Studi Fenomenologi Regulasi Emosi Guru Pembimbing Khusus di Sekolah Inklusi Yogyakarta

Authors

  • Puji Astutik Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
  • Fx Wahyu Widiantoro Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
  • Ayu Gigih Rizqia Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.30996/fn.v34i1.132057

Keywords:

regulasi emosi, guru pembimbing khusus, anak berkebutuhan khusus, sekolah inklusi

Abstract

Sekolah inklusi di Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami perkembangan pesat dan membutuhkan tenaga pendidik yang mampu menghadapi kompleksitas karakteristik anak berkebutuhan khusus (ABK). Guru pembimbing khusus (GPK), yang merupakan guru SLB yang ditugaskan ke sekolah inklusi oleh Dinas Pendidikan, menghadapi tantangan emosional akibat karakter siswa yang beragam, ekspektasi tinggi dari orang tua, serta kurangnya dukungan kolaboratif. Tantangan ini menuntut kemampuan regulasi emosi yang baik, namun kajian mendalam mengenai pengalaman dan dinamika regulasi emosi pada GPK masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tahapan regulasi emosi dan faktor-faktor yang memengaruhi proses tersebut ketika GPK menghadapi tantangan emosional. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain fenomenologis. Subjek penelitian terdiri dari tiga orang GPK yang bertugas di tiga sekolah dasar inklusi yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek memiliki kemampuan regulasi emosi yang baik dengan tahapan yang bervariasi. Selain itu, faktor-faktor yang memengaruhi regulasi emosi mencakup budaya, nilai religiusitas, dan usia. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya dukungan emosional dan pelatihan regulasi emosi bagi GPK di sekolah inklusi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bintamur, D. F. (2023). Resiliensi sebagai mediator antara strategi regulasi emosi cognitive reappraisal dan kepuasan hidup. Jurnal Ilmiah Psikologi Mind Set, 14(1), 58–68.
Cahyaningtyas, H., Dale, A. A., Karimah, F. N., & Caesaria, I. (2020). Kebahagiaan pada guru sekolah luar biasa (SLB). Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi, 5(1), 93–102. https://doi.org/10.23917/indigenous.v5i1.11133
Galuh Shisilia, S., & Oktaviana, M. (2024). Pengaruh regulasi emosi terhadap subjective well-being pada guru SLB. Journal on Education, 06(04), 21576–21588.
Gratz, K. L., & Roemer, L. (2004). Multidimensional assessment of emotion regulation and dysregulation: development, factor structure, and initial validation of the difficultiesin emotion regulation scale. Journal of Psychopathology and Behavioral Assessment, 26, 41–54.
Gross, J. J., & John, O. P. (2007). Individual differences in two emotion regulation processes: Implications for affect, relationships, and well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 85(2), 348–362.
Hanani, M., & Harsono, Y. T. (2024). Gambaran strategi koping pada guru pendamping khusus. Jurnal Flourishing, 4(9), 449–469. https://doi.org/10.17977/10.17977/um070v4i92024p449-469
Hasan, L. M. U., Nurharini, F., & Hasan, I. N. H. (2024). Kolaborasi antara guru bahasa arab, orang tua dan terapis dalam mendukung pembelajaran bahasa arab anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Journal of Practice Learning and Educational Development, 4(1), 44–54. https://doi.org/10.58737/jpled.v4i1.260
Hasanah, U., & Alivia, B. (2023). Regulasi emosi guru kelas dalam menangani anak berkebutuhan khusus. IDEA: Jurnal Psikologi, 7(1). https://doi.org/10.32492/idea.v7i1.7107
Hija, Q. M., & Harsiwi, N. E. (2024). Kolaborasi antar guru dalam mendukung proses pembelajaran siswa berkebutuhan khusus adhd. In ABUYA: Jurnal Pendidikan Dasar (Vol. 2). https://doi.org/10.52185/abuyaVol2iss2Y2024438
Karaben, G. A., & Kustanti, E. R. (2020). Hubungan antara regulasi emosi dengan perilaku prososial guru di slb negeri semarang. In Jurnal Empati (Vol. 9, Issue 4). https://doi.org/https://doi.org/10.14710/empati.2020.28953
Lewis, M. D., & Haviland Jones, J. M. (2008). Handbook of Emotion Third Edition (3rd ed). Guilford Press.
