Potret Stereotip Perempuan di Media Sosial

  • Sukma Ari Ragil Putri

Abstract

Media sosial telah berkembang menjadi medium persebaran ideologi dominan yang
berlaku di masyarakat, termasuk ideologi gender dominan. Perempuan didominasi oleh laki-laki melalui stereotipisasi pada unggahan-unggahan di media sosial salah satunya pada akun Instagram @zoyalovers. Penelitian ini berusaha untuk memotret bentuk-bentuk stereotipisasi perempuan di media sosial dengan menggunakan analisis Semiotika Roland Barthes untuk memaknai unggahan di akun Instagram @zoyalovers dengan menggunakan makna denotasi,konotasi, dan mitos. Konsep praktik kekuasaan dari Teun A. van Dijk digunakan untuk menganalisis praktik kekuasaan dominan yang ada di media sosial. Hasilnya, praktik kekuasaan ideologi gender dominan masih terjadi di media sosial dengan konsep yang merupakan perpanjangan dari praktik kekuasaan yang terjadi di masyarakat. Selain itu, akun Instagram @zoyalovers telah menampilkan resistensi yang berusaha menolak ideologi gender dominan dengan sebagian unggahannya.

Kata Kunci: media, gender, stereotip

References

Asiyah, S. (2019). Penafsiran Ayat-Ayat

Misoginis Dalam Perspekif Quran: a

Reformist Translatione. Jurnal Al-Irfani :

Jurnal Kajian Tafsir Hadits, 5(1).

Caldas-Coulthard, C. R., & Coulthard, M.

(2020). Discourse, power and access. In

Texts and Practices.

https://doi.org/10.4324/9780203431382-

Chodorow, N. (1999). The reproduction of

mothering : psychoanalysis and the

sociology of gender : with a new preface.

In Psychoanalysis and the sociology of

gender.

Garcia, A., & Crawford, M. (1996). Talking

Difference: On Gender and Language.

Contemporary Sociology, 25(3).

https://doi.org/10.2307/2077495

Haris, D., Jendrius, J., & Afrizal, A. (2019).

Kesetaraan Gender dalam Industri Media:

Studi Mobilitas Vertikal Karir Pekerja

Perempuan di Riau Televisi. Kafa`ah:

Journal of Gender Studies, 9(2).

https://doi.org/10.15548/jk.v9i2.265

Harjito, H. (2019). Resistensi Perempuan dalam

Prosa Indonesia. Musãwa Jurnal Studi

Gender Dan Islam, 17(2).

https://doi.org/10.14421/musawa.2018.17

153-164

Hyde, J. S. (2017). Gender similarities. In APA

handbook of the psychology of women:

History, theory, and battlegrounds (Vol. 1).

https://doi.org/10.1037/0000059-007

Katadata. (2017). Media Sosial, Platform Paling

Banyak Digunakan saat Transaksi ecommerce.

Katadata.Com.

https://databoks.katadata.co.id/datapublish

/2019/04/01/media-sosial-platform-palingbanyak-

digunakan-saat-transaksi-ecommerce

Nasaruddin Umar. (1999). Argumen Kesetaraan

Jender Perspektif Al- Qur’an. (Cet.I;

Jakarta: Paramadina).

Putri, S. A. R. (2018). Wacana Islam Populer dan

Kelahiran Ustaza Medsos di Ruang Publik

Era Digital. Jurnal Komunikasi Dan

Kajian Media, 2(1).

Salman. (2017). Media Sosial Sebagai Ruang

Publik. Kalbisocio, 4(2).

Sandiyasa, I. K. (2018). Refleksi Dan

Dekonstruksi Teori Oposisi Biner Dalam

Tradisi Hindu Masyarakat Bali. Pangkaja:

Jurnal Agama Hindu, 21(1).

Sunarto, S. (2014). Stereotipasi Peran Gender

Wanita dalam Program Televisi Anak di

Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(3).

https://doi.org/10.31315/jik.v8i3.3743

Susanto, N. H. (2015). Tantangan Mewujudkan

Kesetaraan Gender dalam Budaya

Patriarki. Jurnal Muwazah, 7(2).

Tong, R. P. (2010). Feminist Thought; Pengantar

Paling Komprehensif Kepada Aliran

Utama Pemikiran Feminis. In Jalasutra.

Top Brand Awards. (2020). Top Brand Index

Fase 2 2020. https://www.topbrandaward.

com/top-brandindex/?

tbi_find=zoya

Unger, R. K., & Crawford, M. (1993). Sex and

Gender—The Troubled Relationship

Between Terms and Concepts.

Psychological Science, 4(2).

https://doi.org/10.1111/j.1467-

1993.tb00473.x

West, R., & Turner, L. H. (2019). Introducing

Communication Theory. In Making Sense

of Messages.

Published
2021-10-29