian Komersial Pasca Penetapan Covid-19 Sebagai Bencana Nasional’, Kertha Semaya : Journal Ilmu Hukum; Vol 8 No 6 (2020), 2020

Beatson FBA, Jack, Andrew Burrows FBA, QC (Hon), and John Cartwright, Anson’s Law of Contract, Anson’s Law of Contract, 2013 <https://doi.org/10.1093/he/9780199282470.0-01.0001>

Dewangker, Arie Exchell Prayogo, ‘Penggunaan Klausula Force Majeure Dalam Kondisi Pandemik’, Jurnal Education And Development, 309

Fibriani, Riza, ‘PENARIKAN PAKSA KENDARAAN OLEH LEASING DALAM FORCE MAJEURE COVID-19’, MAGISTRA Law Review, 2020 <https://doi.org/10.35973/m-alrev.v1i2.1605>

Hernoko, Agus Yudha, ‘Asas Proporsionalitas Sebagai Landasan Pertukaran Hak Dan Kewajiban Para Pihak Dalam Kontrak Komersial’, Jurnal Hukum Dan Peradilan, 2016

Juaningsih, Imas Novita, ‘Analisis Kebijakan PHK Bagi Para Pekerja Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Indonesia’, Buletin Hukum Dan Keadilan, 2020

Juwanda, Mirza, and Mahfud, ‘Perbandingan Hukum Euthanasia Di Indonesia Dan Belanda’, Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2019

Kani, Bobby Rocky, R J M Mandagi, J P Rantung, and G Y Malingkas, ‘Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Pelaksanaan Proyek Konstruksi (Studi Kasus: Proyek Pt. Trakindo Utama)’, Jurnal Sipil Statik, 2013

Karya, Pihak PT. Sinergi Mega, ‘Wawancara’

Kunarso, Kunarso, and A Djoko Sumaryanto, ‘Eksistensi Perjanjian Ditengah Pandemi Covid-19’, Batulis Civil Law Review, 2020 <https://doi.org/10.47268/ballrev.v1i1.423>

Markeling, Anak Agung Ngurah Wisnu Manika Putra; I Made Udiana; I Ketut, ‘Perlindungan Hukum Bagi Pekerja Yang Mengalami Pemutusan Hubungan Kerja Oleh Pemberi Kerja Karena Force Majeure’, Kertha Semaya : Journal Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Udayana

Muhtarom, M, ‘Asas-Asas Hukum Perjanjian : Suatu Landasan Dalam Membuat Kontrak’, Suhuf, 2014

Otoritas Jasa Keuangan, ‘Frequently Asked Questions Restrukturisasi Kredit/Pembiayaan Terkait Dampak COVID-19’, Ojk, 2020

Pane, Maulana Abdulillah, ‘Penyelesaian Sengketa Oleh Badan Arbitrase Nasional Indonesia Dalam Perjanjian Sewa Guna Usaha Kapal (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 170/B/Pdt.Sus-Arb/2017’, Jurnal Hukum USU, 2017

Pangaribuan, Togi, ‘PERMASALAHAN PENERAPAN KLAUSULA PEMBATASAN PERTANGGUNGJAWABAN DALAM PERJANJIAN TERKAIT HAK MENUNTUT GANTI KERUGIAN AKIBAT WANPRESTASI’, Jurnal Hukum & Pembangunan, 2019 <https://doi.org/10.21143/jhp.vol49.no2.2012>

Panjaitan, Bernat, ‘Ousourcing (Alih Daya) Dan Pengelolaan Tenaga Kerja Pada Perusahaan (Tinjauan Yuridis Terhadap Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan)’, Jurnal Ilmiah Advokasi, 2016

‘Problematika Putusan Hakim Dalam Perkara Pembatalan Perjanjian’, Mimbar Hukum, 2012 <https://doi.org/10.22146/jmh.16221>

Ramadhani, Rossanti Qorry Aina; Dwi Aryanti, ‘Penyelesaian Sengketa Pembatalan Perjanjian Kontrak Kerja Sebelum Dan Sesudah Pandemi COVID-19’, Journal Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Udayana, Vol. 9 No. (2021), 196

Siregar, Putra PM, and Ajeng Hanifa Zahra, ‘Bencana Nasional Penyebaran COVID-19 Sebagai Alasan Force Majeure, Apakah Bisa?’, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, 2020

Sonata, Depri Liber, ‘METODE PENELITIAN HUKUM NORMATIF DAN EMPIRIS: KARAKTERISTIK KHAS DARI METODE MENELITI HUKUM’, FIAT JUSTISIA, 2015 <https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v8no1.283>

Subekti, Hukum Perjanjian, 23rd edn (Jakarta: Intermasa, 2010)

Syamsiah, Desi, ‘PENYELESAIAN PERJANJIAN HUTANG PIUTANG SEBAGAI AKIBAT FORJE MAJEUR KARENA PANDEMIC COVID 19’, Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum, 2020 <https://doi.org/10.24269/ls.v4i1.2783>

Yuliana, ‘Corona Virus Diseases (Covid -19); Sebuah Tinjauan Literatur’, Wellness and Healthy Magazine, 2020

Published
2021-01-31
Section
Articles