https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/mezurashii/issue/feed MEZURASHII: Journal of Japanese Studies 2021-12-09T14:21:49+00:00 Luluk Ulfa Hasanah jurnalmezurashii@untag-sby.ac.id Open Journal Systems <p style="text-align: justify;"><span style="color: #333333; font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 12.6px; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: #ffffff; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; display: inline !important; float: none;"><strong>MEZURASHII: Journal of Japanese Studies</strong> is a biannual peer-reviewed, open-access journal published by the Faculty of Cultural Science, University of 17 Agustus 1945 Surabaya. The journal encourages original articles on various issues within Japanese Studies, which include but are not limited to linguistics, literature, and culture. <strong>MEZURASHII: Journal of Japanese Studies</strong> accepts to publish a balanced composition of high-quality theoretical or empirical research articles, comparative studies, case studies, review papers, exploratory papers, and book reviews. All accepted manuscripts will be published either online and in printed journal.</span></p> https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/mezurashii/article/view/4852 Japanese Cultural Values in Doraemon: How Face Threatening Acts Reveal the Implicit Culture of Japan 2021-12-09T14:21:49+00:00 Theresia Arianti tharianti@gmail.com <p><em>This study is based on a highly popular Manga across Asia, Doraemon. This study aims to find the Face Threatening Acts contained in Doraemon and how these show Japanese cultural values which contradict American values. Previous studies examining Doraemon mostly do not include Face Threatening Acts in the analysis. Furthermore, they also focus more on the explicit culture contained in Doraemon. These are the gaps fulfilled by this study since it aims to examine the implicit culture of Japan using face Threatening Acts contained in Doraemon.  The result of this study shows that ‘filial piety’ is the Japanese cultural value mostly shown in the story. This study could be used as the base for future studies to examine whether or not Japanese implicit culture in Doraemon was truly the cause of Doraemon’s unpopularity in Japan.</em><strong><em></em></strong></p> 2021-10-04T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/mezurashii/article/view/5452 MAKNA KANYOUKU - KUCHI DALAM WEBSITE KOTOBANK.JP 2021-12-09T14:11:11+00:00 Aditya Himawan aditya@mezurashii.com Novi Andari noviandari@untag-sby.ac.id <p>Penelitian ini membahas tentang makna <em>kanyouku</em> yang menggunakan kata <em>kuchi</em> di dalam website <em>kotobank.jp</em>. Data yang tersaji adalah 35 data. Metode pengumpulan data menggunakan <em>taking note method</em>. Hasil penelitian ini menemukan ada banyak makna yang terkandung dalam setiap <em>kanyouku</em> yakni makna asosiatif,  makna konotatif, makna figuratif, makna istilah,makna idiomatikal, makna figuratif, dan makna piktorikal. Setelah memahami dari setiap makna yang terkandung dalam <em>kanyouku</em> yang disajikan dapat disimpulkan bahwa setiap <em>kanyouku</em> mengandung lebih dari satu makna dan secara kebahasaan kita tidak bisa  mengaplikasikan sebuah <em>kanyouku</em> secara sembarangan.</p><p> </p><p><strong>Kata kunci : <em>kanyouku, kuchi, makna</em></strong></p> 2021-10-04T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/mezurashii/article/view/5456 ANALISIS PENGGUNAAN NINSHOU DAIMEISHI DAN SHUUJOSHI DALAM MANGA ONE PIECE CHAPTER 983 DAN 984 2021-12-09T14:12:29+00:00 Cuk Yuana cukyuana@untag-sby.ac.id Muhammad Syahrul Chaqiqi acbbb@gmail.com <p>Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi antar manusia, dihasilkan dari alat ucap manusia yang berfungsi sebagai alat untuk menyepakati suatu hal atau maksud, mengekspresikan pikiran dan perasaan kepada mitra tuturnya, sehingga dapat dimengerti antara satu dengan lainnya. Dalam Bahasa Jepang, setiap kata memiliki makna berdasarkan fungsi penggunaannya masing-masing. Salah satunya adalah sebagai Ninshou Dimeishi dan Shuujoshi. Ninshou Daimeishi adalah kata yang digunakan untuk menunjuk orang. Sedangkan Shuujoshi adalah partikel yang diletakkan di akhir kalimat yang berfungsi untuk menentukan makna dari sebuah kalimat sebagai penekanan sesuai konteksnya. Penggunaan Ninshou Daimeishi dan Shuujoshi dapat dilihat dari percakapan sehari-hari seperti yang ada pada manga <strong>One Piece chapter 983 dan 984</strong> yang dijadikan sumber data dalam penelitian ini.  