PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT (HIBAH PT) PADA USAHA “SAMBEL PECEL MBAK TI” DI KEL. BETET, KEC. PESANTREN KOTA KEDIRI
Sri Andayani
Administrasi Bisnis, FISIP, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Nekky Rahmiyati
Manajemen, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Abstract
Analisis Situasi Kota Kediri yang terkenal dengan pecelnya. Di waktu malam sepanjang jalan Doho
banyak pedagang lesehan dengan menu nasi pecel sebagai jujugan para wisatan kuliner. Di kelurahan
Betet terdapat UKM sambel pecel “Mbak Ti” yang di dimiliki oleh Bpk Budi Handayani dengan jumlah
karyawan 5 orang. Proses produksi sambel pecel “Mbak Ti” berbeda dengan yang lain, biasanya sambel
pecel yang bahan bakunya kacang tanahnya digoreng, tetapi disini kacang tanah disangrai terlebih
dahulu, kemudian dioven hal inilah yang menyebabkan kacang lebih gurih dan tidak hitam. Sambel
pecel “Mbak Ti” di produksi dengan rasa yaitu: pedas. Permasalahan yang dihadapi adalah tidak
memiliki mesin sangrai yang memadai, hanya menggunakan mesin oven yang dimiliki berkapasitas 5
kg dan membutuhkan waktu 1 jam per proses produksi sehingga dalam 1 hari produksi hanya mampu
mengolah 25 kg kacang tanah. Permintaan akan produk sambel pecel “Mbak Ti” cukup banyak ,tetapi
karena keterbatasan mesin produksi, maka tidak dapat memenuhi permintaan. Hal inilah yang
menjadi kendala produksi sambel pecel “ Mbak Ti”. Manajemen usaha juga masih sangat lemah
sekali. Justifikasi pengusul dan solusi yang ditawarkan dan disepakati bersama kegiatan ini
melakukan penerapan ipteks untuk pengembangan sambel pecel mbak Ti dengan cara : 1.Pengadaan
mesin sangrai kacang, maka produksi sambel pecel “Mbak Ti” akan dapat lebih efisien baik dari segi
waktu maupun biaya. Dengan bertambahnya kapasitas mesin sangrai maka proses penggilingannya
akan lebih memadai. 2. Pengadaan vacum sealer untuk pengemasan akan lebih tepat, sehingga kualitas
bumbu pecel akan terjamin.3 Mesin giling untuk menghaluskan 4.Untuk mengatasi masalah
peningkatan ketrampilan penggunaan alat, pengusul bersama Mitra sepakat mengadakan pelatihan
ketrampilan menggunakan alat dengan metode Learning By Doing. Untuk mengatasi kelemahan
pengelolaan usaha, pengusul mengadakan Pelatihan dan Pendampingan Manajemen Usaha Target
dan Luaran : 1.Tersedianya alat sangrai kacang tanah yang berkapasitas lebih besar 2.tersedianya alat
vakum sealer 3.tersedianya mesin giling kacang 4 Meningkatnya kemampuan teknis dan hasil
produksi melalui pelatihan penggunaan alat & pemeliharaanya 5.Meningkatnya kemampuan
pengelolaan usaha dan strategi pemasaran 6.Artikel di seminar Nasional hasil Pengabdian Masyarakat.
atau Proseding di Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat. Pelaksanaan dan Pembahasan :
Pelasanaan kegiatan ini dengan introdusir TTG berupa,mesin sangrai kapasitas 25 Kg dan vacum
sealler, dan mesin giling, serta pelatihan manajemen usaha pada usaha Sambel Pecel “Mbak Ti” maka
hasil produksinya semakin meningkat, dan penjualannya semakin meningkat dan pasarnya pun
semakin luas. Kesimpulan: dengan adanya kegiatan PKM hibah PT, ini sangat membantu pelaku
usaha dan Karyawan, sambel pecel “ Mbak Ti” dan bagi Perguruan Tinggi sebagai realisasi Tri
Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Masyarakat.Dengan membantu pelaku usaha Kecil,
apalagi saat ini dimusim Pandemi pelaku usaha ini tetap menjalankan usahanya .
Kata kunci : Introdusir TTG, Sambel Pecel “Mbak Ti