https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jpm17/issue/feed JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2022-08-30T03:04:48+00:00 Dheny Jatmiko, S.Hum., M.A. jpm17@untag-sby.ac.id Open Journal Systems <p>&nbsp;</p> <div class="container"> <p><strong>JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat</strong> is a peer-reviewed and open acess journal accomodating researchers, academicians, scholars and students around the world to share theoretical, empirical knowledgeand innovative concepts adopted from high quality direct implementation projects in wide area of disiplines and represent the areas of Economics, Civics, Law Sciences, Social &amp; Humaniora Sciences, Psychological Sciences, Physical Sciences, Earth Sciences, Chemical Sciences, Language Studies, Literary Studies, Cultural Studies, Library and Information Sciences, Management, Marketing and Engineering. The JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat is a unique platform where people can sense the quality of strategies, inovations, empirical projects implemented throughout reality of social life. Severe reviewed theoretical as well as empirical projects can be submitted for publication, therefore only unpublished and authenthic work is considered for publication projected to produce quality problem solving atmosphere overcoming social problems worldwidely. The JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat publish only submitted manuscripts that has been verified through plagiarism screening, that is why quality and novelty manuscipt is given highest priority. The existence of this journal serves a leading platform for academician and practinionaires all over the world to synchronize and share their strategies, inovations, empirical work pursuing to the initiative development and application of research and technology, furthermore the aim of this journal can provide solutions to improve social welfare around the world.</p> </div> https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jpm17/article/view/6972 DIGITALISASI MARKETING DALAM PENGUATAN UMKM KERAJINAN DI ERA NEW NORMAL DESA PLUNTURAN KABUPATEN PONOROGO 2022-08-19T03:09:51+00:00 Muhammad Roisul Basyar roisulbasyar@untag-sby.ac.id Matnor Aripindi matnor.aripindi@gmail.com Bintang Agung Prabowo bintangagungprabowo96@gmail.com Tiara Salsabillah Ulfa tsalsabillah3@gmail.com Veirent Elizabeth Agustin veirentelizabeth08@gmail.com Selfya Rusdyanti Dewi selfy8f27@gmail.com Munawwaroh Munawwaroh munawwaroh993@gmail.com <p>Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo adalah sebuah desa yang sedang berusaha untuk membangun desa berdasar potensi desa. Kesepakatan menetapkan Desa Plunturan sebagai Desa Wisata Budaya telah dideklarasikan pada bulan Januari 2019. Desa ini memiliki banyak potensi kebudayaan terutama kebudayaan yang berbasis pada Budaya Jawa, desa ini memiliki beberapa kelompok seni pertunjukan yang cukup terkenal yaitu tari Reyog mulai reyog anak-anak, reyog taruna, reyog putri, dan reyog ompong. Selain kesenian di Desa Plunturan ini terdapat pengrajin peralatan kesenian dan UMKM, salah satu dari beberapa pengrajin Desa Plunturan Kabupaten Ponorogo yaitu pengrajin dadak merak, pengrajin kendang, pengrajin tas kain, pengrajin curug gentong, dan masih banyak lagi kegiatan lainnya. Permasalahan terkait UMKM kerajinan di Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo dikarenakan beberapa faktor yaitu rendahnya promosi UMKM kerajinan di desa tersebut, pengelolaan kerajinan yang kurang optimal, serta industri kreatif UMKM yang belum mendapatkan perlindungan secara hukum. Divisi UMKM kerajinan melakukan metode pelaksanaan dengan survei awal di lapangan terlebih dahulu, kemudian melakukan pengumpulan data serta identifikasi masalah melalui metode wawancara dengan perangkat desa, observasi dan dilanjutkan dengan pengembangan aspek penunjang untuk peningkatan profil bisnis UMKM di sektor wisata budaya di Desa Plunturan Kabupaten Ponorogo.