JPAP: Jurnal Penelitian Administrasi Publik https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jpap Jurnal Penelitian Administrasi Publik (JPAP) is a journal of public administration that online managed and periodically published in twice a year. JPAP was first published in 2015. This journal is valuable source of knowledge for the following people: academics, practitioners, students, goverment, and private companies ISSN (Online) : 2460-1586 JPAP has been accredited with sinta 5 en-US <p dir="ltr">Authors whose manuscript is published will approve the following provisions:</p><ol><li dir="ltr"><p dir="ltr">The right to publication of all journal material published on the JPAP website is held by the editorial board with the author's knowledge (moral rights remain the property of the author).</p></li><li dir="ltr"><p dir="ltr">The formal legal provisions for access to digital articles of this electronic journal are subject to the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA) license, which means Jurnal Persona reserves the right to store, modify the format, administer in database, maintain and publish articles without requesting permission from the Author as long as it keeps the Author's name as the owner of Copyright.</p></li><li dir="ltr"><p dir="ltr">Printed and electronic published manuscripts are open access for educational, research and library purposes. In addition to these objectives, the editorial board shall not be liable for violations of copyright law.</p></li></ol> didarahma@untag-sby.ac.id (Dida Rahmadanik) yusufhari@untag-sby.ac.id (Yusuf Hariyoko) Thu, 26 May 2022 05:20:00 +0000 OJS 3.1.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pengukuran Kinerja Kesehatan Masyarakat Dalam Konstelasi Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Daerah https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jpap/article/view/4742 <p><em>Pembangunan kesehatan masyarakat menjadi salah satu pondasi untuk penanganan pandemi di dunia. Secara khusus untuk Indonesia, sektor kesehatan merupakan salah satu urusan yang didesentralisasikan sehingga pembangunan kesehatan masyarakat merupakan kewenangan daerah. Untuk mengukur pembangunan kesehatan masyarakat, Kementerian Kesehatan sebagai leading sector memiliki Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) sebagai indikator kinerja. Di sisi lain, Kementerian Keuangan yang memiliki peran penting dalam distribusi anggaran ke daerah melakukan pengukuran kinerja pemerintah daerah melalui Indeks Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kedua indikator kesehatan masyarakat dengan indikator yang umum digunakan dalam manajemen kinerja di Indonesia, yaitu SAKIP, dalam ruang lingkup kinerja pemerintah daerah. Berdasarkan uji beda yang dilakukan diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan antara Indeks Kesehatan dan IPKM serta terdapat perbedaan antara Indeks Kesehatan maupun IPKM dengan nilai SAKIP. Penelitian ini merekomendasikan penguatan IPKM sebagai indikator kinerja kesehatan masyarakat yang dapat digunakan oleh Kementerian Keuangan dalam manajemen kinerja pemerintah daerah sekaligus untuk mengevaluasi pemanfaatan TKDD untuk sektor kesehatan.</em></p> Alexander Arie Sanata Dharma ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jpap/article/view/4742 Wed, 25 May 2022 00:00:00 +0000 Transparansi Pengelolaan Dana Desa di Desa Cangkringrandu Kecamatan Perak Kabupaten Jombang https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jpap/article/view/5923 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan transparansi pengelolaan dana desa di Desa Cangkringrandu Kecamatan Perak Kabupaten Jombang. Karena melihat dari banyaknya kasus-kasus mengenai tidak transparannya pengelolaan keuangan desa di desa masing-masing khususnya dana desa. Permasalahan ini tentunya dapat diminimalisir jika semua pihak mendukung adanya pemerintahan yang bersih baik dari masyarakat yang ikut dalam pelaksanaan program desa ataupun pengawasannya. Penelitian ini menggunakan teori menurut Institute for Democracy in South Africa (IDASA). Penerapan transparansi pengelolaan dana desa dapat dilihat dari ada tidaknya kerangka kerja hukum bagi transparansi, adanya akses masyarakat terhadap transparansi anggaran dan adanya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan keuangan desa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Jenis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Transparansi Pengelolaan Dana Desa di Desa Cangkringrandu Kecamatan Perak Kabupaten Jombang sudah transparan. Transparansi pengelolaan dana desa dapat dilihat dari 1) Ada tidaknya kerangka kerja hukum bagi transparansi, 2) Adanya akses masyarakat terhadap transparansi anggaran, 3) Adanya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan keuangan desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transparansi pengelolaan dana desa di Desa Cangkringrandu Kecamatan Perak Kabupaten Jombang sudah transparan namun belum optimal.</em></p> Yulia Nurjanah, Diana Hertati ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jpap/article/view/5923 Thu, 26 May 2022 05:03:31 +0000 Efektivitas PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) Dalam Pelayanan Administrasi Pertanahan Di Kota Batu https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jpap/article/view/5747 <p align="center"><strong><em>Abstract:</em></strong></p><p><em>The PTSL program launched by the central government is like a breath of fresh air for the people of Batu City, where the community is greatly helped in terms of the ease of obtaining land certificates. However, in the general PTSL implementation process as regulated in PP 24 of 1997, there are several irregularities and problems, particularly related to administration which does not require a transfer deed. This study uses a qualitative approach with a SWOT analysis technique. The analysis is carried out based on maximizing strengths and opportunities, but at the same time minimizing weaknesses and threats. In conclusion, the village as the spearhead of the implementation of the PTSL program has different problems, both in terms of resources and technical aspects, namely, (1) Extension or socialization that is not comprehensive because the counseling process is carried out individually on the RT RW committee. (2) Issuance of certificates of property rights whose issuance still contains several errors. 