PRANATA DAN KELEMBAGAAN SOSIAL PADA KOMUNITAS PETANI
Abstract
This paper is a reflection of the revitalization of social institutions and community institutions in the region of South Konawe Regency using a qualitative approach that is related to community studies. The results show that agricultural business bags are geographically segmented according to ethnic diversity. The migrant community from Sounth Sulawesi is more interested in choosing cacao plants as a plantation business in Wawobende Village. While the transmigrant community from Bali is often found in the village of Tridana Mulya is cunning to cultivate rice fields. While The local community is more likely to choose pepper crops (maricca) that commonly found in the village of Asaria as the most underdeveloped rural areas in the Landono district of South Konawe Regency. While the institutions and social institutions in all communities have shifted, it is necessary to fundamentally reconstruct and revitalize efforts. KeyWords: Institutions, Social Institutions, Organitations, Communities and Agriculture.Downloads
References
Aneta, Asna, (2010), Implementasi Kebijakan Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) di Kota Gorontalo, Gorontalo, Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Publik Vol 1 Nomor 1. Universitas Negeri Gorontalo.
Duncan Jr. Mac Rae and Wilde A. James. (1979), Policy Analysis For Public Decision, London: University Press Of America.
Dunn Willian N., (2018), Public Policy Analysis: An Integrated Approach Sixfthedition, New York: Routledge.
Edwards III, George C. (1980), Implementing Public Policy. Washington DC: Congressional Quarterly Press.
Keputusan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Nomor 1824K/30/MEM/2018 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat. Mardikanto Totok, Soebiato Poerwoko. (2015), Pemberdayaan Masyarakat dalam perspektif Kebijakan Publik. Cetakan ketiga. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Masruri, Imam Muazansyah. (2017), Analisis Efektifitas Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP). Jurnal ilmu Pemerintahan dan Kebijakan Publik Volume 4 Nomor 2. Universitas Muhammdiyah Yogyakarta. Mubarak Zaki. (2010), Evaluasi Pemberdayaan Masyarakat Ditinjau Dari Proses Pengembangan Kapasitas Pada Kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan Di Desa Sastrodirjan Kabupaten Pekalongan. Universitas Diponegoro. Nugroho Riant. (2017), Public Policy. Edisi Lima. Jakarta: Penerbit PT. Elex Media Komputindo.
Rangkuti Freddy. (2006), Teknik Membedah Kasus Bisnis, Analisis SWOT, Cara Perhitungan Bobot, Rating, dan OCAI. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Sumaryo Gitosaputro, Kordiyana K. Rangga, Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat; Konsep, Teori dan Aplikasinya di Era Otonomi Daerah. Yogyakarta: Graha Ilmu. Sururi Ahmad. (2015), Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak. Jurnal Sawala Vol. 3 No. 2 (Januari-April 2015). Wahydi Aji. (2016), Implementasi rencana strategis badan pemberdayaan masyarakat dan desa dalam upaya pengembangan badan usaha milik desa di kabupaten kotawaringin barat. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik Volume 2, Nomor 2. Fakultas Ilmu Administrasi: Universitas Brawijaya Zubaedi, (2014), Pengembangan Masyarakat: Wacana dan Praktik, Jakarta: Penerbit Kencana. Jans Wilianto Nasila (2014), Efektivitas Program Daerah Pemberdayaan Masyarakat (PDPM), Studi Tentang Penanggulangan Kemiskinan Di Kelurahan Mamboro Kecamatan Palu Utara Kota Palu. Jurnal Academica Volume 6. Nomor 2 Oktober 2014. ISSN 1411- 3341. FISIP Untad Nugroho Dimas Alif Budi., M. Saleh Soeaidy, Minto Hadi. (2013), Implementasi Program Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Keterampilan Dasar (Studi Di Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya). Jurnal Administrasi Publik (JAP), Volume 1, Nomor 5, Hal. 862-871.
Ihromi, T.O.1999. Pokok-Pokok Antropologi Budaya. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Liliweri, Alo. 2003. Makna Budaya Dalam Komunikasi Antar Budaya. Yokyakarta : LKIS.
Manners, A. Robert dan Kaplan David. 2002. Teori Budaya, Diantar oleh Dr. PM. Laksono.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Peribadi, et. Al,. 2016. Institutional and Capacity Building Rural Social Institutions, IJISET
- International Journal of Innovative Science, Engineering & Technology, Vol.
Issue 2, February 2016.
Poerwanto, Roedhy. 2008. Membangun Pertanian Masa Depan: Meraih Keunggulan
pertanian Indonesia, dalam buku Pemikiran Guru Besar Institut Pertanian
Bogor, Perspektif Ilmu-ilmu Pertanian dalam Pembangunan Nasional, Penebar
Swadaya. Bogor: Ikapi.
Rajagukguk, Herman. 1995. Hukum Agraria, Pola Penguasaan Tanah dan Kebutuhan
Hidup. Jakarta: Chandra Pratama.
Scott C. James, 1981. Moral Ekonimi Petani. Jakarta: LP3ES.
Selomah, Nur, Jabal, H. 2006. Catatan Harian, Tidak Dipublikasi, Kendari-Sultra.
Steward, H. Julian, 1950. Area Research, Theory and Practice, Social Science Research
Council, 230 Park Avenue, New York 17.
Sugandhi, Ayi. 2008. Pedoman Teknis Perencanaan Partisipatif PJM Pronangkis,
PMU/Proyek,P2KP.www.p2kp.org/pustaka/files/modul_pelatihan08/D/1/e/Modul
-Pembangunan-Partisipatif.pdf).
Sumijati, AS (Ed.). 2001. Manusia dan Dinamika Budaya, dari kekerasan Sampai
Baratayuda. Yogyakarta: Fakultas Sastra UGM, Kerjasama dengan Bigraf
Publishing.
Tarimana, Abdurrauf. 1993. Kebudayaan Tolaki. Jakarta: Balai Pustaka.
Tjondronegoro, M.P. Sediono. 1999. Sosiologi Agraria, Kumpulan Tulisan Terpilih,
Penyunting: Sitorus, Felix dan Wiradi Gunawan. Bogor : Yayasan Akatiga, IPB.
Wolf, R. Eric. 1983. Petani, Suatu Tinjauan Antropologi. Jakarta: CV. Rajawali.