</p> <p><strong>Kata Kunci </strong>: UMKM, Kerajinan, Plunturan</p> <p>Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo adalah sebuah desa yang sedang berusaha untuk membangun desa berdasar potensi desa. Kesepakatan menetapkan Desa Plunturan sebagai Desa Wisata Budaya telah dideklarasikan pada bulan Januari 2019. Desa ini memiliki banyak potensi kebudayaan terutama kebudayaan yang berbasis pada Budaya Jawa, desa ini memiliki beberapa kelompok seni pertunjukan yang cukup terkenal yaitu tari Reyog mulai reyog anak-anak, reyog taruna, reyog putri, dan reyog ompong. Selain kesenian di Desa Plunturan ini terdapat pengrajin peralatan kesenian dan UMKM, salah satu dari beberapa pengrajin Desa Plunturan Kabupaten Ponorogo yaitu pengrajin dadak merak, pengrajin kendang, pengrajin tas kain, pengrajin curug gentong, dan masih banyak lagi kegiatan lainnya. Permasalahan terkait UMKM kerajinan di Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo dikarenakan beberapa faktor yaitu rendahnya promosi UMKM kerajinan di desa tersebut, pengelolaan kerajinan yang kurang optimal, serta industri kreatif UMKM yang belum mendapatkan perlindungan secara hukum. Divisi UMKM kerajinan melakukan metode pelaksanaan dengan survei awal di lapangan terlebih dahulu, kemudian melakukan pengumpulan data serta identifikasi masalah melalui metode wawancara dengan perangkat desa, observasi dan dilanjutkan dengan pengembangan aspek penunjang untuk peningkatan profil bisnis UMKM di sektor wisata budaya di Desa Plunturan Kabupaten Ponorogo.</p> <p><strong>Kata Kunci </strong>: UMKM, Kerajinan, Plunturan</p> 2022-08-19T02:03:33+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jpm17/article/view/6887 PENDAMPINGAN IAI JAWA TIMUR DAN IAI MALANG UNTUK IMPLEMENTASI DESAIN HUNTARA DIRELOKASI APG SEMERU 2022-08-19T03:03:56+00:00 Fanti Nadinia Marini fanthinia12@gmail.com <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pulau Jawa yang&nbsp; dihuni&nbsp; lebih&nbsp; dari&nbsp; 60%&nbsp; penduduk&nbsp; Indonesia memiliki gunung api tidak kurang 25 gunung. Di Jawa&nbsp; Timur,&nbsp; salah&nbsp; satu&nbsp; gunung&nbsp; api&nbsp; yang&nbsp; tergolong paling aktif adalah gunung Semeru, yang terletak di dua&nbsp;&nbsp;&nbsp; wilayah yaitu&nbsp;&nbsp;&nbsp; kabupaten&nbsp;&nbsp;&nbsp; Lumajang&nbsp;&nbsp;&nbsp; dan kabupaten&nbsp;&nbsp; Malang. Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Senin, 20 Desember 2021.&nbsp; Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 11 mm dan durasi 433 detik. Permasalahan yang muncul adalah rusaknya pemukiman warga dan kehilangan lahan pemukiman relokasi APG Erupsi Semeru yang berada di desa sumbermujur kecamatan candipuro Kabupaten Lumajang&nbsp; Desain adalah terjemahan fisik mengenai aspek sosial, ekonomi, dan tata hidup manusia, serta merupakan cerminan budaya zamannya Desain adalah salah satu manifestasi kebudayaan yang berwujud, Hunian sementara (huntara) adalah tempat tinggal sementara selama korban bencana mengungsi, baik berupa tempat penampungan massal maupun keluarga, atau individual. Tujuan dibangunnya huntara untuk mengamankan pengungsi dengan menjauhkannya dari tempat bencana. Bangunan huntara yang meliputi sarana dan pra sarananya hampir semuanya bersifat non-permanen untuk menekankan fungsinya sebagai tempat tinggal pada masa transisi. Peneliti ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif dipilih karena metode ini sesuai dengan kebutuhan data yang akan diambil di lapangan, yaitu dengan mengumpulkan data-data primer dengan cara observasi ke rumah relokasi APG Semeru, dilakukan pengamatan, dan studi literatur sejenis.Kali ini kami melakukan penelitian dengan NGO yang telah di tentukan, yaitu NGO Banser Begana dan NGO Pramuka Peduli.</p> <p>Kata kunci: <em>Bencana, Erupsi Semeru,Desain,Huntara</em></p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>The island of Java, which is inhabited by more than 60% of Indonesia's population, has no less than 25 volcanoes. In East Java, one of the most active volcanoes is Mount Semeru, which is located in two areas, namely Lumajang Regency and Malang Regency. Mount Semeru erupted on Monday, December 20, 2021. This eruption was recorded on a seismograph with a maximum amplitude of 11 mm and a duration of 433 seconds. The problems that arise are the destruction of residential areas and the loss of land for the relocation of the Semeru APG relocation located in Sumbermujur Village, Candipuro District, Lumajang Regency. Temporary shelter (huntara) is a temporary residence while disaster victims evacuate, either in the form of mass shelters or families, or individually. The purpose of the temporary shelter was to secure the refugees by keeping them away from the disaster area. The shelter building which includes almost all of its facilities and infrastructure is non-permanent to emphasize its function as a place to live during the transition period. This researcher uses qualitative research methods. The qualitative research method was chosen because this method is in accordance with the needs of the data to be collected in the field, namely by collecting primary data by observing the APG Semeru relocation house, conducting observations, and studying similar literature. determined, namely the NGO Banser Begana and NGO Pramuka Peduli.