SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/sukma <div> <p align="justify">SUKMA: Jurnal Penelitian Psikologi (SUKMA Journal) is a peer-reviewed journal, published by the Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. The SUKMA Journal was first published in June 2020. This journal is published twice a year, in June and December. This journal gives readers access to download the journal content in PDF format. <br> SUKMA Journal was created as a means of communication and dissemination for researchers to publish research articles in the field of psychology. SUKMA journals are available in print and online. The language used in this journal is Indonesian.</p> </div> Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya en-US SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi 2722-9955 <span style="color: #333333; font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 12.6px; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: #ffffff; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; display: inline !important; float: none;">Writers who wish to include images, tables, or parts of the text that have been published elsewhere are required to obtain permission from the copyright owner for print and online formats and to include proof that such permission has been given when submitting their paper. Any material received without such evidence will be deemed to be from the author.</span> Grit dan resiliensi akademik pada siswa sekolah menengah atas di surabaya https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/sukma/article/view/133061 <p><strong><em>Abstract </em></strong></p> <p><em>This study aims to determine the relationship between grit and academic resilience in high school students in Surabaya. The problem in this study focuses on the extent to which students' perseverance and consistency (grit) affect their ability to bounce back from academic pressure (academic resilience). This study uses a quantitative approach with a correlational design. The participant selection technique used is incidental sampling or accidental sampling with a total of 290 high school students from various regions in Surabaya. The research instruments consist of a Grit scale and an Academic Resilience scale. The assumption test results show that the data is not normally distributed, so data analysis is performed using Spearman's Rho correlation technique. Based on the analysis results, a correlation value of r = 0.542 with a significance of p = 0.000 (p &lt; 0.05) was obtained, indicating a positive and highly significant relationship between Grit and academic resilience. The effective contribution of Grit to academic resilience was 29%. This means that the higher the perseverance and consistency of students, the higher their ability to cope with academic pressure.</em></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>&nbsp; Abstrak </em></strong></p> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Grit dengan resiliensi akademik pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Surabaya. Permasalahan dalam penelitian ini berfokus pada sejauh mana ketekunan dan konsistensi siswa (Grit) berpengaruh terhadap kemampuan mereka untuk bangkit dari tekanan akademik (resiliensi akademik). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan partisipan yang digunakan adalah insidental sampling atau accidental sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 290 siswa SMA dari berbagai daerah di Surabaya. Instrumen penelitian terdiri atas skala Grit serta skala Resiliensi Akademik. Hasil uji asumsi menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Spearman’s Rho. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai korelasi sebesar r = 0,542 dengan signifikansi p = 0,000 (p &lt; 0,05), yang menunjukkan hubungan positif dan sangat signifikan antara Grit dan resiliensi akademik. Sumbangan efektif yang diberikan Grit terhadap resiliensi akademik sebesar 29%. Artinya, semakin tinggi ketekunan dan konsistensi siswa, maka semakin tinggi pula kemampuan mereka untuk bertahan menghadapi tekanan akademik.</em></p> <p>&nbsp;</p> Nataniel Wellem Tabalena Suhadianto Herlan Pratikto Copyright (c) 2026 Nataniel Wellem Tabalena, Suhadianto, Herlan Pratikto https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-01-15 2026-01-15 6 2 134 148 Kecenderungan stres akademik pada mahasiswa rantau di Surabaya: Bagaimana peran self-efficacy dan dukungan social? https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/sukma/article/view/133090 <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This study aimed to examine the relationship between self-efficacy and social support and academic stress tendency among out-of-town students in Surabaya. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The participants consisted of 110 out-of-town students who were currently enrolled in higher education institutions in Surabaya and were selected using a purposive sampling technique. The instruments used in this study were the academic stress tendency scale, the self-efficacy scale, and the social support scale. Data were analyzed using multiple linear regression analysis. The results indicated that self-efficacy and social support simultaneously had a significant effect on academic stress tendency, with an obtained value of R = 0.783; F = 84.586 with a significance level of 0.000 (p &lt; 0.01). Partially, self-efficacy showed a significant negative relationship with academic stress tendency, whereas social support did not show a significant relationship with academic stress tendency.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara <em>self-efficacy</em> dan dukungan sosial dengan kecenderungan stres akademik pada mahasiswa rantau di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 110 mahasiswa rantau yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi di Surabaya dan dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kecenderungan stres akademik, skala <em>self-efficacy</em>, dan skala dukungan sosial. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi linier berganda. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan <em>self-efficacy</em> dan dukungan sosial memiliki pengaruh secara simultan terhadap kecenderungan stres akademik dengan diperoleh nilai R=0,783; F=84,586 dengan signifikansi 0,000 (p&lt;0,01). Secara parsial, <em>self-efficacy</em> memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan kecenderungan stres akademik, sedangkan dukungan sosial tidak memiliki hubungan signifikan dengan kecenderungan stres akademik.</p> <p>&nbsp;</p> WD. Putri Anggraeny Hetti Sari Ramadhani Adnani Budi Utami Copyright (c) 2026 WD. Putri Anggraeny, Hetti Sari Ramadhani, Adnani Budi Utami https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-01-19 2026-01-19 6 2 149 160 Apakah kecemasan sosial memprediksi self presentation pada dewasa awal pengguna second account instagram? https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/sukma/article/view/133092 <p><strong><em>Abstract </em></strong></p> <p>This study aims to examine the relationship between social anxiety and self presentation among emerging adults who use second Instagram accounts. A quantitative approach with a correlational design was employed. The participants consisted of 109 individuals aged 18–25 years residing in Surabaya. Data were collected using a self presentation scale based on the theoretical framework of Yang and Brown (2015), which demonstrated a reliability coefficient of α = 0.952, and a social anxiety scale developed based on the concept proposed by Leary and Kowalski (1995) with a reliability coefficient of α = 0.853. Data analysis was conducted using simple regression analysis with the assistance of SPSS version 25. The results indicated a positive and significant relationship between social anxiety and self presentation (F = 60.505; p &lt; 0.05; β = 0.601). Social anxiety contributed 36.1% to the variance in self presentation behavior. These findings suggest that higher levels of social anxiety are associated with a stronger tendency for individuals to engage in self presentation through second Instagram accounts as a safer space for self-expression with a more limited audience.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Abstrak </em></strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kecemasan sosial dan <em>self presentation</em> pada individu dewasa awal yang menggunakan <em>second account</em> Instagram. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 109 orang berusia 18–25 tahun yang berdomisili di Surabaya. Instrumen pengumpulan data meliputi skala <em>self presentation</em> yang disusun berdasarkan kerangka teori Yang dan Brown (2015) dengan koefisien reliabilitas sebesar α = 0,952, serta skala kecemasan sosial yang mengacu pada konsep Leary dan Kowalski (1995) dengan reliabilitas α = 0,853. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi sederhana dengan bantuan perangkat lunak <em>SPSS</em> versi 25. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kecemasan sosial dan <em>self presentation</em> (F = 60,505; p &lt; 0,05; β = 0,601). Kecemasan sosial memberikan kontribusi sebesar 36,1% terhadap variasi perilaku <em>self presentation</em>. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kecemasan sosial berkaitan dengan semakin kuatnya kecenderungan individu melakukan <em>self presentation</em> melalui <em>second account</em> Instagram sebagai ruang ekspresi yang lebih aman dengan jangkauan audiens yang terbatas.