PEYULUHAN KEWIRAUSAHAAN DIGITAL MARKETING DI DESA BULANGAN KABUPATEN GRESIK
DOI:
https://doi.org/10.30996/.v3i3.3744Abstrak
Desa Bulangan ialah salah satu desa di antara 26 desa yang ada di Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik, desa ini terdiri dari 3 RW dan 12 RT. Terletak di perbatasan wilayah kabupaten Gresik sebelah barat yang berada di sebelah utara aliran sungai Bengawan Solo, dan berbatasan dengan desa terakhir Kabupaten Gresik. Desa ini lebih dekat dengan Kabupaten Lamongan, yang berbatasan dengan di sebelah utara Desa Wonokerto, di sebelah timur Desa Bangeran, di sebelah Selatan Desa Gedong Kedokan, dan di sebelah barat Desa Sawo.
Dengan kondisi ini desa Bulangan mengalami kendala dalam hal transportasi luar daerah atau kabupaten atau kota. Kondisi sosial ekonomi masyarakat desa Bulangan dapat dikatakan sudah lumayan baik. Hal ini dapat dilihat dari kondisi rumah penduduk yang sudah banyak dibangun dari bata dengan lantai keramik. Penghasilan masyarakat tidak hanya dari hasil bertani namun sekarang sudah memiliki penghasilan tambahan walau tidak tetap, karena penduduknya banyak yang bekerja di perantauan Malaysia (TKI/TKW) tidak sedikit masyarakat yang sudah sukses dari hasil rantauan mereka, banyak yang mulai membuka usaha sendiri. Misalnya ternak ayam, budidaya ikan tambak dan lain sebagainya.
Namun tidak sedikit juga masyarakat yang masih banyak menjadi TKI di Malaysia atau di Saudi, sehingga saat mereka bersamaan kembali pulang Banyak masyarakat yang menjadi pengangguran musiman dan ada juga sebagian masyarakat yang enggan pulang dari Malaysia dan menetap di sana karena takut menjadi pengangguran di desa sendiri. Kesehatan masyarakat juga dalam kondisi cukup, jika mereka sakit ada yang mampu berobat ke rumah sakit dan ada pula yang membutuhkan bantuan untuk berobat.
Pendidikan masyarakat juga banyak lulusan minimal SMP dan banyak juga yang lulusan SMA, di antara mereka banyak juga yang berpendidikan Strata 1 atau sarjana, dan beberapa lainnya juga menganyam S2. Kondisi fisik Jalan Desa sebagian besar sudah banyak di paving. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan masih ada sebagian masyarakat desa yang hidup dibawah garis kemiskinan.
Unduhan
Referensi
Ahuja, M. K., Chudoba, K. M., Kacmar, C. J., Mcknight, D. H., & George, J. F. (2006). It Road W Arriors : Balancing Work -Familyc Onflict , Job Autonomy , and W Ork O Verload. MIS Quarterly, 30(3), 1–18. https://doi.org/10.2307/25148778
Akkas, M. A., Hossain, M. I., & Rhaman, S. (2015). Causes and Consequences of Work-Family Conflict (WFC) among the Female Employees in Bangladesh: An Empirical Study. Journal of Business and Economics, 6(12), 2063–2071. https://doi.org/10.15341/jbe(2155-7950)/12.06.2015/007
Azwar, S. (2012). Dasar-dasar Psikometri (Edisi Kedua). Yogyakarta: Pustaka Belajar.
BKKBN. (2014). Buku saku bagi petugas lapangan program KB nasional materi konseling. Jakarta: BKKBN.
Boyar, S. L., Maertz, C. P., Mosley, D. C., & Carr, J. C. (2008). The impact of work/family demand on work-family conflict. Journal of Managerial Psychology, 23(3), 215–235. https://doi.org/10.1108/02683940810861356
Christine, W. S., Oktorina, M., & Mula, I. (2010). Pengaruh Konflik Pekerjaan dan Konflik Keluarga Terhadap Kinerja dengan Konflik Pekerjaan Keluarga Sebagai Intervening Variabel (Studi pada Dual Career Couple di Jabodetabek). Jurnal Manajemen Dan Wirausaha, 12(2), 121–132. https://doi.org/10.9744/jmk.12.2.pp.121-132