</em></p> <p><em>Keywords: Disaster, Semeru Eruption, Design, Huntara</em></p> 2022-08-19T03:01:29+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jpm17/article/view/7119 EARLY EXAMINATION OF ELDERLY HEALTH CONDITIONS AND SOCIALIZATION OF ELDERLY CARE TO THE FAMILY IN KALIBUNTU VILLAGE, KRAKSAAN, PROBOLINGGO 2022-08-19T03:31:27+00:00 Lailatul Fitriyah lailatulfitriyah15.lf@gmail.com Malihatul Lu’lu’a malihatul2018@gmail.com Qurrotul Aini qurrotulaini033@gmail.com Silviana Dewi silvianadewi719@gmail.com <p>The typical environmental conditions of the coast of Kalibuntu Village which are not kept clean, as well as frequent tidal floods in this area make the level of environmental health in Kalibuntu Village problematic. The flood caused the water in the rivers and wells of the residents to become cloudy, accompanied by the spread of garbage everywhere. In terms of elderly health, residents rely on the presence of the polindes as the fastest and easiest access to health services that are closest and financially affordable. From our collaboration with the Polindes and the Posyandu service for the elderly, the elderly in this village are quite vulnerable to respiratory diseases, stroke, cholesterol, gout, and high blood pressure. This disease is triggered by unhealthy environmental conditions and lack of ability to meet daily nutritional and nutritional needs. To help the elderly's health efforts, it is inseparable from the role of the family. From a societal perspective, the family is the basic system by which health and care behaviors are regulated, practiced, and carried out. With this condition the community service team decided to carry out a series of social activities with the aim of 1) Compiling a set of social activities to conduct an Early Examination of the Health Conditions of the Elderly, and 2) Compiling a set of social activities to conduct Socialization of Elderly Care, "Healthy Elderly", to Families elderly. This activity is expected to provide benefits in the form of: 1) Meeting the need for factual and "by the time" data regarding health conditions and health problems of the elderly, 2) Data can be used by health workers and local health policy makers to take anticipatory actions to avoid problems greater health care or responsive actions to immediately address the health problems of the elderly, 3) Socialization activities are intended to provide education for elderly families about the importance of alertness and knowledge of the health of the elderly, 4) Socialization activities are expected to be able to significantly ease the task of health workers and caregivers health policy in Kalibuntu Village, Kraksaan, Probolinggo.</p> <p>Keywords: Early Examination, Elderly, Socialization of Care.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Kondisi lingkungan khas pesisir Desa Kalibuntu yang kurang terjaga kebersihannya, serta seringnya terjadi banjir rob di wilayah ini menjadikan tingkat kesehatan lingkungan di Desa Kalibuntu bermasalah. Banjir menyebabkan air pada aliran sungai dan sumur warga menjadi keruh disertai penyebaran sampah di mana-mana. Dalam hal kesehatan lansia, warga mengandalkan keberadaan polindes sebagai akses tercepat dan mudah dalam mendapatkan layanan kesehatan yang terdekat dan terjangkau secara finansial. Dari kerjasama kami dengan polindes dan layanan posyandu lansia, lansia di desa ini cukup rentan terhadap penyakit seputar pernafasan, stroke, kolesterol, asam urat, dan darah tinggi. Penyakit ini dipicu oleh kondisi lingkungan yang tidak sehat serta kurangnya kemampuan untuk memenuhi kebutuhan isi dan nutrisi harian. Untuk membantu usaha kesehatan lansia, tidak terlepas dari peran keluarga. Dari perspektif masyarakat, keluarga adalah sistem dasar tempat prilaku kesehatan dan perawatan diatur, dilakukan, dan dijalankan. Dengan kondisi ini tim pengabdian kepada masyarakat memutuskan untuk melakukan serangkaian kegiatan sosial dengan tujuan 