</p> Oki Aisyatun Hasanah IGAA Noviekayati Aliffia Ananta Copyright (c) 2026 Oki Aisyatun Hasanah, IGAA Noviekayati, Aliffia Ananta https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-01-19 2026-01-19 6 2 161 169 Digital parenting awareness pada orangtua gen z di surabaya: Menelisik peran parent child relationship dan status sosial ekonomi keluarga https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/sukma/article/view/133093 <p><strong><em>Abstract </em></strong></p> <p><em>This study aims to examine the relationship between Parent-Child Relationship and family socioeconomic status with Digital Parenting Awareness among Generation Z parents in Surabaya. The research employed a quantitative correlational approach using purposive sampling, involving 297 Gen Z parents with children. Data were collected through the Digital Parenting Awareness scale, Parent-Child Relationship scale, and Kuppuswamy Scale to measure family socioeconomic status. Data analysis utilized Pearson correlation test and Kruskal-Wallis test. The results revealed a significant positive relationship between parent-child relationship and digital parenting awareness (r = 0.456; p &lt; 0.001), indicating that better Parent-Child Relationship quality is associated with higher levels of Digital Parenting Awareness. Conversely, no significant relationship was found between Family Socioeconomic Status and Digital Parenting Awareness (p = 0.934; p &gt; 0.05). These findings suggest that digital parenting awareness is more influenced by the quality of emotional Parent-Child Relationships than by family economic factors. The practical implication of this study highlights the importance of strengthening parent-child communication and closeness to enhance awareness of parenting in the digital era.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Abstrak </em></strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara <em>Parent-Child Relationship</em> dan status sosial ekonomi keluarga dengan digital parenting awareness pada orang tua Generasi Z di Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling terhadap 297 orang tua Gen Z yang memiliki anak. Data dikumpulkan melalui skala <em>Digital Parenting Awareness</em>, skala <em>Parent-Child Relationship</em>, dan Skala Kuppuswamy untuk mengukur Status Sosial Ekonomi Keluarga. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson dan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara <em>Parent-Child Relationship</em> dengan digital parenting awareness (r = 0,456; p &lt; 0,001), yang berarti semakin baik kualitas hubungan orang tua-anak, semakin tinggi tingkat kesadaran pengasuhan digital. Sebaliknya, tidak terdapat hubungan signifikan antara status sosial ekonomi keluarga dengan digital parenting awareness (p = 0,934; p &gt; 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa digital parenting awareness lebih dipengaruhi oleh kualitas relasi emosional orang tua-anak daripada faktor ekonomi keluarga. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya penguatan komunikasi dan kedekatan orang tua-anak untuk meningkatkan kesadaran pengasuhan di era digital.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Aima Putri Pitaloka Eko April Ariyanto Amanda Pasca Rini Copyright (c) 2026 Aima Putri Pitaloka, Eko April Ariyanto, Amanda Pasca Rini https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-01-19 2026-01-19 6 2 170 184 Emotional eating pada mahasiswa tingkat akhir : Bagaimana peran kecemasan dan regulasi emosi? https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/sukma/article/view/133094 <p><strong><em>Abstract </em></strong></p> <p><em>This study aimed to examine the relationship between anxiety and emotion regulation with emotional eating among final-year students. A quantitative correlational design was employed with a sample of 111 final-year students from one public and one private university in Surabaya, selected using purposive sampling, with the sample size determined through an a priori analysis using G*Power.</em> <em>The instruments used were the Anxiety Scale, the modified Emotion Regulation Questionnaire, and the modified Dutch Eating Behaviour Questionnaire. Data were analyzed using multiple linear regression. The results showed that anxiety and emotion regulation were simultaneously significantly associated with emotional eating (F = 28.868; R² = 0.348). Partially, anxiety was positively associated (t = 2.365; p = 0.010), whereas emotion regulation was negatively associated with emotional eating (t = −3.067; p = 0.003). These findings highlight the importance of anxiety management and strengthening emotion regulation.