Kepastian Hukum Sertifikat Hak Atas Tanah Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997

Authors

  • Bronto Susanto Alumni Fakultas Hukum Untag Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.30996/dih.v10i20.359

Abstract

Abstrak. Pendaftaran tanah untuk pertama kali berdasarkan PP No. 24 Tahun 1997 tidak menggunakan sistem publikasi negatif murni, tetapi sistem publikasi negatif bertendensi positif. Walaupun demikian, tidak merubah makna bahwa sistem publikasi pendaftaran tanahnya adalah sistem publikasi negatif, artinya Negara tidak menjamin kebenaran data sertipikat, buku tanah, dan surat ukur. Sertipikat hak atas tanah merupakan surat tanda bukti hak yang kuat tetapi tidak mutlak, artinya sertipikat hak atas tanah menjamin kepastian hukum bagi pemiliknya sepanjang sertipikat tersebut: a) diterbitkan atas nama yang berhak, b) hak atas tanahnya diperoleh dengan itikat baik, c) dikuasai secara fisik, dan d) tidak ada pihak lain dapat yang membuktikan sebaliknya. Penelitian ini adalah penelitian hukum yuridis normatif yang bertujuan menganalisis, mengetahui dan memahami penyelenggaraan pendaftaran tanah untuk pertama kali berdasarkan PP No. 24 Tahun 1997 yang menganut sistem publikasi negatif bertendensi positif, dan kepastian hukum sertipikat hak atas tanah yang terbit berdasarkan PP No 24 Tahun 1997.

Kata kunci : PP No. 24 Tahun 1997, Sertipikat Hak Atas Tanah, Pendaftaran Tanah

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustiono, L. 2008. Dasar-Dasar Kebijakan Publik. Bandung: CV Alfabeta.

Ahrani, Yair. 1986. Evolution and anagement of State Owned Enterprises. Cambridge, M.A, Ballinger.

Akharuzzaman, Mohammad dan Atsushi Deguchi, Atsushi. 2010. Public Manage-ment for Street Vendor Problems in Dhaka City, Bangladesh. Japan: Proc. of Internati-onal Conference on Environmetal Aspects of Bangladesh (ICEAB10)

Ansell, Chris dan Gash, Alison. 2007. Colla-borative Governance in Theory and Prac-tice, Journal of Public Administration Research and Theory. November, 13, 2007.

Bache, Ian dan Matthew Flinders (eds) 2005. Multi Level Governance. Oxford, USA.

Bardach, E. 1977. The Implementation Game. What Happenes After a Bill Becomes a Law. Cambridge; MIT Press.

Berry, Tanja. 2009. Challenges and Coping Strategies of Female Street Vendors in the Informal Economyâ€. Pretoria: Gordon Institute of Business Science University of Pretoria.

Bogdan, Robert C. & Biklen, Sari Knopp. 1982. Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods. Boston: Allyn and Bacon, Inc.

Borzel, Tinja A. 1998. Organizing Babylon-on the Different Conceptions of Policy Networks. Public Administration, Vol 76, pp.233-73

Bungin, Burhan. 2007. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Soaial Lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Brinkerhoff, Derick. W. dan Benyamin L. Crosby. 2002. Managing Policy Reform: Concepts and Tools for Decision-Makers in Developing and Transitioning Countries. Kumarian Press. Bloomfield.

Bryce, Herrington J. 2005. Player in the Public Policy Process: Nonprofits as Social Capital and Agents. Palgrave, McMillan.

Champion D. 1999. Metode dan Masalah Penelitian Sosial, Refika Aditama, Ban-dung.

Collebatch, H. 2002. Policy. Buckingham: Open University Press. London.

Compston, Hugh. 2009. Policy Network and Policy Change: Putting Theory to the Test. Palgrave MacMillan, New York.

Connick, Sarah, and Judith Innes. 2003. Outcomes of Collaborative Water Policy Making: Applying Complexity Thinking to Evaluation. Journal of Enviromental Plan-ning and Management, Vol. 46 pp. 177-97.

Creswell, W. John. 2005. Educational Rese-arch: Planning, Conducting, and Evalua-ting Quantitative and Qualitative Research. Pearson Education International. New Jer-sey. USA.

Downloads

Published

2014-12-18

Issue

Section

Articles