http://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/mezurashii/issue/feed MEZURASHII: Journal of Japanese Studies 2022-08-16T09:05:34+00:00 Luluk Ulfa Hasanah jurnalmezurashii@untag-sby.ac.id Open Journal Systems <p style="text-align: justify;"><span style="color: #333333; font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 12.6px; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: #ffffff; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; display: inline !important; float: none;"><strong>MEZURASHII: Journal of Japanese Studies</strong> is a biannual peer-reviewed, open-access journal published by the Faculty of Cultural Science, University of 17 Agustus 1945 Surabaya. The journal encourages original articles on various issues within Japanese Studies, which include but are not limited to linguistics, literature, and culture. <strong>MEZURASHII: Journal of Japanese Studies</strong> accepts to publish a balanced composition of high-quality theoretical or empirical research articles, comparative studies, case studies, review papers, exploratory papers, and book reviews. All accepted manuscripts will be published either online and in printed journal.</span></p> http://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/mezurashii/article/view/5448 Analisis Penggunaan Shuujoshi Danseigo Darou, Zo, Ze, Saa, Dan Kana Dalam Anime “Detective Conan Series – Season 22 Episode 701-704” 2022-07-19T06:48:27+00:00 Priskila Grace Madeleine Rorong priskilagrace90@gmail.com Umul Khasanah umul@gmail.com <p><strong>Abstrak:</strong> Di dalam penelitian ini berisi tentang <em>shuujoshi danseigo</em>, antara lain <em>darou, ze, zo, saa, </em>dan <em>kana</em>, yang diambil dari <em>anime</em> “<em>Detective Conan</em>”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dan pendekatan Sosiolinguistik sebagai desain penelitian. Hasil temuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama : fungsi <em>shuujoshi darou </em>: (1) <em>menunjukkan kemungkinan sebanyak</em> 3 data, (2)<em> question tag </em>sebanyak 5 data, (3) <em>menunjukkan keraguan</em> sebanyak 4 data. Kedua, fungsi <em>shuujoshi ze</em> : <em>menunjukkan pernyataan sebanyak</em> 9 data. Ketiga, fungsi <em>shuujoshi zo</em> : <em>menunjukkan perintah, ancaman, mempertegas kalimat</em> sebanyak 11 data. Keempat, fungsi <em>shuujoshi saa </em>: <em>memperhalus penegasan</em> sebanyak 9 data. Kelima, fungsi <em>shuujoshi kana </em>: <em>menunjukkan ketidakpastian, heran</em> sebanyak 6 data.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong><em> anime, Detective Conan, sosiolinguistik, shuujoshi danseigo.</em></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>Abstract:</em></strong> <em>This a</em><em>nalysis of </em><em>shuujoshi danseigo </em><em>[darou], [ze], [zo], [sa], and [kana] by the characters of</em><em> anime </em><em>Detective Conan. Use of descriptive qualitative research methods </em><em>and </em><em>sociolinguistic approaches as research design.&nbsp;</em><em>The data source is taken from the anime "Detective Conan Series : The Jet Black Mystery Train Season 22, Episodes 701 to 704". First : [Darou] 1. There are 3 data for stating the possibilities in the text. There are 5 data as question tags in the text. There are 4 data of wondering in the text. Second : [Ze] There are 9 data of statement in a sentence. Third : [Zo] There are 11 instructions or threat data in the text. Fourth : [Saa] There are 9 numbers of affirmative softening data in the text. Last : [Kana] There are 6 data that indicate uncertainty in the text.