Lumbantoruan, H., Susanti, C., Chandrawin, I. F., Suryani, S., Mirza, R., & Hasibuan, M. F. (2024). Regulasi emosi shadow teacher dalam membimbing anak autis di sekolah TK Maitreyawira Deli Serdang. Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K, 5(1), 286–291. https://doi.org/10.51849/j-p3k.v5i1.306
Maharani Swastika, G., & Prastuti, E. (2021). Perbedaan regulasi emosi berdasarkan jenis kelamin dan rentang usia pada remaja dengan orangtua bercerai. Psikologika: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi, 26(1), 19–34. https://doi.org/10.20885/psikologika.vol26.iss1.art2
Miles, M. B., & Huberman, A. Michael. (1994). An Expanded Sourcebook: Qualitative Data Analysis. Sage Publications.
Muqarrama, R., & Hatimah, N. A. (2024). Gambaran burnout pada guru pendamping untuk anak berkebutuhan khusus di TK Madania. Sulawesi Tenggara Educational Journal, 4(1), 1–5. https://doi.org/10.54297/seduj.v4i1.623
Nuriza, N., Maisuun, F., & Darmawanti, I. (2023). Gambaran strategi coping pada pengangguran perempuan dewasa awal. Jurnal Penelitian Psikologi, 10(02), 80–102. https://doi.org/10.26740/cjpp.v10i2.53388
Nursanti, E., Gadis, N., & Hariyanto, L. (2022). Religiusitas dengan regulasi emosi pada ibu single parent. IDEA: Jurnal Psikologi, 5(2), 65–72. https://doi.org/10.32492/idea.v5i2.5201
Pambayun, S. P., & Rosyidi, Z. (2023). The ability of emotional regulation in teachers of children with special needs in SLB Al-Cusnaini Sidoarjo. Jurnal Pendidikan Inklusi, 7(1), 021–030.
Rahman, Mustafa, M., Angriani, S., & M, Y. (2023). Pemberian teknik relaksasi nafas dalam untuk menurunkan emosi pasien dengan risiko perilaku kekerasanRumah Sakit Umum Daya Makassar. Jurnal Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar, 14(1). https://doi.org/10.32382/jmk.v14i1.3326
Ramania, I., & Dwi Wardhani, J. (2023). Implementasi metode reward dan punishment dalam memperkuat kematangan emosional anak usia dini. Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 400–415. https://doi.org/10.37985/murhum.v4i2.323
Ramdan Samadi, M., Nurishlah, L., Sri Mulyani, A., & Sabili Bandung, S. (2023). Peran regulasi emosi dalam profesionalisme guru. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1, 207–217. https://tadib.staimasi.ac.id/
Rokhim, A., & Prakoso, A. F. (2022). Pengaruh kecerdasan emosional (emotional quotient) dan literasi ekonomi terhadap kesiapan mengajar (teaching readiness). Edunomic Jurnal Pendidikan Ekonomi, 10(2), 131. https://doi.org/10.33603/ejpe.v10i2.6779
Rukhmana, T., Darwis, D., Alatas, Abd. R., Tarigan, W. J., Mufidah, Z. R., Arifin, M., & Cahyadi, N. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. CV Rey Media Grafika.
Sastra Purna, R., Pratama, W., Silawati, Y., & Angraini, F. (2024). The relationship between emotion regulation and self efficacy in shadow teachers at inclusive school in padang. Jurnal Psikologi Tabularasa, 19(1), 88–102. https://doi.org/10.26905/jpt.v19.i1.12931
Setiawan. (2020). A to Z Anak Berkebutuhan Khusus. Tim CV Jejak.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Alfabeta.
Turner, D. P. (2020). Sampling Methods in Research Design. The Journal of Head and Face Pain, 60(1), 8–12.
Wahyuni, I. W., Raihana, R., Utami, D. T., Lubis, A. N., & Anriani, E. (2021). Kecerdasan emosi dan kompetensi sosial guru paud. Aulad: Journal on Early Childhood, 4(3), 172–178. https://doi.org/10.31004/aulad.v4i3.105
Widayati, F., Fitria, H., & Fitriani, Y. (2020). Pengaruh kepuasan kerja dan loyalitas kerja terhadap kinerja guru. In Journal of Education Research (Vol. 1, Issue 3). https://doi.org/10.37985/jer.v1i3.29
Yatimah, D., Fansuri, A., Saefullah, A., & Adman, A. (2024). Pendidikan Inklusif. Bayfa Cendekia Indonesia.
Yunita, Y., Nabila, R., Safitri, R., & Fahriah, S. (2024). Resiliensi guru paud ditinjau dari regulasi emosi, usia dan masa kerja pada sekolah inklusi. As-Sibyan Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(1), 11–20.

Downloads

Published

2025-10-13

Issue

Section

Articles