1) Menyusun seperangkat kegiatan sosial untuk melakukan Pemeriksaan Dini terhadap Kondisi Kesehatan Lansia, dan 2) Menyusun seperangkat kegiatan sosial untuk melakukan Sosialisasi Perawatan Lansia, “Lansia Sehat”, kepada Keluarga lansia. Kegiatan ini diharapkan untuk memberikan manfaat berupa : 1) Memenuhi kebutuhan data yang faktual dan “by the time” mengenai kondisi kesehatan dan problem kesehatan lansia, 2) Data dapat dimanfaatkan oleh tenaga kesehatan dan pihak pengampu kebijakan kesehatan setempat untuk melakukan tindakan antisipatif untuk mengindari masalah kesehatan yang lebih besar atau tindakan responsif untuk segera mengatasi masalah kesehatan lansia, 3) Kegiatan sosialisasi dimaksudkan untuk memberikan edukasi bagi keluarga lansia mengenai pentingnya kesigapan dan pengetahuan terhadap kesehatan lansia, 4) Kegiatan sosialisasi diharapkan dapat secara nyata dapat meringankan tugas tenaga kesehatan dan pihak pengampu kebijakan kesehatan di Desa Kalibuntu, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.</p> <p>Kata kunci: Lansia, Pemeriksaan Dini, Sosialisasi Perawatan.</p> 2022-08-19T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jpm17/article/view/7128 PELATIHAN PEMBUATAN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN BERDASARKAN AZAS AKUNTANSI INDONESIA DI BENGKEL “HIKMAH TEKNIK” 2022-08-26T03:57:30+00:00 Asmungi Asmungi asmungi@untag-sby.ac.id <p>Dengan berbekal sebuah mesin bubut, bengkel “Hikmah Teknik” didirikan oleh perorangan/keluarga. Seiring dengan berjalannya waktu, hingga kini telah mempunyai berbagai macam mesin produksi dengan 15 orang karyawan. Sebagaimana banyak UMKM yang lainnya, di bengkel ini juga mempunyai persoalan dengan laporan keuangannya. &nbsp;Realitanya pemilik bengkel sesekali saja membuat laporan keuangan dan dari yang jarang itu laporan yang dibuat tidak mengikuti azas akuntansi Indonesia. Tidak ada pencatatan transaksi keuangan yang memadai, pencatatan sebatas pada uang masuk dan uang keluar, hutang dan piutang. Tidak ada pembeda yang jelas mana harta perusahaan dan mana harta pribadi. Merasa sebagai pemiliki bengkel,&nbsp; pemilik selalu mengambil sebagian keuntungan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Latar belakang pendidikan pemilik bengkel yang tidak memadai menjadi alasan mengapa dia berbuat begitu. Bila hal ini berlangsung terus dikawatirkan ke depan bengkelnya tidak dapat berkemban dengan baik. Pelatihan kali ini berfokus pada bagaimana agar mitra mampu membuat laporan keuangan yang baik dan benar berdasarkan azas akuntansi Indonesia. Dan setelah 30 kali tatap muka pelatihan dilangsungkan, ternyata mitra telah bisa membuat laporan keuangan berdasarkan prinsip akuntansi Indonesia. Belum sempurna memang, tetapi sebagai Langkah awal hasil itu sudah baik. Untuk itu&nbsp; ke depan perlu tindak lanjut pelatihan yang lebih memadai.</p> <p>Kata kunci : bengkel, pelatihan, akuntansi Indonesia, laporan keuangan.</p> 2022-08-26T03:51:47+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jpm17/article/view/6868 PENDAMPINGAN UMKM DALAM PENGEMBANGAN DAN PEMASARAN PRODUK “TAHU TEK” DI ERA TEKNOLOGI MODERN 2022-08-30T03:04:48+00:00 Nurul Hidayatus Sholihah nurulhss34@gmail.com Muh. Jufri Ahmad adianto@untag-sby.ac.id <p>Permasalahan mengenai sektor perekonomian yang dialami oleh sebagian besar masyarakat membuat beberapa UMKM yang ada mengalami banyak kendala. Apalagi di tengah arus globalisasi dan tingginya persaingan membuat UMKM harus mampu mengadapai tantangan global yang ada. Seperti pada masyarakat Bronggalan Sawah Rt 08 Rw VIII yang memiliki beberapa kendala dalam pengembangan dan pemasaran produk usahanya. Maka dari itu penulis ingin meningkatkan perekonomian pada warga Bronggalan Sawah salah satunya Cak Ji yang memiliki usaha Tahu Tek. Kendala yang dialami oleh mitra yaitu, metode pemasaran masih menggunakan metode lama dan kurangnya inovasi dalam kemasan atau kualitas produk. Metode yang digunakan oleh penulis adalah dengan memberikan edukasi &nbsp;mengenai digital marketing serta memberikan pendampingan strategi pemasaran untuk meningkatkan daya saing produk di pasaran, memberikan inovasi dalam digital marketing, membuat media sosial untuk promosi dan pelatihan penggunakan media sosial bersama pemilik usaha. Hasil dari kegiatan ini membuat mitra menjadi lebih paham bagaimana pentingnya pemasaran produk melalui sosial media di era saat ini dan juga pengembangan produk agar lebih kreatif dan inovatif.