Psychological Well-Being pada Masa Quarter Life Crisis, Bagaimana Peran Resiliensi?

Penulis

  • Anastasia Puji Pratiwi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Tatik Meiyuntariningsih Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Hetti Sari Ramadhani Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Kata Kunci:

Resiliensi, Psychological Well-being, Quarter Life Crisis

Abstrak

Abstract
Everyone undergoes the cycle of life and passes through various stages of development throughout their journey, including the early adulthood period (20-30 years), which is vulnerable to feelings of confusion, uncertainty, and pressure in determining life direction, referred as quarter life crisis. This study aims to identify the positive correlation between resilience and psychological well-being in individuals experiencing a quarter-life crisis. The population consists of 147 individuals, analyzed using Pearson Product Moment (r = 0.842), indicating a positive correlation between resilience and psychological well-being. Resilience accounts for 70.9% of psychological well-being.

Keywords: Resilience, Psychological Well-being, Quarter Life Crisis

 


Abstrak
Setiap orang akan menjalani siklus kehidupan dan melintasi berbagai tahap perkembangan sepanjang perjalanan hidupnya, termasuk menghadapi periode dewasa awal (20-30 tahun) yang rentan merasa kebingungan, ketidakpastian, dan tekanan dalam menentukan arah hidup, dikenal sebagai quarter life crisis. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi korelasi positif antara resiliensi dengan psychological well-being pada individu yang mengalami quarter life crisis. Populasinya ialah 147, dan dianalis melalui Pearson Product Moment (r= 0,842), sehingga resiliensi dengan psychological well-being berkorelasi secara positif, Sumbangan efektif resiliensi sebesar 70,9% kepada psychological well-being.
Kata kunci: Resiliensi, Psychological Well-being, Quarter Life Crisis

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Alifah, S., & Viena, Y. (2024). Hubungan Antara Psychological Well Being Dengan Quarter Life Crisis Pada Dewasa Awal Yang Bekerja di Kecamatan Setu. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(7).
Burns, R. (2016). Psychosocial well-being. Encyclopedia of geropsychology, 3, 13-17.
Connor, K. M., & Davidson, J. R. (2003). Development of a new resilience scale: The Connor-Davidson resilience sca,le (CD-RISC). Depression and anxiety 18 (2), 76-82.
Fatchurrahmi, R., & Urbayatun, S. (2022). Peran Kecerdasan Emosi terhadap Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Tingkat Akhir. Jurnal psikologi teori dan terapan, 13(2), 102- 113.
Jannah, M., Kamsani, S. R., & Ariffin, N. M. (2021). Perkembangan usia dewasa: tugas dan hambatan pada korban konflik pasca damai. Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak, 7(2), 114-143.
Prabowo, A. (2016). Kesejahteraan psikologis remaja di sekolah. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 4(2), 246-260.
Pratama, A. F., & Murtiyani, N. (2023).HUBUNGAN RESILIENSI DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA LANJUT USIA. Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan, 2(2), 90-99.
Reivich, K., & Shatté, A. (2002). The resilience factor: 7 essential skills for overcoming life's inevitable obstacles. Broadway books
Rifai, M., & Kamaratih, D. (2021). Hubungan antara Resiliensi dengan Tingkat Kesejahteraan Psikologis Klien Rehabilitasi Narkoba di Badan Narkotika Nasional Kota Samarinda. Borneo Studies and Research, 3(1), 1108-1113.
Riyanto, A., & Arini, D. P. (2021). Analisis deskriptif quarter-life crisis pada lulusan perguruan tinggi Universitas Katolik Musi Charitas. Jurnal Psikologi Malahayati, 3(1), 12-19.
Rojas, L. F. (2015). Factors affecting academic resilience in middle school students: A case study. Gist: Education and Learning Research Journal, (11), 63-78.
Santrock, John W. (2011). Life Span Development Thirteenth Edition. New York: McGraw- Hill
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,. Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-12-12

Terbitan

Bagian

Articles