TANGGUNG JAWAB PIDANA DIREKSI BUMN YANG MERUGI

Authors

  • Ahmad Mahyani Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.30996/jhbbc.v2i1.2309

Keywords:

kerugian negara, BUMN Persero, Direksi

Abstract

Banyaknya kasus Direksi BUMN (Persero) yang didakwa melakukan tindak pidana korupsi akibat kebijakan yang dibuat Direksi menyebabkan kerugian bagi BUMN. Permasalahan terletak pada pendefinisian kerugian negara oleh aparat penegak hukum yang berpedoman pada Undang-Undang Tipikor dengan mendefinisikan kerugian BUMN Persero sebagai kerugian negara. Mengingat BUMN Persero selain berperan sebagai penyelenggara pemerintahan, juga berperan sebagai pelaku ekonomi, seharusnya penegak hukum dalam menentukan kerugian ini berpedoman pada prinsip dan ketentuan yang berlaku dalam hukum perusahaan. Timbul kerancuan pendefinisian kerugian negara menurut Undang-Undang Tipikor dengan prinsip-prinsip dan ketentuan hukum perusahaan. Rumusan masalah: Apakah kerugian BUMN Persero termasuk kerugian negara dan apakah Direksi BUMN Persero dapat dipidanakan dengan tindak pidana korupsi. Menggunakan normative legal research melalui metode statute approach dan pendekatan konsep yang didukung dengan teknik analisis preskriptif. Hasil penelitian ini, bahwa losses incured dalam BUMN Persero bukan menjadi state losses, melainkan kerugian perseroan. Direksi yang telah membuat keputusan bisnis, kemudian menyebabkan kerugian terhadap BUMN Persero, tidak dapat dituntut melakukan tindak pidana korupsi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Syukriy dan Halim Abdul, 2004. “Pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Belanja Pemerintah Daerah : Studi Kasus Kabupaten/ Kota di Jawa dan Baliâ€, Proceeding Simposium Nasional Akuntansi VI, 16-17 Oktober 2003, Surabaya, hal. 1140.

Abdul Halim.2008. Auditing (dasar-dasar Audit Laporan Keuangan). UUP STIM

Adi Priyo Hari, 2006. “Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Belanja Pembangunan dan Pendapatan Asli Daerah, Studi pada Kabupaten dan Kota se Jawa-Baliâ€, Simposium Nasional Akuntansi IX. Padang.

Adi, Priyo Hari. 2007. “Kemampuan Keuangan Daerah dan Relevansinya dengan Pertumbuhan Ekonomiâ€. The 1st National Accoounting Conference. Departemen Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta.

Ahyani, Wahid. 2010. Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Dan Belanja Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Dan Pengganguran Pasca Pelaksanaan Otonomi Daerah (Studi Kasus Pada Kabupaten Dan Kota Provinsi Jawa Tengah). Skripsi, Tidak Dipublikasikan. Universitas Brawijaya

Bastian, Indra. 2001. Akuntansi Sektor Publik. Penerbit BPFE, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

BPS, Statistik Jawa Timur dalam Angka, Surabaya: Jawa Timur, Badan Pusat Statistik.

Darsono dan Ashari. 2010. Pedoman Praktis Memahami Laporan Keuangan (Tips Bagi

Investor, Direksi, dan Pemegang Saham). Penerbit Andi. Yogyakarta. Ghozali, I. 2007.

Jaya, W.K., 1996, “Analisis Keuangan Daerah; Pendekatan Makroâ€, Model Program PMSES, Kerjasama Ditjrn PUOD Depdagri dengan Pusat Penelitian dan Pengkajian Ekonomi dan Bisnis, UGM, Yogyakarta

Kawedar, warsito dkk, 2008. Akuntansi Sektor Publik, Semarang UNDIP

Maharani, Astri Dhiah, Analisis Pengaruh Kepercayaan dan Kepuasan Terhadap Loyalitas Nasabah Tabungan Bank Mega Syariah Cabang Semarang, Semarang: Universitas Diponegoro Semarang, 2010

Mamesah DJ Sistem Administrasi Keuangan Daerah Gramedia Pustaka Utama Jakarta 1995

Mardiasmo, 2002. “Otonomi Daerah Sebagai Upaya Memperkokoh Basis Perekonomian Daerahâ€. Makalah. Seminar Pendalaman Ekonomi Rakyat.

Mardiasmo, 2004. Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah. Andi. Yogyakarta.

Penyusunan dan penetapan APBN dan APBD menurut UU No. 17 Tahun 2003

Republik Indonesia Peraturan Pemerintah Nomor 105 tahin 2000 tentang dana perimbangan

Republik Indonesia Peraturan Pemerintah Nomor 105 tahin 2000 tentang pengelolaan dan pertanggung jawaban keuangan daerah

Thesaurianto, Kuncoro. 2007. “Analisis Pengelolaan Keuangan Daerah Terhadap Kemandirian Daerahâ€. Tesis S2 Program Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang

Undang-Undang No. 33 Tahun 2004, Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah

______________. 2004. Jurnal Ekonomi Pembangunan. Vol. 5, No. 2, Desember 2004, hal. 147-159.

______________, 2004, Ekonomi Pembangunan, Edisi Keempat, Yogyakarta: STIE YKPN.

______________, Statistik Propinsi Jawa Timur dalam Angka, Surabaya: Jawa Timur, Badan Pusat Statistik.

______________. 2004. Jurnal Ekonomi Pembangunan. Vol. 5, No. 2, Desember 2004, hal. 147-159.

______________, 2004, Ekonomi Pembangunan, Edisi Keempat, Yogyakarta: STIE YKPN.

BPS, Statistik Jawa Timur dalam Angka, Surabaya: Jawa Timur, Badan Pusat Statistik.

______________, Statistik Propinsi Jawa Timur dalam Angka, Surabaya: Jawa Timur, Badan Pusat Statistik.

(http://tesismanajemen.com/manajemen-keuangan-daerah)

(http://chandraekapurwanto.blogspot.co.id/2013/03/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html)

(https://www.scribd.com/doc/98370085/ Analisis-Apbd-Provinsi-Jawa-Timur)

Downloads

Published

2019-01-05

Issue

Section

Articles