PENGOLAHAN DAN PEMBUATAN PUPUK CAIR DARI SAMPAH ORGANIK
DOI:
https://doi.org/10.30996/.v1i1.2022Abstract
Pertanian yang bersistem dengan menggunakan bahan-bahan alam akan berdampak positif bagi lingkungan sekitar dan makhluk hidup lainnya. Warga Desa Padang Bandung perlu mencoba memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Proses pembuatan pupuk organik cair juga tidak memerlukan proses yang sulit. Apalagi bahan yang diperlukan bisa kita dapatkan kapan saja dan dimana saja. Sampah bukan masalah yang sulit diatasi jika bisa dimanfaatkan dengan baik maka akan bisa bernilai jual. Dengan menggunakan pupuk organik cair tanah disekitar akan tetap terjaga unsur hara sehingga tanaman bisa tumbuh dengan baik. Banyak kegunaan pupuk organik cair bagi para petani. Antara lain pupuk organik mempunyai unsur mikro yang tinggi, tidak mengandung bahan kimia sehingga tanaman lebih berwarna hijauDownloads
References
BPS Kab. Barito Selatan. (2015). Barito Selatan Dalam Angka.Buntok. Biro Pusat Statistik
Barito Selatan.
Brodjonegoro, P.S. (1991). Petunjuk Mengenai Teori dan Aplikasi dari Model TheAnalytic
Hierarchy Process. Jakarta: Sapta Utama.
Dirjen Bina Marga. (1990). Petunjuk Teknis Perencanaan dan PenyusunanProgram Jalan
Kabupaten. Surat Keputusan No.77/KPTS/Db/1990.Jakarta: Dinas Pekerjaan
Umum RI.
Dirjen Perhubungan Darat. (2005). Peraturan Pemerintah No.26 tahun 1985,tentang
jalan, Jakarta: Departemen Perhubungan Republik Indonesia.
Dirjen Perhubungan Darat. (2009). Tentang Lalu lintas Jalan. Udang-UndangRepublik
Indonesia No.22, Th.2009. Jakarta: Departemen Perhubungan RI.
Dinas Pekerjaan Umum. (2016). Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Selatan
-2024, Buntok; Dinas PU Kabupaten Barito Selatan.
Hasan, M.I. (2003). Pokok-pokok Materi Statistik. Edisi Kedua. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Ignasius, Djakfar, Anwar. (2014). Studi Penentuan Prioritas Pengembangan Jaringan
Jalan di Kabupaten Lembata, Provinsi NTT (Jurnal). Malang: Universitas
Brawijaya
Karya, I W. (2004). Skala Prioritas Penanganan Jaringan Jalan Pada Ruas-ruasJalan Di
Kabupaten Gianyar (Tesis). Denpasar: Universitas Udayana.
Krismawati, NES. (2014). Analisis Prioritas Penanganan Ruas Jalan Strategis. Untuk
Pengembangan Wilayah di Kabupaten Demak (Jurnal). Jakarta: Ditjen Bina Marga
Kementerian PU dan Perumahan Rakyat.
Mulyono, A. (2006). Teori Pengambilan Keputusan. Jakarta : PT Bumi Aksara.
Putri, I D A N A. (2011). Penentuan Skala Prioritas Penanganan Jalan Kabupaten Di
Kabupaten Bangli (Tesis). Denpasar: Universitas Udayana
Saaty, T.L. (1986). Proses Hirarki Analitik untuk Pengambilan Keputusan DalamSituasi
yang Kompleks. Jakarta : PT Pustaka Binman Pressindo.
Sjafruddin,A. (1997). Studi Kelayakan Proyek Transportasi. Bandung: FTSP-ITB.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta
Suyasa, D.G. (2007). Penentuan Skala Prioritas Penanganan Jalan KabupatenBadung
dengan Metode AHP (Tesis). Denpasar: Program Magister TeknikSipil Universitas
Udayana.
Saleh, Isya, Risdiansyah. (2014). Studi Penentuan Prioritas Penanganan Ruas Jalan
Nasional Bireuen-Lhokseumawe-Pantonlabu. (Jurnal). Banda Aceh: Universitas
Syiah Kuala.
Tamin, Ofyar Z. (2000). Perencanaan dan Permodelan Transportasi. Bandung: Penerbit
ITB
Usman, H. (1996). Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: Bumi Aksara
Wicaksono, Djakfar, Afriansyah. (2012). Penentuan Prioritas Pengembangan Jaringan
Jalan Pendukung Kawasan Strategis di Pulau Sumbawa, (Jurnal). Malang:
Universitas Brawijaya.