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong> <em>Anime, Detective Conan, sociolinguistic, shuujoshi danseigo</em></p> 2022-07-18T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/mezurashii/article/view/6301 Variasi Penggunaan Gairaigo pada Film Animasi Kimi no Na wa karya Makoto Shinkai 2022-07-19T08:27:52+00:00 Farid Putra Yuana faridputrayuana17@gmail.com Titien Wahyu Andarwati xxxx@gmail.com <p>Pada era modern pengaruh bahasa asing menciptakan kosakata-kosakata baru sehingga memperkaya variasi bahasa. Bahasa asing yang diadaptasi mengalami penyesuaian dalam pelafalan bahasa Jepang yang dituliskan menggunakan huruf katakana disebut dengan <em>gairaigo</em>. Penelitian ini menganalisis jenis <em>gairaigo</em> dan faktor penyebab variasi <em>gairaigo</em> pada film animasi <em>Kimi no Na wa</em>. Sumber data penelitian ini menyajikan adanya perbedaan domisili para tokohnya sehingga peneliti tertarik untuk meneliti variasi <em>gairaigo </em>beserta faktor penyebabnya. Dari hasil analisis ditemukan sebanyak 4 jenis <em>gairaigo</em> dari 6 jenis <em>gairaigo</em> yang telah dipaparkan oleh Taylor (2014:265) dalam teorinya. Faktor penyebab variasi <em>gairaigo </em>baik yang digunakan oleh penutur kota maupun penutur desa lebih berpedoman pada reportoir bahasa masyarakat tutur. Namun penggunaan <em>gairaigo replacement </em>pada penutur kota lebih dipengaruhi oleh kemampuan individual. Penyebabnya adalah perbedaan pengaruh bahasa asing yang masuk karena lingkungan penutur kota yang lebih variatif. Dengan demikian kemampuan individual penutur kota dalam menggunakan <em>gairaigo</em> lebih tinggi dibandingkan penutur desa.</p> 2022-07-19T06:46:26+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/mezurashii/article/view/6482 Telaah Budaya Balas Budi dalam Masyarakat Jepang dan Jawa 2022-07-20T02:10:50+00:00 Mochammad Fredy mochfredy@untag-sby.ac.id Angga Febriyatko 199102112020121013@kemenag.go.id <p>Budaya suatu daerah dapat menggambarkan identitas masyarakat yang ada di dalamnya. Perilaku budaya berbalas budi menjadi suatu identitas adat yang masih berlaku di beberapa masyarakat. Perilaku budaya berbalas budi ini ditemukan dalam masyarakat Jepang yaitu <em>giri</em> dan dalam masyarakat Jawa yaitu <em>kepotangan budi</em>. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode kajian literatur untuk menemukan keunikan perilaku budaya berbalas budi di kedua kebudayaan yang berbeda. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa konsep perilaku budaya berbalas budi secara umum memiliki fungsi dan tujuan yang sama yaitu menjaga keharmonisan hubungan antarsesama dengan tidak melupakan kebaikan yang dilakukan oleh orang lain. Konsep <em>giri </em>dalam masyarakat Jepang mengenal adanya pembagian atau klasifikasi yaitu <em>giri </em>terhadap dunia dan <em>giri </em>terhadap nama. Konsep <em>kepotangan budi</em> tidak mengenal klasifikasi semacam itu. Selain itu, <em>kepotangan budi </em>tidak memaksa atau mengharuskan seseorang membalas budi dengan sesuatu yang bernilai sama dengan yang telah diterima sebelumnya.</p> 2022-07-20T02:09:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/mezurashii/article/view/6929 Analisis Ungkapan Emosi Cinta Terhadap Tokoh Utama pada Komik AnoHana Volume 1 dan 2 Karya Mari Okada 2022-08-09T04:34:54+00:00 Lailatul Munaadiyah lailatulmunaadiyah@gmail.com Eva Amalijah eva@gmail.com <p>Penelitian ini meneliti tentang ungkapan emosi cinta serta faktor cinta pada tokoh utama pada komik AnoHana volume 1 dan 2 karya Mari Okada. