MEMBONGKAR KONSTRUKSI PEREMPUAN DALAM IKLAN SUSU PELANGSING WRP BODY SHAPE
Abstract
Iklan pelangsing menciptakan konstruksi baru bagi wanita yakni tubuh sempurna.Maraknya produk-produk kecantikan semakin memperkokoh kedudukan laki-laki. Pandangan bahwa cantik adalah untuk memuaskan lelaki. Beragamnya produk semakin tidak membantu wanita menjadi dirinya sendiri. Produk-produk tersebut justru ingin menyeragamkan wanita. Pandangan mengenai perempuan cantik tak lepas dari kriteria sempurna: tubuh langsing, tinggi semampai, berisi, dan cantik. Laki-laki sebagai subyek yang harus menang. Iklan WRP menunjukkan bahwa konstruksi atas tubuh perempuan merupakan cara untuk menyeragamkan perempuan. Produk kosmetik terus digencarkan untuk membuat wanita cantik seperti apa yang ingin disampaikan dan membuat wanita tidak ada pilihan lagi. Perempuan bukan lagi dipandang sebagai perempuan, tapi disamakan dalam sebuah konstruksi. Iklan WRP secara tidak langsung telah melakukan upaya mendisiplinkan bagian tubuh perempuan. Iklan berusaha mendikte apa yang seharusnya dikonsumsi masyarakat dengan menumbuhkan wants dan need perempuan. Agar perempuan tunduk pada nilai-nilai yang ada. Padahal realitas yang ditawarkan adalah semu. Keyword: iklan susu pelangsing, konstruksi, patriarkiDownloads
References
Camalia, M. (2015). Toponimi Kabupaten Lamongan (Kajian Antropologi Linguistik). PAROLE: Journal of Linguistics and Education, 5(1), 74. https://doi.org/10.14710/parole.v5i1.8625
Fauziyyah, N. H. (2016). Toponimi Desa-Desa di Kabupaten Gunung Kidul. http://badanbahasa.kemdikbud.go.id.
KBBI. (2012). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kemendikbud.go.id. https://kbbi.kemdikbud.go.id/
Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik (edisi keempat). Gramedia Pustaka Umum, Jakarta. https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=gKNLDwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA1&ots=tecM8DpRkF&sig=_7tamPUmX8xsTeaM8ZG7M6rZ8hE&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false
Miles, M.B., dan H. (1994). Qualitative Data Analysis, a Sourcebook of New Methods (Tjejep Rohendi Rohidi. Terjemahan. California: SAGE Publications. Buku asli diterbitkan tahu 1984.
Muhajir, N. (1990). Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Rake Sarasin.
Rais. (2008). Toponimi Indonesia : sejarah budaya yang panjang dari pemukiman manusia dan tertib administrasi (p. 277). Jakarta : Pradnya Paramita. https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=350990#
Robert, S. (2015). Pendekatan Antropolinguistik Terhadap Kajian Tradisi Lisan. RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa, 1(1), 94–107. https://doi.org/10.22225/jr.1.1.105.1-17
Septiani, Y., Itaristanti, I., & Mulyaningsih, I. (2020). Toponimi Desa-Desa di Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan. Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(1), 58. https://doi.org/10.33603/deiksis.v7i1.2219
Sugiri, E. (2000). Faktor dan Bentuk Pergeseran Pandangan Masyarakat Jawa Dalam Proses Pemberian Nama Diri: Kajian Antropologi Linguistik. Wahana Tridarma.
Sugiri, E. (2003). Persfektif Budaya Perubahan Nama Diri Bagi WNI Keturunan Tionghoa di Wilayah Pemerintah Kota Surabaya. 54–68.
Yayat, S. dkk. (2009). Toponimi Jawa Barat (berdasarkan cerita rakyat). Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.
Prabasmoro, A. P. (2006). Kajian Budaya Feminis. Yogyakarta: Jalasutra.
Tomagola, Tamrin A. (1990). Indonesian Woman Magazine as an Ideological
Medium.London: University of Essex
Wolf, Naomi. (2004). Mitos Kecantikan Kala Kecantikan Menindas Perempuan. Bandung:
Niagara