PESAN KAMPANYE GERAKAN CIKAPUNDUNG BERSIH DI KOTA BANDUNG

  • Meria Octavianti Program Studi Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21 Jatinangor 45363, Bandung, Jawa Barat
  • Slamet Mulyana Program Studi Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21 Jatinangor 45363, Bandung, Jawa Barat

Abstract

Gerakan Cikapundung Bersih yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Bandung merupakan sebuah gerakan yang mengkampanyekan kesadaran akan kebersihan sungai. Kondisi Sungai Cikapundung yang memprihatinkan menjadikan sungai ini menjadi salah satu prioritas program kegiatan dalam rencana pembangunan Kota Bandung, baik jangka menengahdan jangka panjang. Sebagai sebuah kegiatan kampanye, Gerakan Cikapundung Bersih dapat disampaikan dalam berbagai bentuk pesan, baik verbal maupun nonverbal yang diharapkan dapat memancing respons khalayak. Berbagai bentuk pesan yang digunakan dalam Gerakan Cikapundung Bersih menjadi satu hal yang menarik untuk dikaji. Oleh karena itu, dengan menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif, penelitian ini berupaya untuk mengungkap bagaimana bentuk pesan kampanye dalam Gerakan Cikapundung Bersih. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik wawacara, observasi dan studi literatur. Wawancara dilakukan kepada 12 orang informan yang terdiri dari Ketua RT, ketua dan beberapa anggota komunitas peduli Sungai Cikapundung, dan masyarakat yang tinggal di Bantaran Sungai Cikapundung. Sedangkan observasi dilakukan pada berbagai jenis media komunikasi yang digunakan dalam kampanye Gerakan Cikapundung Bersih dan ditambah dengan studi literatur terhadap berbagai sumber bacaan yang relevan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan kampanye dalam Gerakan Cikapundung Bersih yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Bandung sebagai usaha peningkatan kesadaran kebersihan lingkungan di Bantaran Sungai Cikapundung disampaikan baik secara formal maupun informal. Pesan kampanye yang disampaikan secara formal dibuat dengan menggunakan imbauan / pendekatan rasa takut dan disampaikan melalui tulisan, sedangkan pesan yang disampaikan secara informal menggunakan imbauan / pendekatan emosional dan disampaikan secara lisan. Kata Kunci : Gerakan Cikapundung Bersih, Kampanye, Pesan Lisan, Pesan Tulisan

References

Creswell, John W. 1997. Qualitative Inquairy and Reseach Design. California: Sage

Publications

Kohler, Jerry.W., Anatol, Karl W, E dan Applbaum, Ronald, L. 1981. Organizational

Communication: Behavioral Perspective. New York: Holt Rinehart and Winstons.

Mulyana, Deddy. 2002. Metode Penelitian Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nazir, Moh. 2003. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Venus, Antar. 2004. Manajemen Kampanye. Bandung: Simbiosa.

Yin, Robert K. 1996. Studi Kasus: Design dan Metode. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Angel. 2011. Gerakan Cikapundung Bersih di Hari jadi Kota Bandung ke-201. Dalam

http://www.rakyatdemokrasi.com/2011/gerakan-cikapundung-bersih-di-hari-jadibandung-ke-201.html diakses pada tanggal 13 Juni 2012, pukul 23.15 WIB.

Published
09-04-2021