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan psikolinguistik. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang diambil ungkapan emosi cinta serta faktor penyebab cinta pada tokoh utama komik AnoHana volume 1 dan 2 karya Mari Okada. Penelitian ini menghasilkan temuan seperti berikut: pertama ungkapan emosi cinta dalam manga AnoHana volume 1 dan 2 terdiri dari beberapa jenis, yaitu : 1) penerimaan, terdapat 3 data; 2) persahabatan, terdapat 7 data; 3) kepercayaan, terdapat 4 data; 4) kebaikan hati, terdapat 5 data; 5) rasa dekat, terdapat 1 data; 6) kasih, terdapat 4 data. Kedua ungkapan emosi cinta tidak hanya diungkapkan karena tindakan tokoh utama sendiri, tetapi juga karena ucapan dan tindakan dari tokoh lain yang dapat membuat ungkapan emosi cinta muncul. Ketiga Faktor penyebab cinta dalam manga AnoHana volume 1 dan 2 terdiri dari beberapa faktor, yaitu : 1) kedekatan, terdapat 9 data; 2) karakter, terdapat 9 data; 3) saling suka, terdapat 6 data; 4) momen, terdapat 12 data.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Psikolinguistik, Ungkapan Emosi Cinta, Faktor Penyebab Cinta.</p> 2022-08-08T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/mezurashii/article/view/6930 Analisis Pengaruh Anime Terhadap Minat Anggota Komunitas Anime Indonesia Pada Makanan Jepang 2022-08-09T04:32:58+00:00 Vito Wahyu Permadi vitowahyu@gmail.com Cuk Yuana cukyuana@untag-sby.ac.id <p>Animasi dari Jepang yang digambar dengan tangan maupun dengan menggunakan teknologi komputer disebut juga dengan anime. Anime dapat menjadi salah satu alat untuk memperkenalkan budaya Jepang ke Negara lain, di antaranya adalah makanan Jepang. Banyaknya peminat anime di Indonesia mendorong penulis untuk meneliti keterkaitan antara pengaruh anime dengan minat terhadap makanan Jepang. Hal ini menjadi ketertarikan penulis dikarenakan di dalam anime yang ditonton oleh masyarakat Indonesia, terkadang diselipkan jenis jenis makanan yang belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterkaitan antara kegemaran terhadap anime dengan ketertarikan pada makanan Jepang dan juga untuk mengetahui ketertarikan anggota komunitas pria dan wanita terhadap makanan Jepang. Pada proses pengerjaan penelitian ini, peneliti mengambil data dari peminat anime yang tergabung pada beberapa komunitas pecinta anime. Data diambil dengan memberikan kuisoner melalui Google Form yang disebarkan pada tanggal 7 Oktober 2018 – 2 November 2018. Dari kuisoner yang disebarkan didapatkan sebanyak 70 responden yang menjawab. Dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan analisis menggunakan Skala Likert dan korelasi Spearman Rank. Didapatkan kesimpulan bahwa hipotesisnya menolak (Ho) dan menerima (Ha) atau dengan kata lain terdapat keterkaitan antara peminat anime di kelompok komunitas anime dengan ketertarikan terhadap makanan Jepang, selain itu juga didapatkan hasil bahwa 59%, 13 dari 22 responden wanita memiliki ketertarikan terhadap makanan Jepang, dan 68%, 33 dari 48 responden pria memiliki ketertarikan terhadap makanan Jepang.