City Branding Kabupaten Lumajang Melalui Festival Loemadjang Mbiyen

  • Tamara Sofyan Juan
  • Tri Yulianti
  • Prihandari Satvikadewi

Abstract

City branding merupakan salah satu strategi pemasaran kota dengan menggunakan sebuah identitas atau logo yang spesifik dengan tujuan untuk membangun sebuah value (nilai) dan meningkatkan kunjungan wisatawan. Dalam hal ini Kabupaten Lumajang merupakan salah satu kota yang mempunyai banyak sektor pariwisata. Kegiatan pemasaran dan promosi dilakukan melalui banyak program salah satunya festival tahunan Loemadjang Mbiyen yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Kriteria informan dilakukan berdasarkan Kajian teori 4 Step PR dan Konsep Strategi City Branding Andrea Insch yakni dari Sekretariat Disparbud serta dari Kepala Bidang Pemasaran Kepariwisataan Disparbud. Teknik wawancara yang dilakukan dengan wawancara mendalam (indepth interview) dan observasi serta dokumentasi melalui festival Loemadjang Mbiyen. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa strategi yang digunakan melalui stretegi city branding masih belum terlaksana seutuhnya hanya menggunakan tiga tahapan dari keempat tahap implemetasi yang dikemukakan yaitu identity, objectivity, dan communication. Dalam tahap coherence Pemerintah Kabupaten Lumajang masih belum bisa dilakukan karena belum disahkannya city branding baru yaitu Lumajang Eksotik.
Kata Kunci: City branding, identitas, festival, strategi city branding

References

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif (E. D. Lestari (Ed.)).

Ardiansah, D., Islam, U., Sunan, N., & Surabaya, A. (n.d.). Kampung Bahasa Sebagai. 1–17.

Dinnie, K. (2010). City Branding: Theory and Cases. City Branding: Theory and Cases, September, 1–239. https://doi.org/10.1057/9780230294790

Erlita, N. (2017). City Branding Provinsi Bengkulu Pada Festival Tabot Dalam Upaya Melestarikan Pariwisata Budaya Daerah. Jurnal Visi Komunikasi, 16(01), 14–25.

Fanida, E. H. (2019). Membangun City Branding Sparkling Surabaya Melalui Layanan Bus Surabaya Shopping and Culinary Track (Ssct). Aplikasi Administrasi: Media Analisa Masalah Administrasi, 21(2), 98. https://doi.org/10.30649/aamama.v21i2.102

Lauwrentius, S., Yanu, A., Fianto, A., & Yosep, S. P. (2015). Penciptaan City Branding Melalui Maskot Sebagai. 4(2).

Luthfi, A., & Widyaningrat, A. I. (2018). Konsep City Branding Sebuah Pendekatan “The City Brand Hexagon” Pada Pembentukan Identitas Kota. Seminar Nasional Manajemen Dan Bisnis, 3(2013), 315–323. https://jurnal.unej.ac.id/index.php/prosiding/article/view/9178

Maylanny, C., & Fauzan, S. F. (2015). City Branding Kota Bandung melalui Bus Bandros. Jurnal Komunikator, Vol.7 No.(1), 88–92. https://libraryeproceeding.telkomuniversity.ac.id/index.php/management/article/view/3350

Prasetyo, B. D., & Febriani, N. S. (2020). Strategi Branding Teori dan Perspektif Komunikasi dalam Bisnis (UB Press (Ed.)).

Puspitasari, Ci. P. (2016). Strategi City Branding Kota Surakarta Melalui Instagram @agendasolo. 29. http://eprints.ums.ac.id/54200/3/Naskah Publikasi.pdf

Published
2021-10-29