PENERAPAN MODEL PENDIDIKAN MULTIKULTURAL MELALUI PEMBERDAYAAN SCHOOL CULTURE DAN STRUKTUR SOSIAL

  • Dian Arief Pradana Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi
  • Herdiana Dyah Susanti Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Abstract

Indonesia memiliki keunikan dan keragaman budaya sehingga Multikultural sangat dibutuhkan di inodonesia. Meski begitu, model pendidikan multikulturalisme masih merupakan sesuatu yang baru dan terus harus dikembangkan serta diimplementasikan di Indonesia. Nilai-nilai luhur dalam filosofi “Bhineka Tunggal Ika” harus dipertahankan dan diimplementasikan dalam pembelajaran pada jenjang pendidikan. Indonesia membutuhkan sebuah sistem pendidikan yang menerapkan penerimaan keanekaragaman untuk menjaga harmoni dalam masyarakat. Ini pada dasarnya sejalan dengan semangat Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional. Saat ini, diperlukan strategi yang tepat untuk menjaga integrasi nasional. Simbol dan semangat persatuan dan keragaman harus ditegakkan dan diimplementasikan. Kabupaten Banyuwangi memiliki berbagai keragaman budaya dan kelompok suku diantaranya di Desa Patoman dan Aliyan dimana masyrakatnya terdiri dari berbagai suku dan agama tetapi hidup berdampingan. Maka pendidikan multikultural yang berbasis kearifan lokal harus diajarkan kepada siswa dengan pembelajaran terintegrasi dalam setiap mata pelajaran. Atau di sisi lain hal-hal yang dipertimbangkan supaya dilakukan dengan memasukkan nilai kearifan lokal untuk mempelajari konten lokal dan menjadi diterapkan di lingkungan belajar. Kata kunci: Multikultural, school culture, dan Struktur Sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afriani, A. (2018). Pembelajaran Kontekstual (Cotextual Teaching and Learning) dan

Pemahaman Konsep Siswa. Jurnal Al-Muta`aliyah: Jurnal Pendidikan Guru

Madrasah Ibtidaiyah, 3(1), 80 - 88. Retrieved from

http://ejournal.kopertais4.or.id/sasambo/index.php/mutaaliyah/article/view/300

Aly, Abdullah. (2005). Pendidikan Multikultural dalam Tinjauan Pedagogik. Makalah

Seminar Pendidikan Multikultural sebagai seni mengelola keragaman

(Multiculturlm Education in Pedagigical View. Seminar on Multiculturem

Education as an Art to MaintainmDiversity). Surakarta: Universitas

Muhamadiyah Surakarta.

Amirin, Tatang M. (2012). Implementasi Pendekatan Pendidikan Multikultural

Kontekstual Berbasis Kearifan Lokal Di Indonesia. Jurnal Pembangunan

Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, 16- Volume 1, Nomor 1, Juni.131

SEMINAR NASIONAL KONSORSIUM UNTAG Indonesia ke-2 Tahun 2020

ISBN : 978-623-96163-3-5

Anoegrajelti, N., Macaryus, S., Prasetyo, H. (2016). Kebudayaan Using Konstruksi,

Identitas, dan Pengembangannya. Jember. Pusat Penelitian Budaya Etnik dan

Komunitas.

Badan Pusat Statistik. (2018) Statistik Indonesia 2018. Badan Pusat statistik Indonesia

Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyuwangi. (2018). Kabupaten Banyuwangi dalam

angka 2019. Badan Pusat statistik Kabupaten Banyuwangi.

Banks, J. A. (1994). Transforming the mainstream curriculum. Educational Leadership,

(8), 4-8.

Banks, J. A., & Banks, C. A. M. (2004). Handbook of research on multicultural education.

San Francisco: Jossey-Bass.

Banks, J. A. (2006). Cultural diversity and education: Foundations, curriculum, and

teaching (5th ed.). Boston: Pearson Education.

Banks, J. A. (2008). An introduction to multicultural education (4th ed.). Boston: Pearson

Education.

Banks, James A., Banks, Cherry A.McGee. (2010). Multicultural education, Issues and

perspectives. Hoboken, USA: John Wiley and Sons, Inc

Choirul Mahfud. (2010). Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Gollnick, D. M., & Chinn, P. C. (2009). Multicultural education in a pluralistic society

(8th ed). Columbus, OH: Merrill Pearson.

Leeman, Y., & Reid, C. (2006). Multi/intercultural education in Australia and the

Netherlands. Journal of Comparative Education, 36(1), 57-72.

Lubis, Nur A. Fadhil. (2006). Multikulturalisme Dalam Politik: Sebuah Pengantar

Diskusi. Jurnal Antropologi Sosial Budaya Etnovisi: Volume II, No. 1 April.

Na’im, A., & Syaoutra, H., (2010). Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, dan Bahasa

sehari-hari Penduduk Indonesia. Badan Pusat statistik Indonesia.

Saputra, H. S. P. 1999a. Mantra Using: Suatu Pemahaman Awal. Jember: Fak. SastraUniversitas Jember.

Soedardi. 1996. Laporan Penelitian Seni Gandrung, Kesenian Jawa Osing di

Banyuwangi. Jember: Fakultas Sastra Universitas Jember.

Suparlan, Parsudi. (2002). Menuju Masyarakat Indonesia Yang Multikultural.

Antropologi Indonesia.

Syaifuddin, Achmad Fedyani. (2006). Membumikan Multikulturalisme Di Indonesia.

Jurnal Antropologi Sosial Budaya Etnovisi: Volume Ii, No ,1 April

UUSPN (Legislation of the National Education System). (2003). Jakarta: Ministry of

Education

Wicaksono, D.B., Ishardhi, D.M. (2018) ‘Desa Kebangsaan: Merajut Tenun Kebhinekaan

dari Pedesaan’, Seminar Nasional Untag Surabaya ISBN 90786025069987, 1(1),

pp. 115-137. Available at: http://jurnal.untagsby.ac.id/index.php/semnasuntag/article/view/1664

Published
2021-04-13