3) There are internal problems within the Village level committee team which result in obstacles in the form of a decrease in service quality. (4) There is no certainty regarding the completion period for the issuance of the Certificate of Ownership which is announced to the public or the issuance is delayed from the schedule. Then suggestions that can be given are efforts to improve infrastructure, increase human resource capacity and be more active in conducting socialization activities both to the community and village officials, which should be carried out by the Batu City Government, in this case the Batu City Land Office.</em></p><p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Effectiveness, PTSL, Service, Administration<strong></strong></em></p><p align="center"><strong><em> </em></strong></p><p align="center"><strong><em>Abstrak:</em></strong></p><p><em>Program PTSL yang dicanangkan oleh pemerintah pusat seperti menjadi angin segar bagi masyarakat Kota Batu, dimana masyarakat menjadi sangat terbantu dalam kaitannya kemudahan pengurusan sertifikat tanah. Namun, Pada proses penyelenggaraan PTSL secara umum sebagaimana diatur dalam PP 24 Tahun 1997 terdapat beberapa penyimpangan dan permasalahan, khususnya terkait administrasi yang tidak memerlukan adanya akta peralihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis SWOT. Analisis dilakukan dengan didasarkan kepada pemaksimalan kekuatan (strength) dan peluang (opportunities), namun secara bersamaan juga meminimalkan kelemahan (weakness) dan ancaman (threats). Kesimpulan, desa sebagai ujung tombak pelakasnaan program PTSL mempunyai problem yang berbeda beda baik dari segi sumberdaya maupun teknis yakni, (1) Penyuluhan atau sosialisasi yang kurang menyeluruh dikarekan proses penyuluhan yang dilaksanakan secara individu pada panitia RT RW. (2) Penerbitan sertifikat hak milik yang penerbitannya masih terdapat beberapa kesalahan. 3) Adanya permasalahan internal dalam tim panitia tingkat Desa yang mengakibatkan adanya hambatan berupa penurunan kualitas pelayanan. (4) Tidak adanya kepastian mengenai jangka waktu penyelesaian penerbitan Sertifikat Hak Milik yang diumumkan kepada masyarakat atau penerbitan mundur dari yang sudah dijadwalkan. Kemudian saran yang dapat diberikan yakni upaya perbaikan infrastruktur, peningkatan kapasitas sumberdaya manusia dan lebih aktif dalam melakukan kegiatan sosialisasi baik kepada masyarakat maupun petugas dari pihak desa harus dilakukan oleh pemerintah kota batu dalam hal ini adalah Kantor Pertanahan kota batu.</em></p><p><strong><em>Kata Kunci:</em></strong><em> Efektivitas, PTSL, Pelayanan, Administrasi</em></p> Langgeng Rachmatullah Putra, Taufiq Rahman Ilyas, Benny Krestian Heriawanto ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jpap/article/view/5747 Thu, 26 May 2022 23:19:25 +0000 PENGARUH KOMPETENSI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PERSONEL (Studi Kasus pada KRI XYZ) https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jpap/article/view/5588 <p><em>The research </em><em>was implemented by author to </em><em>examine the </em><em>relation </em><em> of competence</em><em> and </em><em>work motivation to the personel performance</em><em> in order to accomplish work daily</em><em>. The analysis will use approaches quantitative method in which some data will be collected </em><em>from</em><em> field research and some theories. Field research will take place in </em><em>a warship xyz</em><em>. The author will </em><em>arrange</em><em> analysis</em><em> which is </em><em>use</em><em>d </em><em>regrresion analysis to examine the correlation personel competence</em><em> and</em><em> work motivat</em><em>ion</em><em> </em><em>to</em><em> the personel performance</em><em> by partially and simultaneously</em><em>. The correlation from competence to personel performance is 0,5</em><em>2</em><em>, </em><em>it means </em><em>competence has correlation and influence to the personel performance</em><em>.</em><em> </em><em>T</em><em>he result of correlation analysis from work motivation to personel performance is 0,615</em><em>,</em><em> </em><em>i</em><em>t has meaning that work motivation has strong correlation and </em><em> give </em><em>influence to the personel performance. Regression linear analysis showed</em><em> </em><em>the value of t table from work motivation bigger than t table of competence to the personel performance, it means that work motivation has influence stronger than competence to the personel performance.</em><em></em></p> andi sulistiono, Budi riyanto, Sri Wahyuni ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jpap/article/view/5588 Sat, 04 Jun 2022 01:37:44 +0000 Inovasi The Gade Clean & Gold Pada Bank Sampah Mutiara Di Kota Pekanbaru https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jpap/article/view/5746 <em>This research is motivated by the existence of a new innovation related to waste management which aims to change the mindset of the community towards waste so that people know that waste can also be useful and has value and to increase citizens' interest in waste banks that can provide benefits to the community, one of which is in the form of  long term investment.  And with the innovation of this waste bank, it can reduce environmental pollution caused by the accumulation of indiscriminate garbage. The purpose of this study is to find out the innovation that is the Gade Clean and Gold at the Pearl Waste Bank of Pekanbaru City and identify the factors that hinder the innovation.  This study uses a qualitative research method approach.  The research data was obtained directly from the results of observations and interviews with informants and interactive data analysis. The results of this study explain that the innovation of the gade clean and gold at the pearl waste bank in the city of Pekanbaru is not optimal, this can be seen from several inhibiting indicators in the form of limited facilities and infrastructure such as press machines, chopping machines and waste storage warehouses and limited human resources that make  the waste at the pearl bank that is received is not managed by the waste bank but is resold to the vendor</em> Disa Gushilda, Febri Yuliani, Hasim Asari ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jpap/article/view/5746 Sun, 26 Jun 2022 18:45:24 +0000