ASPEK MUTU DAN TINGKAT KESUKAAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK MIE BASAH DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG PORANG

Authors

  • Tiurma W Susanti Panjaitan Universitas 17 Agutsus 1945 Surabaya
  • Dwi Agustiyah Rosida Universitas 17 Agutsus 1945 Surabaya
  • Richardus Widodo Universitas 17 Agutsus 1945 Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.30996/he.v14i01.1040

Abstract

Keunggulan tepung porang (Amorphophallus konjac) adalah memiliki kandungan serat tinggi, terutama pembubaran serat. Selain itu, tepung ini memiliki kemampuan menyerap air dan bisa membentuk gel yang bisa meningkatkan kelenturan pada mie basah. Rumusan masalahnya adalah bagaimana jika tepung porang digunakan sebagai ramuan dalam pembuatan mie basah, apakah mie basah yang terbuat dari tepung porang lebih disukai oleh konsumen? Penggantian tepung porang ternyata memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kandungan air, protein, lemak, karbohidrat dan abu mie basah. Mie dengan lebih banyak tepung porang tersubstitusi, maka kadar air, kadar lemak dan kadar abu meningkat, sementara kadar protein dan karbohidrat menurun. Hasil uji organoleptik yang menggambarkan tingkat preferensi konsumen terhadap mie basah yang dimasak yang dihasilkan, menunjukkan bahwa tepung substitusi porang sampai 15% tekstur dan warna lebih disukai oleh konsumen. Untuk penyedap, substitusi tepung porang 10% masih disukai konsumen dengan frekuensi 40%, sedangkan tepung substitusi porang di atas 10% hanya beberapa negara bagian seperti aroma mie basah yang dihasilkan.
Kata kunci: Tingkat kesukaan, mie basah, tepung porang

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adler, D. Matthew & Posner, A. Eric, Cost-Benefit Analysis; Legal, Economic, and Philosophical Perspectives, The University of Chicago Press, U.S.A, 2000.

Bryan A. Garner, Black’s Law Dictionary, 8th edition, Thomson West, U.S.A, 2004.

Campbell, Harry & Brown, Richard, Benefit-Cost Analysis, Cambridge University Press, Australia, 2003.

Coase, R.H., The Problem of Social Cost, The Journal of Law and Economics, vol.III, The University Chicago Press, Amerika Serikat, 1960.

Cooter, Robert & Ulen, Thomas, Law & Economics, 5th edition, Pearson Addison Wesley, London, 2008.

David D. Friedman, Law’s Order; What Economics Has To Do With Law and Why It Matters, Princeton University Press, New Jersey, 2000.

Francesco Parisi, The Language of Law & Economics; A Dictionary, Cambridge University Press, 2013.

Indra Darmawan, Kamus Istilah Ekonomi Kontemporer, Pustaka Widyatama, Yogyakarta, 2006.

Morrison, Wayne,Jurisprudence-from the Greeks to Post Modernity, Cavendish Publishing, U.K., 2002.

Kusmandar, Feri. 2010. Mengenal Mie dan Teknologi Proses Produksinya. (terhubung berkala) http://itp.fateta.ipb.ac.id (30 Desember 2014)

Retnaningsih, Ch dan Laksmi Hartayani. 2005. Aplikasi Tepung Iles-iles (Amorphophallus konjac) sebagai Pengganti Bahan Kimia Pengenyal pada Mie Basah : Ditinjau dari Sifat Fisikokimia dan Sensoris. Laporan Penelitian Program Penelitian Pemula. Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.

Sari, K.P. 2013. Tepung Glukomanan dari Umbi Porang sebagai Subtitusi Tepung Terigu pada Produk Pangan Alternatif berupa Mie Rendah Kalori. Artikel Populer, Gerakan Cinta Pangan Lokal, Inovasi dan Potensi Daerah, Tulisan Terkini (1 Juli 2013)

Widodo, R., Setijanen D. H dan Dwi, A.R. 2013. Aspek Mutu Produk Roti Tawar untuk Diabetesi Berbahan Baku Tepung Porang dan Tepung Suweg. Laporan Akhir Penelitian Dosen Pemula. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.

Winarno, FG. 1998. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia. Jakarta.

Yaseen, E.I., Herald, T.J., Aramouni, F.M., Alavi, S., 2005. Rheological Properties of Selected Gum Solutions. Food Research International. 38; 111–119

Downloads

Published

2016-04-05

How to Cite

Panjaitan, T. W. S., Rosida, D. A., & Widodo, R. (2016). ASPEK MUTU DAN TINGKAT KESUKAAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK MIE BASAH DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG PORANG. Heuristic, 14(01). https://doi.org/10.30996/he.v14i01.1040

Issue

Section

Articles