PENGOLAHAN DAN PEMBUATAN PUPUK CAIR DARI SAMPAH ORGANIK

Authors

  • Ahmad Dzakiyyul Fikri
  • Yala Ayu Wandira
  • Franky Iskandar Blegur
  • Hery Murnawan

DOI:

https://doi.org/10.30996/.v1i1.2022

Abstract

Pertanian yang bersistem dengan menggunakan bahan-bahan alam akan berdampak positif bagi lingkungan sekitar dan makhluk hidup lainnya. Warga Desa Padang Bandung perlu mencoba memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Proses pembuatan pupuk organik cair juga tidak memerlukan proses yang sulit. Apalagi bahan yang diperlukan bisa kita dapatkan kapan saja dan dimana saja. Sampah bukan masalah yang sulit diatasi jika bisa dimanfaatkan dengan baik maka akan bisa bernilai jual. Dengan menggunakan pupuk organik cair tanah disekitar akan tetap terjaga unsur hara sehingga tanaman bisa tumbuh dengan baik. Banyak kegunaan pupuk organik cair bagi para petani. Antara lain pupuk organik mempunyai unsur mikro yang tinggi, tidak mengandung bahan kimia sehingga tanaman lebih berwarna hijau

Downloads

Download data is not yet available.

References

BPS Kab. Barito Selatan. (2015). Barito Selatan Dalam Angka.Buntok. Biro Pusat Statistik

Barito Selatan.

Brodjonegoro, P.S. (1991). Petunjuk Mengenai Teori dan Aplikasi dari Model TheAnalytic

Hierarchy Process. Jakarta: Sapta Utama.

Dirjen Bina Marga. (1990). Petunjuk Teknis Perencanaan dan PenyusunanProgram Jalan

Kabupaten. Surat Keputusan No.77/KPTS/Db/1990.Jakarta: Dinas Pekerjaan

Umum RI.

Dirjen Perhubungan Darat. (2005). Peraturan Pemerintah No.26 tahun 1985,tentang

jalan, Jakarta: Departemen Perhubungan Republik Indonesia.

Dirjen Perhubungan Darat. (2009). Tentang Lalu lintas Jalan. Udang-UndangRepublik

Indonesia No.22, Th.2009. Jakarta: Departemen Perhubungan RI.

Dinas Pekerjaan Umum. (2016). Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Selatan

-2024, Buntok; Dinas PU Kabupaten Barito Selatan.

Hasan, M.I. (2003). Pokok-pokok Materi Statistik. Edisi Kedua. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Ignasius, Djakfar, Anwar. (2014). Studi Penentuan Prioritas Pengembangan Jaringan

Jalan di Kabupaten Lembata, Provinsi NTT (Jurnal). Malang: Universitas

Brawijaya

Karya, I W. (2004). Skala Prioritas Penanganan Jaringan Jalan Pada Ruas-ruasJalan Di

Kabupaten Gianyar (Tesis). Denpasar: Universitas Udayana.

Krismawati, NES. (2014). Analisis Prioritas Penanganan Ruas Jalan Strategis. Untuk

Pengembangan Wilayah di Kabupaten Demak (Jurnal). Jakarta: Ditjen Bina Marga

Kementerian PU dan Perumahan Rakyat.

Mulyono, A. (2006). Teori Pengambilan Keputusan. Jakarta : PT Bumi Aksara.

Putri, I D A N A. (2011). Penentuan Skala Prioritas Penanganan Jalan Kabupaten Di

Kabupaten Bangli (Tesis). Denpasar: Universitas Udayana

Saaty, T.L. (1986). Proses Hirarki Analitik untuk Pengambilan Keputusan DalamSituasi

yang Kompleks. Jakarta : PT Pustaka Binman Pressindo.

Sjafruddin,A. (1997). Studi Kelayakan Proyek Transportasi. Bandung: FTSP-ITB.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta

Suyasa, D.G. (2007). Penentuan Skala Prioritas Penanganan Jalan KabupatenBadung

dengan Metode AHP (Tesis). Denpasar: Program Magister TeknikSipil Universitas

Udayana.

Saleh, Isya, Risdiansyah. (2014). Studi Penentuan Prioritas Penanganan Ruas Jalan

Nasional Bireuen-Lhokseumawe-Pantonlabu. (Jurnal). Banda Aceh: Universitas

Syiah Kuala.

Tamin, Ofyar Z. (2000). Perencanaan dan Permodelan Transportasi. Bandung: Penerbit

ITB

Usman, H. (1996). Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: Bumi Aksara

Wicaksono, Djakfar, Afriansyah. (2012). Penentuan Prioritas Pengembangan Jaringan

Jalan Pendukung Kawasan Strategis di Pulau Sumbawa, (Jurnal). Malang:

Universitas Brawijaya.

Downloads

Published

2019-01-30

How to Cite

Fikri, A. D., Wandira, Y. A., Blegur, F. I., & Murnawan, H. (2019). PENGOLAHAN DAN PEMBUATAN PUPUK CAIR DARI SAMPAH ORGANIK. Jurnal Abdikarya: Jurnal Karya Pengabdian Dosen Dan Mahasiswa, 1(1). https://doi.org/10.30996/.v1i1.2022

Issue

Section

Articles