MEMBEDAH STRATEGI PROGRAM TAYANGAN INDIA DALAM INDUSTRI TELEVISI INDONESIA 2014-2017 MELALUI STUDI KASUS

  • Melisa Indriana Putri Universitas Pertamina

Abstract

Indonesia dan India telah sejak lama menjalin hubungan bilateral dalam berbagai bidang. Salah satu wujud hubungan kerja sama tersebut dapat terlihat dari akulturasi budaya yang telah berproses sejak lama. Masalah yang muncul kemudian adalah media justru memberikan ruang secara dominan pada kontenkonten produksi asing dari India. Transmisi budaya melalui tren program tersebut terjadi karena kedekatan kultural antara kedua negara. Peneliti selanjutnya hendak membedah bagaimana strategi program yang memanfaatkan kedekatan budaya sebagai komoditas. Terlebih ketika komodifikasi tersebut diperantarai oleh produk asing sebagai kompetitor konten-konten produksi dalam negeri. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mendalami bagaimana bentukbentuk strategi penayangan program acara India yang dilakukan oleh industri televisi dalam determinasi pasar dalam rentang 2014-2017. Penelitian ini juga mencoba menjelaskan bagaimana cara-cara yang ditempuh oleh kapitalis media dalam mempertahankan tayangan asing dari India. Hal dilakukan dengan menggunakan gabungan pendekatan antara studi kasus bertipe intrinsik dan teori ekonomi politik media varian strukturalisme. Peneliti menyimpulkan bahwa komodifikasi artis asing menjadi bentuk komodifikasi paling unik dalam kasus yang diteliti, dan sekaligus menjadi bentuk komoditas dengan nilai tukar terkuat. Implikasi penelitian ini diharapkan mampu menjadi pengkayaan atas teori ekonomi politik media dan memperhatikan produk konten dalam negeri. Kata Kunci: Industri Televisi Indonesia, Komodifikasi Artis Asing, Studi Kasus, Tayangan India.

References

Buku:

Babbie, Earl. (2011). The basics of Social Research, Fifth Edition. Belmont:

Wadsworth.

Creswell, John W. (2007). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing

among Five Approaches, Second Edition. California: Sage.

Creswell, John W. (2009). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed

Methods Approaches. London: Sage.

Denzin, Norman K., dan Yvonna S. Lincoln. (1994). Handbook of Qualitative

Research. New York: Sage Publications.

Denzin, Norman K., dan Yvonna S. Lincoln. (2000). Handbook of Qualitative

Research. New York: Sage Publications.

McQuail, Dennis. (1991). Teori Komunikasi Massa, Suatu Pengantar

(Penerjemah: Agus Dharma dkk.). Jakarta: Erlangga.

McQuail, Dennis. (2005). McQuail's Mass Communication Theory, fifth edition.

London: Sage.

McQuail, Dennis. (2010). McQuail's Mass Communication Theory, 6th edition.

London: Sage.

Mosco, Vincent. 2009. The Political Economy of Communication. 2nd ed.

London: Sage Publications.

Murdock, Graham dan PeterGolding. (1997). "For A Political Economy of Mass

Communications." Dalam Peter Golding dan Graham Murdock (Eds.).

The Political Economy of the Media. Cheltenham: Edward Elgar.144

Ruane, Janet M. (2005). Essentials of Research Methods: A Guide to Social

Science Research. Oxford: Blackwell Publishing.

Stake, Robert E. (2008). Qualitative Case Studies. Dalam Norman K. Denzin dan

Yvonna S. Lincoln (Eds.). Strategies of Qualitative Inquiry, Third

Edition (119,120,125). California: Sage.

Sudibyo, Agus. (2004). Ekonomi Politik Media Penyiaran. Jakarta: ISAI.

Yin, Robert K. (2003). Case study Research: Design and Methods, Third Edition.

California: Sage.

Jurnal:

Baxter, Pamela, dan Jack, Susan.(2008). Qualitative Case study Methodology:

Study Design and Implementation for Novice Researchers. The

Qualitative Report. 13 (4),544-559. Diakses dari

http://www.nova.edu/ssss/QR/QR13-4/baxter.pdf

Flyvbjerg, Bent. (2006). Five Misunderstandings About Case-Study Research.

Qualitative Inquiry. 12 (2), 219-245. DOI: 10.1177/1077800405284363.

Published
09-04-2021