PERAN ORANG TUA DALAM MENANGANI DAMPAK NEGATIF TONTONAN TELEVISI BAGI ANAK

Penulis

  • Herlan Pratikto
  • Tatik Meiyuntariningsih

DOI:

https://doi.org/10.30996/.v1i1.2015

Abstrak

Televisi sekarang telah menjelma sebagai sahabat yang aktif mengunjungi anak-anak. Bahkan di lingkungan keluarga yang para orang tuanya sibuk bekerja di luar rumah, televis telah berfungsi ganda, yaitu sebagai penyaji hiburan sekaligus sebagai pengganti peran orang tua dalam mendampingi keseharian anak-anak. Televisi dapat menimbulkan berbagai dampak bagi para pemirsanya, terutama anak-anak. Baik itu berupa dampak positif maupun dampak negatif. Melalui televisi, anak-anak dapat menyaksikan semua tayangan yang mereka inginkan mulai dari tayangan yang layak untuk mereka konsumsi hingga tayangan yang belum sepantasnya mereka konsumsi. Pada saat ini banyak stasiun televisi yang menayangkan berbagai macam program acara yang bisa kita saksikan selama 24 jam. Namun sayangnya tidak semua program acara tersebut memberikan dampak positif terhadap anak. Banyaknya program acara yang bermuatkan unsur kekerasan, seks, bullying dan lain sebagainya yang tidak layak untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Hanya sedikit sekali tayangan televisi yang mengandung unsur edukasi dan memberikan pesan moral yang baik terhadap anak-anak. Dalam hal ini peranan orang tua sangat dibutuhkan untuk menghindari dampak negatif tersebut. Terutama dalam hal mengawasi, mengontrol dan memilih tayangan televisi yang layak dikonsumsi anak. Tulisan ini mencoba untuk mengulas pengaruh pemilihan tayangan televisi terhadap perkembangan sosialisasi anak.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Arief F. (1992). Pengantar Metode Penelitian Kualitatif. Surabaya: Usaha

Nasional.

Danim, S. (2004). Motivasi Kepemimpinan dan Efektivitas Kelompok. Penerbit

Rineka Cipta.

Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat

Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Hartatik, et.al. (2001). Sari-sari piwulangan Basa Jawi Pepak. Surabaya: CV.

Pustaka Agung Harapan.

Hendra Nurtjahjo. (2006). Filsafat Demokrasi, Jakarta: Bumi Aksara.

Santoso, Imam Budhi. (2010). Nasihat Hidup Orang Jawa. Yogyakarta: Diva Press

Soliha, Euis dan Hersugondo. (2008). Kepemimpinan yang Efektif dan Perubahan

Organisasi.

Subroto, Suro & Tofani, Abi. –. Mumpuni Basa Jawi Pepak. Surabaya: CV. Pustaka

Agung Harapan.

Syamsuddin Haris (1994). Demokrasi di Indonesia, Gagasan dan Pengalaman,

Jakarta: LP3ES.

Televisi. Alumni: Bandung.

Venus, Antar. 2000. The Role of Media

Educations in Developing Children’s Critical

Thinking

Toward TV Programs. Mediator, Jurnal

Komunikasi, Volume 1 Nomor 1 Tahun 2000.

Bandung:

Fikom Unisba.

Zillmann, Dolf and Bryant, Jennings. 2002.

Media Effects : Advances in Theory ad

Research

Second Edition. London: Lawrence Erlbaum

Associate

##submission.downloads##

Diterbitkan

2019-01-30

Cara Mengutip

Pratikto, H., & Meiyuntariningsih, T. (2019). PERAN ORANG TUA DALAM MENANGANI DAMPAK NEGATIF TONTONAN TELEVISI BAGI ANAK. Jurnal Abdikarya: Jurnal Karya Pengabdian Dosen Dan Mahasiswa, 1(1). https://doi.org/10.30996/.v1i1.2015

Terbitan

Bagian

Articles