Penelitian ini menggunakan teknik simak catat, yaitu dengan membaca manga secara seksama lalu mengumpulkan dialog percakapan dengan cara mencatat dan mengkategorikannya berdasarkan ninshou daimeishi dan shuujoshi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif interpretative berdasarkan pendekatan sintaksis. Hasil dari penelitian ini ditemukan 10 fungsi penggunaan Ninshou Daimeishi dan Shuujoshi berdasarkan konteksnya. Yaitu : menunjukkan identitas diri, tingkat kesopanan, keakraban, hubungan, ejekan, pertanyaan, konfirmasi atau persetujuan, seruan, menginformasikan sesuatu, dan penekanan.</p> 2021-10-04T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/mezurashii/article/view/5519 HEGEMONI GRAMSCI DALAM NOVEL SHINSHO NO TAIKOKI KARYA EIJI YOSHIKAWA 2021-12-09T14:15:35+00:00 Putri Rahayuningtyas putrirahayuningtyas@lecturer.unri.ac.id <p>Sastra tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Kajian sastra yang behubungan dengan masyarakat adalah sosiologi sastra. Pada sosiologi sastra salah satu teori yang digunakan untuk mengkaji yakni teori hegemoni. Penelitian ini mengkaji salah satu novel Jepang dengan judul <em>Shinsho</em><em> no</em><em> Taikoki </em>Karya Eiji Yoshikawa yang memiliki cerita menarik pada aspek sosial masyarakat Jepang menjelang dekade abad keenam belas dan banyak menunjukkan bentuk hegemoni yang dilakukan oleh para tokoh ceritanya. Hegemoni yang ditemukan pada novel ini yakni hegemoni Gramsci yakni hegemoni yang terjadi tanpa adanya kekerasan.</p>Kata kunci : Sastra, hegemoni Gramsci, novel Jepang 2021-10-13T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/mezurashii/article/view/5466 Gaya Bahasa dalam Iklan Produk Minuman dari Website Resmi Perusahaan Suntory 2021-12-09T14:17:20+00:00 Umi Choirur Rohmah umichoirurrohmah@gmail.com Umul Khasanah umulkhasanah@untag-sby.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa dalam iklan produk minuman dari website resmi perusahaan Suntory. Data Penelitian ini adalah kalimat iklan produk minuman dari website resmi perusahaan Suntory. Sumber data pada penelitian ini adalah iklan produk minuman dari website resmi perusahaan Suntory. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Tahap analisis data berupa identifikasi, dan klasifikasi. Hasil penelitian ini adalah Gaya bahasa yang ditemukan ada 6 macam gaya bahasa berdasarkan jumlah data yang ditemukan disetiap iklan yaitu Metafora (3 buah), Simile (1 buah), Sinestesia (4 buah), Zeugma (1 buah), Hiperbola (18 buah), dan Oksimoron (1 buah). Fungsi dari gaya bahasa yang ditmukan adalah <em>menjelaskan</em>, <em>menstimulus asosiasi</em>, <em>menimbulkan gelak tawa</em>, dan <em>untuk hiasan</em>. Fungsi gaya bahasa yang tidak ditemukan adalah <em>memperkuat</em>, dan <em>menghidupkan object mati</em>.</p><p> </p><p><strong>Kata kunci:</strong><em> gaya bahasa, iklan, semantik, stilistika, fungsi gaya bahasa</em></p><p> </p><p><em>This study aims to describe the style of language in beverage product advertisements from the official website of the Suntory company. The data of this research is a sentence for a beverage product advertisement from the official website of the Suntory company. The source of data in this study is beverage product advertisements from the official website of the Suntory company. This research belongs to the type of qualitative descriptive research. The data analysis stage is in the form of identification, and classification. The results of this study are that there are 6 kinds of language styles based on the amount of data found in each advertisement, namely Metaphor (3 pieces), Simile (1 piece), Synesthesia (4 pieces), Zeugma (1 piece), Hyperbole (18 pieces). , and Oxymoron (1 piece). The function of the language style found is to explain, stimulate association, cause laughter, and for decoration. The function of figurative language that is not found is to strengthen, and animate inanimate objects.</em></p><p><em> </em></p><p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> figurative language, advertising, semantics, stylistics, stylistic functions</em></p> 2021-10-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/mezurashii/article/view/5517 REPRESENTASI KYARABEN DALAM FILM “KYO MO IYAGARASE BENTO” KARYA RENPEI TSUKAMOTO 2021-12-09T14:18:17+00:00 Ranasya Della Safira bbb@gmail.com Parastuti Parastuti bbb@gmail.com <p>Penelitian ini membahas tentang representasi dan makna bento yang berbetuk suatu kharakter tertentu. Pembahasan melalui penggunaan tanda yang terdapat dalam film “Kyo mo Iyagarase Bento” karya Renpei Tsukamoto. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan tanda sebagai representasi dan bentuk makna bento yang terdapat dalam film ini. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis data berupa visual dan dialog pada film yang merepresentasikan bento. Dalam penelitian ini, teori semiotika Charles Sanders Pierce digunakan sebagai pisau analisis dengan menganalisis penggunaan tanda berdasarkan proses semiosis. Kemudian menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahap, yaitu reduksi data, representasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini  representasi bento yang ditunjukkan melalui penggunaan tanda-tanda yang terdapat dalam visual dan dialog dalam film adalah kyaraben yang dikemas dalam kemasan praktis untuk keperluan berkomunikasi. Dalam film ini, makna istilah kyaraben digambarkan sesuai dengan karakteristik masyarakat Jepang yang berlaku di zaman modern beserta konflik yang menyertai.</p>Kata kunci: representasi kyarabento, film, semiotika Charles Sanders Pierce 2021-10-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/mezurashii/article/view/5453 ANALISIS FUNGSI SHUUJOSHI NO DAN YO OLEH TOKOH WANITA DALAM ANIME VIOLET EVERGARDEN EPISODE 1-9 2021-12-09T14:19:44+00:00 Ithrotun Nisa' ithrotun.nisa22@gmail.com Umul Khasanah umulkhasanah@untag-sby.ac.id <table width="100%" cellspacing="0" cellpadding="0"><tbody><tr><td><div><p><em>Artikel diterima tanggal....</em></p><p><em>Artikel diedit tanggal.....</em></p></div></td></tr></tbody></table><p><strong>Abstrak: </strong><em>Anime </em>merupakan salah satu jenis seni kontemporer atau modern yang di minati oleh berbagai kalangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  fungsi <em>Shuujoshi <strong>No</strong></em><strong> </strong>dan <strong><em>Yo </em></strong>yang digunakan oleh tokoh wanita dalam <em>anime “Violet Evergarden”</em>. dalam analisis digunakan pendekatan Sosiolinguistik dan metode deskriptif sebagai desain penelitian . Sumber data yang digunakan adalah <em>anime Violet Evergarden</em> Episode 1 sampai 9 dengan hasil temuan sebagai berikut; pertama: fungsi <em>shuujoshi <strong>No</strong></em>: (1) <em>Pertanyaan</em> sebanyak 24 data, (2) <em>Penyampaian berita dengan lembut</em> sebanyak 29 data. Kedua: fungsi <em>shuujoshi <strong>Yo</strong></em>: (1) <em>Ajakan</em> sebanyak 1 data, (2) <em>Pernyataan untuk memastikan</em> sebanyak 20 data, (3) <em>Omelan atau hinaan</em> sebanyak 6 data, (4)<em> Permohonan</em> sebanyak 2 data.</p><p><strong> </strong></p><p><strong>Kata kunci:</strong> <em>Anime, Sosiolinguistik, Violet Evergarden, Shuujoshi <strong>Yo</strong> dan <strong>No</strong>.</em></p><p> </p><p><strong><em>Abstract: </em></strong><em>Anime is one type of contemporary or modern art that is of interest to the public. This study aims to describe the Shuujoshi <strong>No</strong> and <strong>Yo</strong> functions used by the female characters in the anime "Violet Evergarden" according to the context. Using Sociolinguistic approach and descriptive method as research design . The select data source is  anime Violet Evergarden from episode 1-9 with the following findings :  function of shuujoshi <strong>No</strong>: (1) 24 data questions, (2) 29 data delivers news gently. Second: the shuujoshi <strong>Yo</strong> function: (1) 1 data invitation marker, (2) 20 data giving a statement to ensure , (3) 6 data showing scolding or insults , (4) 2 data Indicating  requests.</em><em></em></p><p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> </em><em>Anime, Sosiolinguistik, Violet Evergarden, shuujoshi <strong>No</strong> </em>and<em> <strong>Yo.</strong></em></p> 2021-10-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/mezurashii/article/view/5862 MAKNA IKLAN JEPANG Z (Z-KAI) MELALUI TANDA VERBAL DAN TANDA NONVERBAL DENGAN PENDEKATAN SEMIOTIKA 2021-12-09T14:20:26+00:00 Theresa Sunjaya bbbb@gmail.com Egidia Ikkasavitri egidia@gmail.com Dwiki Ari Prasetyo dwiki@gmail.com Adela Rizka Putri Ratida adela@gmail.com Rahadiyan Duwi Nugroho rahadiyan.duwi@unitomo.ac.id <p class="Abstrak">Semiotika adalah studi mengenai tanda. Dalam semiotika, tanda dibagi menjadi dua, yaitu tanda verbal, tanda yang berupa kata dan struktur linguistik, dan tanda nonverbal, tanda yang berupa gambar dan isyarat. Iklan adalah salah satu objek yang kedua macam tandanya saling mengikat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengungkapkan arti tanda verbal dan tanda nonverbal serta makna yang muncul dalam iklan Zoushinkai atau Z-Kai keluaran tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Dari analisis data dapat diketahui pada iklan Z-Kai memiliki arti pada tanda verbal dan tanda nonverbal. Arti tanda verbal yang ditemukan adalah ajakan dan metode pembelajaran yang dimiliki Z-Kai. Sedangkan, tanda nonverbal menceritakan perjalanan hidup seorang pemuda dalam iklan tersebut yang penuh dengan tantangan untuk menuju universitas yang dipilihnya. Makna dari iklan Z-Kai ini menceritakan mengenai kualitas pembelajar dalam Z-Kai dan pengaruh Z-Kai kepada pembelajarnya.</p><p><strong>Kata kunci:</strong> iklan, semiotika, tanda nonverbal, tanda verbal, Z-Kai</p> 2021-10-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##