PEMULIHAN ASET HASIL KEJAHATAN SEBAGAI BENTUK PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN KEJAHATAN

Authors

  • Heri Jerman Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.30996/dih.v13i25.2228

Keywords:

aset hasil kejahatan, perlindungan hukum

Abstract

Saat ini sistem hukum pidana Indonesia juga belum sepenuhnya menjadikan pemulihan dampak kejahatan sebagai bagian substansi dari sistem hukum pidana nasional, sehingga pemulihan aset hasil kejahatan tidak menjadi sasaran/fokus materi hukum pidana. Tidak adanya formulasi tentang aturan/pedoman perampasan aset dalam undang-undang di luar KUHP yang mencantumkan secara khusus dalam rumusan deliknya, maka akan menimbulkan permasalahan dalam penerapannya. Rumusan masalah penelitian antara lain: Bagaimana Norma Hukum pemulihan aset hasil kejahatan menjadi salah satu tujuan pemidanaan? Bagaimana kebijakan formulasi pemulihan aset hasil kejahatan sebagai upaya perlindungan hukum terhadap korban kejahatan? Penelitian dilakukan dengan metode penelitian normatif. Perlu ada perubahan paradigma dalam sistem pemidanaan nasional  sebagai bentuk pemulihan terhadap korban kejahatan dengan mempertimbangkan bentuk perampasan in rem (tanpa pemidanaan) dimasukkan ke dalam sistem hukum yang berlaku umum (lex generalis) pada semua jenis kejahatan dan dibuat Undang-Undang  yang terpisah (lex specialis) dengan extra ordinary system. Kebijakan formulasi peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia dengan merekonstruksi sistem hukum pemidanaan yang berorientasi pada pemulihan aset terhadap korban kejahatan. Sebagai konsekuensi dari ratifikasi konvensi internasional yang mengatur tentang perampasan aset sehingga pemerintah Indonesia harus menyesuaikan ketentuan-ketentuan perundang-undangan yang mengatur mengenai penyitaan dan perampasan hasil dari instrumen tindak pidana terpisah dengan KUHAP tentang Hukum Acaranya dan KUHP tentang sistem pemidanaannya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Pohan, Agustinus dan Eddy O S Hiariej, Partnership for Governance Reform in Indonesia, Pusat Kajian Anti Korupsi, Fakultas Hukum UGM bekerjasama dengan Kemitraan, Yogyakarta, 2008.

Sadeli, Wahyudi Hafiludin, “Implikasi Perampasan Aset Terhadap Pihak Ketiga yang Terkait dengan Tindak Pidana Korupsiâ€: Tesis Pascasarjana, UI, Jakarta 2010.

Termohuijsen, Marjanne, â€The Principle Legalityâ€; Course Materials Netherlands Lecturer pada Refreshing Course of Criminal Law,â€Same Root, Different Developmentâ€; Co-organized and supported by: Faculty of Law, Padjadjaran University, Aspehupiki, Alumni Postgraduate Programme of Criminal Law, Faculty of Law, Padjadjaran University, Bandung, April 19-21 Tahun 2006.

Theodore S, Greenberg, Linda M. Samuel, Wingate Grand, dan Larissa Gray, Stolen Asset Recovery: A Good Practices Guide for Non-Conviction Based Asset Forfeiture. Washington D.C.: The World Bank & UNODC, 2009.

Tjandra, Riawan, Teori dan Praktik Peradilan Tata Usaha Negara, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 2002.

Downloads

Published

2017-02-01

Issue

Section

Articles