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong><strong>:</strong> anime, komunitas anime, makanan jepang</p> 2022-08-09T04:32:58+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/mezurashii/article/view/6931 Rikusho Kanji Bushu Nikudzuki (月) dalam Kamus Kanji Tadashiku Kakeru Tadashiku Tsukaeru Chuugakukanji 1130 2022-08-09T04:40:55+00:00 Yogi Andriant Inzaghi yogiandriant@gmail.com Novi Andari noviandari@untag-sby.ac.id <p>Kanji adalah salah satu huruf yang dipakai oleh masyarakat jepang dalam kehidupan sehari-hari. Asal-usul kanji digolongkan dalam teori bernama rikusho. Dalam rikusho penggolongan kanji dibagi menjadi shokei-moji (象形文字), shiji-moji (指示文字), kaii-moji (会意文字), keisei-moji (形声文字), tenchuu-moji (転注文字), dan kasha-moji (仮借文字). Salah satu unsur yang mempengaruhi bentuk kanji adalah bushu. Bushu memiliki peranan penting terhadap makna kanji karena masyarakat Jepang juga menggolongkan kanji berdasarkan bushu yang dimiliki kanji tersebut. Salah satu bushu yang menarik adalah nikudzuki (月), karena bushu tersebut memiliki bentuk yang mirip dengan kanji tsuki (月) yang berarti “Bulan”, akan tetapi bushu nikudzuki malah tidak berhubungan dengan “Bulan” melainkan berhubugnan dengan “Daging”. Dalam penelitian ini akan mengklasifikasikan kanji yang memiliki bushu nikudzuki yang terdapat pada kamus kanji Tadashikukakeru Tadashikutsukaeru Chuugakukanji 1130 dalam rikusho. Peneitian ini menggunakan naritachi untuk mengetahui asal-usul pembentukan kanji. Dan menggunakan metode deskriptif sebagai desain penelitan dan kualitatif sebagai pendekatan. Dua puluh sembilan data yang ada di dalam penelitian diklasifikasikan ke dalam 3 rikusho. Dua belas data termasuk dalam klasifikasi kaii-moji (会意文字). Lima belas data termasuk dalam klasifikasi keisei-moji (形声文字). Dua data termasuk dalam klasifikasi tenchuu-moji (転注文字).</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: rikusho, kanji, bushu, nikudzuki</p> 2022-08-09T04:40:55+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/mezurashii/article/view/6840 Makna Gramatikal Verba Pada Lirik Lagu Plastic Love Karya Mariya Takeuchi 2022-08-16T09:05:34+00:00 Rahadiyan Duwi Nugroho rahadiyan.duwi@unitomo.ac.id Arif Dzaki Aryandi arifdzaki001@gmail.com Rosania Agustin Hariyanto rosania.agustin@gmail.com <p>Tujuan penelitian ini mengidentifikasi verba (<em>doushi</em>) yang memiliki makna gramatikal (<em>bunpouteki-imi</em>) pada lirik lagu <em>Plastic Love </em>karya Mariya Takeuchi. Peneliti tertarik meneliti makna gramatikal pada verba, karena kategori ini dapat mengalami konjugasi bila berada dalam situasi kalimat tertentu, sehingga maknanya dapat berubah dari makna leksikal ke gramatikal. Teori penelitian ini adalah semantik yang berfokus pada makna gramatikal/<em>bunpouteki-imi</em> (文法的意味) Yamazaki Masatoshi <em>et al </em>dan Sutedi. &nbsp;Tujuan penelitian ini yakni, menambah pengetahuan peneliti dan pembaca tentang perubahan makna verba dalam bahasa Jepang dengan objek kajian lagu. Metode penelitian ini adalah kualitatif (Moleong). Hasil penelitian ini teridentifikasi 13 data verba yang telah mengalami konjugasi seperti <em>kuruwasenaide </em>(狂わせないで), <em>aisanaide </em>(愛さないで),&nbsp; <em>tazunenaide </em>(尋ねないで), <em>uchikonde </em>(打ち込んで), <em>tsuzukete </em>(続けて), <em>keshite </em>(決して), <em>otoshite </em>(落として), <em>kureba </em>(くれば), <em>tanoshimeba</em> (楽しめば), <em>kizutsuita </em>(傷ついた), <em>oboeta </em>(覚えた), <em>tozashita </em>(閉ざした), <em>koe ga shitemo </em>(声がしても) .</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: lirik lagu; makna gramatikal; <em>Plastic Love</em>; semantik; verba</p> 2022-08-12T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##