GATEKEEPER DAN PARTISIPASI PUBLIK (STUDI KASUS KUALITATIF TENTANG PRAKTIK GATEKEEPERDI RADIO SUARA SURABAYA)

  • Dr. Ido Prijana Hadi, M.Si Universitas Kristen Petra

Abstract

Para ahli media dalam beberapa dekade telah mempelajari bagaimana informasi yang disebarkan melalui tahapan seleksi, pemeriksaan, dan didistribusikan oleh media berita. Prosesyang kemudian dikenal sebagai gatekeeping merupakan teori komunikasi massa abadi yang menggambarkan proses dimanaberita dikumpulkan dan disaring untuk audience. Warga turut mengumpulkan dan melaporkan peristiwa dalam program berita yang dihasilkan mereka, dimana dalam beberapa konsepsi komunikasi mengubah pergeseran paradigma. Media berita mendorong dan mengadopsi partisipasi publik, sehingga hal ini memiliki pemahaman dan implikasi teoritis yang berkaitan dengan media yang partisipatif, dan fungsi gatekeeping. Studi ini memfokuskan pada kasus radio swasta komersial yang telah memfungsikan peran gatekeeper sejak 1994. Keunikannya telah dipraktikkan bertahun tahun,sehingga bagian ini menjadi salah satu modelcritical gatekeepersyaitu mendengar, memilih, memandu pendengar, menyampaikan informasi serta ikut memberi jalan keluar bila terjadi masalah untuk kepentingan publik. Sebuah interaksi intim presenter dengan pendengarnya. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif, pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwasiaran interaktifyang melibatkan warga berimplikasi pada pengelolaan produksi konten.Siaran interaktif bukan hanya program, tetapi format siaran.Semua segmen program acara dikelola secara interaktif. Seolah meniadakan konsep “programming” pada umumnya, karena interaktif “unpredictable”. Peran tim “gatekeeper” menjadi katup verifikasi akurasi data pendengarsiaran on-air yang interaktif. Partisipasi pendengar sebagai sumber dan pemasok informasi merupakan tumpuan. Pendengar merupakan aktor kunci kecepatan dan diseminasi informasi. Gatekeeper dan presenter menempatkan pendengar sebagai “aktor-aktor siaran” yang tiap hari silih berganti mengudara saling mengisi dan memberi informasi dalam dialog ruang studio dengan pendengar dimana pun mereka berada.

Katakunci : gatekeeping, jurnalitik warga, program siaran

References

Arifin BH dan Emka, Zainal Arifin. (editor). 2010. Suara Surabaya Bukan Radio. Surabaya:

Suara Surabaya.

Brech, Bertolt. 1932. The Radio as An Apparatus of Communication.

http://www.medienkunstnetz.de/source-text/8/ diakses 10-10-2011.

Everett, Anna and Caldwell, John T. 2003. New Media: Theories and Practices of

Digitextuality. New York: Routledge.

McQuail, Denis. 2011. McQuail’s Mass Communication Theory. 6th edition (terjemahan).

London: SAGE Publications, Inc.

---------, Denis & Windahl, Sven. 1993. Communication Models. 2nd. London: Longman

Publishing.

Panjaitan, Hinca & Siregar, Amir Effendi (editor). 2003. Membangun Sistem Penyiaran yang

Demokratis. Jakarta: USAID.

Siregar, Ashadi. 2003. Politik Editorial Media Indonesia. Pengantar dalam Tim Editorial

LP3ES. Jakarta: LP3ES.

Stacks, D. W., & Salwen, M. B. (Eds.). (2009). An integrated approach to communication

theory and research. New York: Routledge

Yin, Robert. 2009. Studi Kasus; Desain & Metode. Terjemahan. Jakarta: PT. Raja Grafindo

Persada.

Yusuf, Iwan Awaludin. 2011. Media Lokal dalam Konstelasi Komunikasi Politik di Daerah.

Dalam Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Volume 14, No 3, Maret 2011, hlm. 321-

Yogyakarta: Fisipol UGM.

Published
2021-04-09