SUBSTANSI KEDAULATAN TUHAN DALAM KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA

  • Imam Sukadi UIN Maulana Malik Ibrahim
Keywords: kedaulatan Tuhan, substansi

Abstract

Abstract

The Preamble of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia (URI NRI 1945) explains everything related to the basic, purpose, goals and ideals of the Indonesian nation in detail. The opening of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia occupies an important place in the state administration of the Republic of Indonesia. The substantive sovereignty of God in the constitutional system of the Republic of Indonesia is a very fundamental norm in the life of the nation and state. This is because that the substance of the sovereignty of God which originates in the Godhead is the life belief of the Indonesian people. For this reason, the substance of God's Sovereignty is included in various levels of life as a nation and state.

Keywords: God's sovereignty; substance

Abstrak

Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 (UUD NRI 1945) menjelaskan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan dasar, maksud, tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia secara terperinci. Pembukaan UUD NRI 1945 menempati tempat yang penting dalam ketatanegaraan Republik Indonesia. Substansi kedaulatan Tuhan dalam system ketatanegaraan Republik Indonesia merupakan norma yang sangat fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini dikarenakan bahwa substansi kedaulatan tuhan yang bersumber pada Ketuhanan Yang Maha Esa adalah sebagai keyakinan hidup bangsa Indonesia. Untuk itu substansi Kedaulatan Tuhan masuk dalam tataran berbagai lini kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kata kunci: kedaulatan Tuhan; substansi

Author Biography

Imam Sukadi, UIN Maulana Malik Ibrahim
Fakultas Syariah

References

Aswandi, Bobi, and Kholis Roisah, ‘NEGARA HUKUM DAN DEMOKRASI PANCASILA DALAM KAITANNYA DENGAN HAK ASASI MANUSIA (HAM)’, Jurnal Pemba-ngunan Hukum Indonesia, 2019 <https://doi.org/10.14710/jphi.v1i1.128-145>.

Brata, Ida Bagus, and Ida Bagus Nyoman Wartha, ‘Lahirnya Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa Indonesia’, Jurnal Santiaji Pendidikan, 2017.

Bunyi keputusan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-26 di Situbondo pada 1984, lihat dalam Masdar Farid Mas’udi, Syarah UUD 1945 Perspektif Islam, (Jakarta: PT Pustaka Alvabet bekerjasama dengan Lembaga Kajian Islam & Perdamaian (LaKIP), 2013), 33.

Chandranegara, Ibnu Sina, ‘Fungsi Falsafah Negara Dalam Penerapan Konsep Negara Hukum’, JURNAL CITA HUKUM, 2014 <https://doi.org/10.15408/jch.v1i1.1448>.

Defa, Saputra, ‘Pancasila Sebagai Dasar Negara’, Kompasiana.Com, 2019.

Hanafi, Muhammad, ‘Kedudukan Musyawarah Dan Demokrasi Di Indonesia’, JURNAL CITA HUKUM, 2016 <https://doi.org/10.15408/jch.v1i2.2657>.

Ida Bagus Brata and Ida Bagus Nyoman Wartha, ‘Lahirnya Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa Indonesia’, Jurnal Santiaji Pendidikan, 2017.

Jimly Asshiddiqie, Sistem Ketatanegaraan Pasca Reformasi, maalah diambil dari www.jimly.com.

Kesuma, Arsyad Sobby, ‘PEMIKIRAN POLITIK ABU AL-A’LA AL-MAWDUDI’, KALAM, 2017 <https://doi.org/10.24042/klm.v9i2.335>.

Masdar Farid Mas’udi, Syarah UUD 1945 Perspektif Islam, (Jakarta: PT Pustaka Alvabet bekerjasama dengan Lembaga Kajian Islam & Perdamaian (LaKIP), 2013.

Mayangsari R, Galuh Nashrullah kartika, and H. Hasni Noor, ‘Konsep Maqashid Al-Syariah Dalam Menentukan Hukum Islam (Perspektif Al-Syatibi Dan Jasser Auda)’, Jurnal Ekonomi Syariah Dan Hukum Ekonomi Syariah, 2014.

Michael, Tomy, ‘Korelasi Komunisme Dalam Demokrasi Di Indonesia’, Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum, 1.1 (2016), 15 <https://doi.org/10.24246/jrh.2016.v1.i1.p15-28>.

———, ‘Memaknai Frasa “ Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa ” Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan’, 12, 2011, 1–10.

———, ‘MENCERMATI TUHAN DALAM PASAL 2 HURUF A UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2009 TENTANG PERFILMAN (THE TRUTHNESS OF GOD IN ARTICLE 2 LETTER A THE ACT OF REPUBLIC OF INDO-NESIA NUMBER 33 OF 2009 CONCERNING FILM)’, Jurnal Filsafat Hukum Fakultas Hukum UNIVERSITAS 17 Agustus 1945 Jakarta, Volume I, (2014).

———, ‘RIGHT TO HAVE RIGHTS’, Mimbar Keadilan, 2017, 106 <https://doi.org-/10.30996/mk.v0i0.2203>.

Moh. Hatta, Menuju Negara Hukum, (Jakarta: Penerbit Yayasan Idayu, 1975), hlm. 8. dalam Safiyudin Sastrawijaya, Sekitar Pancasila, Proklamasi dan Konstitusi, (Bandung: Penerbit Alumni, 1980.

Palenewen, Rialindy Justitia, ‘Lex et Societatis , Vol. I/No. 4/Agustus/2013’, Jurnal Eksistensi Garis Batas, 2013.

Paralihan, Hotmatua, ‘Islam Dan Demokrasi’, Aqlania, 2019 <https://doi.org/10.32678/aq-lania.v10i01.2109>.

Polamolo, Susanto, ‘Gelap-Terang Panca Sila: Otokritik Atas Teks Sejarah Yang Melenceng’, Jurnal Konstitusi, 2018 <https://doi.org/10.31078/jk1528>.

Safiyudin Sastrawijaya, Sekitar Pancasila, Proklamasi dan Konstitusi, (Bandung: Penerbit Alumni, 1980).

Saraswati, Retno, ‘Desain Sistem Pemerintahan Presidensial Yang Efektif’, Desain Sistem Pemerintahan Presidensial Yangefektif, 2012.

Sekretariat Negara Republik Indonesia, Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha Perisapan Kemerdekaan Indonesia dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia 28 Mei 1945 – 22 Agutus 1945, (Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia, 1998), 247.

Soraya, May Rosa Zulfatus, ‘KONTESTASI PEMIKIRAN DASAR NEGARA DALAM PER-WUJUDAN HUKUM DI INDONESIA’, HUMANIKA, 2014 <https://doi.org/10.2183-1/hum.v14i1.3329>.

Suparlan, Parsudi, ‘Menuju Masyarakat Indonesia Yang Multikultural’, Antropologi Indonesia, 2014 <https://doi.org/10.7454/ai.v0i69.3448>.

Yudi Latif, Negara Paripurna: Historitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila), (Jakarta: PT Gramedia, 2011), 76-77.

Published
2020-07-15
Section
Articles