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Abstrak </em></strong></p> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecemasan dan regulasi emosi dengan emotional eating pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan sampel 111 mahasiswa tingkat akhir dari satu universitas negeri dan satu universitas swasta di Surabaya yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel ditentukan melalui analisis a priori menggunakan program G*Power. Instrumen penelitian meliputi Skala Kecemasan, Emotion Regulation Questionnaire, dan Dutch Eating Behaviour Questionnaire yang telah dimodifikasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan dan regulasi emosi secara simultan berhubungan signifikan dengan emotional eating (F = 28,868; R² = 0,348). Secara parsial, kecemasan berhubungan positif dengan emotional eating (t = 2,365; p = 0,010) dan regulasi emosi berhubungan negatif dengan emotional eating (t = −3,067; p = 0,003). Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan kecemasan dan regulasi emosi.</em></p> <p>&nbsp;</p> Ayu Safira Hetti Sari Ramadhani Adnani Budi Utami Copyright (c) 2026 Ayu Safira, Hetti Sari Ramadhani, Adnani Budi Utami https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-01-19 2026-01-19 6 2 185 199 Loneliness dengan fear of missing out (fomo) pada generasi z perantau https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/sukma/article/view/133095 <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This study aims to examine the relationship between loneliness and Fear of Missing Out (FOMO) among migrant Generation Z individuals. The study involved 140 Generation Z participants who were born between 2000-2012 and had migrant status in Surabaya. Data were collected using the UCLA Loneliness Scale and a Fear of Missing Out (FOMO) scale developed by the researcher based on relevant indicators. Data analysis using Spearman’s rho correlation yielded a correlation coefficient of r = 0.855 with a significance value of p = 0.000, indicating a positive and significant relationship between loneliness and Fear of Missing Out (FOMO). This finding suggests that higher levels of loneliness are associated with higher levels of Fear of Missing Out (FOMO) among migrant Generation Z individuals in Surabaya. Conversely, lower levels of loneliness are associated with lower levels of Fear of Missing Out (FOMO) among migrant Generation Z individuals in Surabaya</em><em>.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara <em>Loneliness </em>dengan<em> Fear Of Missing Out </em>(FOMO) pada generasi Z perantau. . Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek penelitian berjumlah generasi Z yang kelahiran tahun 2000-2012 dan berstatus perantau di Surabaya. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala UCLA <em>Loneliness Scale </em>dan skala<em> Fear Of Missing Out </em>(FOMO) yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan indikator. Analisis pada penelitian menggunakan korelasi <em>Spearman’s rho</em> menghasilkan nilai koefisien r = 0,855 dengan signifikansi p = 0,000 yang menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara <em>Loneliness </em>dengan<em> Fear Of Missing Out </em>(FOMO). Artinya, semakin tinggi <em>loneliness</em> maka semakin tinggi <em>Fear Of Missing Out </em>(FOMO) pada generasi Z perantau di Surabaya. Sebaliknya, semakin rendah <em>loneliness</em> maka semakin rendah <em>Fear Of Missing Out </em>(FOMO) pada generasi Z perantau di Surabaya.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Sisca Sintia Audria Bawinda Sri Lestari Herlan Pratikto Copyright (c) 2026 Sisca Sintia Audria, Bawinda Sri Lestari, Herlan Pratikto https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-01-19 2026-01-19 6 2 200 209 Emotional eating pada remaja akhir di surabaya: Bagaimana peran self-control dan stres akademik ? https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/sukma/article/view/133099 <p><strong><em>Abstract </em></strong></p> <p><em>Emotional eating is an eating behavior that often occurs as a response to psychological stress. In late adolescence, various academic demands and self-control are thought to play a role in the emergence of this behavior. This study aimed to determine the relationship between self-control and academic stress and emotional eating in late adolescents in Surabaya. This study used a quantitative correlational approach, with 138 late adolescent respondents in Surabaya. The sampling technique used was incidental sampling, with 138 late adolescent participants from various areas in Surabaya. The research instruments consisted of an emotional eating scale, a self-control scale, and an academic stress scale. Data analysis was performed using multiple linear regression analysis with the help of SPSS. The results of the study showed that there was a significant positive relationship between self-control and academic stress with emotional eating (F = 23.570; p &lt; 0.05).