Strategi Komunikasi Politik Berbasis Relawan dalam Pemenangan Pemilihan Gubernur

  • Rully Rully
  • Guntur Freddy Prisanto
  • Irwansyah Irwansyah
  • Safira Hasna

Abstract

Komunikasi politik saat ini bukan hanya dilakukan oleh para elit politik kepada masyarakat tetapi juga dapat dilakukan oleh gabungan individu yang bergerak secara sukarela untuk kepentingan publik yang dinamakan relawan. Relawan politik biasanya hadir untuk bekerja secara sukarela dalam pemenangan suatu kandidat politik dalam pemilihan umum, ini juga termasuk dalam pemilihan gubernur. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan ingin mmendeksripsikan bagaimana strategi komunikasi politik yang dilakukan relawan Roemah Djoeang dalam pemenangan pasangan Anies-Sandi di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 . Penelitian menggunakan konsep komunikasi politik, penggunaan saluran komunikasi politik, serta relawan dalam komunikasi politik. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif dengan wawancara mendalam kepada tiga relawan Roemah Djoeang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relawan Roemah Djoeang memanfaatkan beberapa saluran komunikasi politik, seperti komunikasi organisasi sebagai komunikasi intertanal antar relawan, komunikasi massa sebagai saluran informasi khalayak luas mengenai kandidat pasangan, serta penggunaan media sosial untuk berkomunikasi pada khalayak sebagai calon pemilih. Ini berarti relawan memiliki peran penting dalam strategi komunikasi politik pemenangan pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017.
Keywords: Komunikasi Politik, Relawan, Pemilihan Gubernur

References

Alfani, H. (2015). Political Communication Channel and The Phenomenon of Political Communicators in Indonesia. Communication Sphere, 1(1), 33–41.

Brounéus, K. (2011). In-Depth interviewing: The process, skill and ethics of interviews in peace research. Understanding Peace Research: Methods and Challenges, May, 130–145. https://doi.org/10.4324/9780203828557

FSM, N. (2018). Komunikasi Politik Anggota Legislatif Perempuan di Kota Majalengka. Inter Komunika : Jurnal Komunikasi, 3(1), 14–29.

Hong, S., & Nadler, D. (2011). Does the early bird move the polls? The use of the socialmedia tool “Twitter” by U.S. politicians and its impact on public opinion. ACM International Conference Proceeding Series, 182–186. https://doi.org/10.1145/2037556.2037583

Lees-Marshment, J., & Pettitt, R. T. (2014). Mobilising volunteer activists in political parties: The view from central office. Contemporary Politics, 20(2), 246–260. https://doi.org/10.1080/13569775.2014.907991

Nurullita, V., & Prasetywati, H. (2019). PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL TWITTER @ METROTV TODAY DALAM MEMBANGUN ENGAGEMENT DENGAN PEMIRSA PROGRAM “ PRIME TALK ” DI METRO TV. Inter Community: Journal of Communication Empowerment, 1(1).

Rahayu, Y. A. (2017). Sah! KPU DKI tetapkan Anies-Sandi menang Pilgub DKI 2017.

Ritchie, J., & Lewis, J. (2003). QUALITATIVE RESEARCH PRACTICE A Guide for Social Science Students and Researchers. Sage Publications.

Rohmah, M., & Ernungtyas, N. F. (2019). Branding Buzzer : Implementasi dan Implikasi pada Hubungan Masyarakat Pemerintahan. Inter Komunika : Jurnal Komunikasi, 4(2), 135–148.

Sulaeman, A. (2017). Demokrasi, Partai Politik Dan Pemilihan Kepala Daerah. CosmoGov, 1(1), 12. https://doi.org/10.24198/cosmogov.v1i1.11857

Victor, O., Ikechukwu, U., Gerald, N., & Chinedum, O. (2017). Effects Of The Social Media In The Marketing Of Political Candidates In Nigeria. British Journal of Marketing Studies, 5(6), 15–32.

Published
2021-10-29