</p> 2022-08-30T01:32:29+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jpm17/article/view/6799 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS URBAN FARMING DI DESA KEPUHKEMBENG, RT 01/02 KEC. PETERONGAN, KAB. JOMBANG, JAWA TIMUR 2022-08-30T01:39:49+00:00 Yunita Ismawati Sukunora yunitasukunora02@gmail.com <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah (KKN-DR) dilakukan dengan tujuan untuk mencegah dan mengurangi penyebaran Covid 19. Sedangkan Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah (KKN-DR) Individu Berbasis Keilmuan Program Studi dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan pemahaman mahasiswa dalam menulis karya ilmiah sekaligus mengedukasi pembaca khususnya masyarakat melalui artikel Pemberdayaan Masyarakat Berbasis </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Urban Farming</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> di desa Kepuh Kembeng. </span><span style="vertical-align: inherit;">artikel ini di publikasikan ke akun kompasiana.com untuk dibaca masyarakat agar masyarakat lebih mengetahui bagaimana metode pembudidayaann melalui </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Urban Farming</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> yang dilakukan oleh mahasiswa di desa Kepuhkembeng. </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">pertanian perkotaan</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan suatu kawasan dan memiliki </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">multiplier effect on economy</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> . </span><span style="vertical-align: inherit;">Namun pada faktanya di desa Kepuhkembeng, kegiatan </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">urban </span></span></em> <em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">farming</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> belum berkembang akibat belum optimalnya peran masyarakat dan kelembagaan setempat sebagai pengelola utama. </span><span style="vertical-align: inherit;">Untuk itu diperlukan pengembangan </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">urban farming</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> berdasarkan preferensi masyarakat agar peran masyarakat menjadi optimal. </span><span style="vertical-align: inherit;">Sasaran pertama dari penelitian ini adalah potensi dan permalasahan desa Kepuhkembeng untuk kegiatan </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">urban farming</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> menggunakan deskriptif teoritikal. </span><span style="vertical-align: inherit;">Sasaran kedua adalah penentuan preferensi masyarakat desa KepuhKembeng mengenai </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">urban farming</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> menggunakan</span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">analisis faktor konfirmatori</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> (CFA). </span><span style="vertical-align: inherit;">Sasaran ketiga adalah merumuskan pengembangan urban farming berdasarkan preferensi masyarakat Desa kepuhkembeng menggunkan teknik analisis deskriptif kualitatif. </span><span style="vertical-align: inherit;">Hasil akhir dari penelitian ini berupa Arahan pengembangan </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">urban </span></span></em> <em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">farming</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> berdasarkan preferensi masyarakat desa Kepuhkembeng yaitu dikembangkan di lahan swasta. </span><span style="vertical-align: inherit;">Pada lahan private sebagai fungsi ekonomi dan ketahanan pangan dengan jenis tanaman hidroponik sayuran.</span></span></p> <p><strong><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Kata Kunci:</span></span></em></strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> KKN-DR,</span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> Urban Farming,</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> Kepuhkembeng, preferensi masyarakat</span></span></p> 2022-08-30T01:39:49+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jpm17/article/view/7179 Cover 2022-08-30T02:54:10+00:00 Cover Cover lppm@untag-sby.ac.id <p>-</p> 2022-08-19T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##