PANCASILA PARADOKS TELAAH PRAKSIS SOSIAL POLITIK

  • Suwandi Sumartias Dosen Komunikasi Politik Di Fikom Unpad
  • Hamim Hamim Dosen Fisip UNTAG Surabaya

Abstract

Tujuan penulisan ini, untuk mengelaborasi fenomena Pancasila dalam konteks sosial politik NKRI.Pancasila selalu diuji “kesaktian”nya, sehingga berbagai wacana dinamis selalu mengemuka, terutama dalam tataran praksis kenegaraan. Kini Presiden Jokowi telah mengangkat Pengarah dan Kepala Unit Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila melalui Keputusan Presiden No 31/M/2017. Ironis, pentingnya Pancasila sebagai ideologi dan dasar NKRI seakan tergantung kepada rejim penguasa. Peringatan 1 Juni kembali hadir, bahkan menjadi libur nasional, setalah “cuti” di rejim orde baru, dan kalah populer dengan hari kesaktian Pancasila 1 Oktober. Di sisi lain praktik Pancasila dihadapkan pada pengaruh liberalisasi demokrasi dan pasar bebas, dan telah mendorong para elite negara dan warga masuk wilayah materialisme yang sangat pragmatis, bahkan ditengarai terjebak praktik korupsi yang amat masif di level eksekutif, legislatif dan yudikatif. Situasi ini mendorong Pancasila berada dalam situasi paradoks. Keyword: Pancasila; Paradoks; Ideologi; Kekuasaan

References

Anon, 2008. The Basics of Philosophy: Jean-Jacques Rousseau.

Clammer, John.2003. Neo-Marxisme Antropologi.Studi Ekonomi Politik Dan

Haryatmoko, 2003. Etika Politik dan Kekuasaan. Kompas.Jakrata

Held, David. 1991. Democracy and Globalization. Sage Publications, Inc.Stable URL:

http://www.jstor.org/stable/40644711

http://www.philosophybasics.com/philosophers_rousseau.html.

Martin, Roderick. 1993. Sosiologi Kekuasaan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Nash, Kate. 2000. Contemporary Political Sociology. .USA: Blackwell Publisher.

Pembangunan. Sadasiva. Yogyakarta.

Sumartias, Suwandi. 2017. Dialektika Pancasila. Opini Pikiran Rakyat, 2 Juni 2017.

Published
2021-04-09