</em> <em>These two variables together contribute 25.9% to the tendency towards emotional eating behavior, while the remainder is influenced by other factors</em><em>.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstrak</em></strong></p> <p><em>Emotional eating merupakan perilaku makan yang sering muncul sebagai respons terhadap tekanan psikologis. Pada remaja akhir, berbagai tuntutan akademik dan kemampuan pengendalian diri diduga berperan dalam munculnya perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-control dan stress akademik dengan emotional eating pada remaja akhir di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan <strong>kuantitatif korelasional</strong> dengan subjek penelitian sebanyak 138 responden remaja akhir di Surabaya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah incidental sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 138 remaja akhir dari berbagai daerah di Surabaya. Instrumen penelitian terdiri dari skala emotional eating, skala self-control, dan skala stres akademik. Analisis data dilakukan menggunakan <strong>analisis regresi linier berganda</strong> dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara self-control dan stres akademik dengan emotional eating (F = 23,570; p &lt; 0,05). Kedua variabel tersebut secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 25,9% terhadap kecenderungan perilaku emotional eating, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.</em></p> Luthfi Alifatul Laili Aulia Dyan Evita Santi Adnani Budi Utami Copyright (c) 2026 Luthfi Alifatul Laili Aulia, Dyan Evita Santi, Adnani Budi Utami https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-01-19 2026-01-19 6 2 210 219 Komitmen organisasi dan kinerja karyawan https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/sukma/article/view/133102 <p><strong><em>Abstract </em></strong></p> <p><em>The era of globalization has intensified competition in the business world, leading to rapid and unpredictable changes in the business and organizational environment. Human resources (HR) play a crucial role in every organization, both in the public and private sectors. PT Bina Area Persada is a company engaged in outsourcing or labor supply services, located in Surabaya, East Java. This study aims to examine the relationship between organizational commitment and employee performance at PT Bina Area Persada. The research population consists of all structural employees of PT Bina Area Persada, with a total sample of 133 employees selected using a saturated sampling technique. Research data were collected through the distribution of questionnaires and performance assessments conducted by the company’s Human Resources Department. To measure the strength of the relationship between variables, the coefficient of determination was employed. Data analysis was carried out using SPSS version 27. The results of the analysis indicate that there is no relationship between organizational commitment and employee performance at PT Bina Area Persada. Based on these findings, the study recommends that PT Bina Area Persada enhance organizational commitment among employees so that they are reluctant to leave the organization, consider the benefits of remaining with the company, and view loyalty to the organization as an obligation.</em></p> <p><strong><em>&nbsp; </em></strong></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstrak </em></strong></p> <p><em>Perkembangan era globalisasi menyebabkan tingkat persaingan dalam dunia usaha semakin tinggi, sehingga memicu perubahan lingkungan bisnis dan organisasi yang berlangsung cepat serta sulit diprediksi. Dalam kondisi tersebut, Sumber Daya Manusia (SDM) memegang peranan yang sangat penting bagi organisasi, baik pada sektor publik maupun swasta. PT Bina Area Persada merupakan perusahaan yang bergerak di bidang outsourcing atau penyedia jasa tenaga kerja yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komitmen organisasi dan kinerja karyawan di PT Bina Area Persada. Populasi penelitian meliputi seluruh karyawan struktural PT Bina Area Persada, dengan jumlah sampel sebanyak 133 karyawan yang ditentukan menggunakan teknik sampel jenuh. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner serta penilaian yang dilakukan oleh pihak HRD perusahaan. Untuk mengetahui tingkat hubungan antarvariabel, peneliti menggunakan uji determinasi. Proses analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 27. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara komitmen organisasi dan kinerja karyawan di PT Bina Area Persada. Berdasarkan temuan tersebut, peneliti merekomendasikan agar PT Bina Area Persada meningkatkan komitmen karyawan, sehingga karyawan merasa enggan untuk meninggalkan organisasi, mempertimbangkan manfaat yang diperoleh apabila tetap bekerja, serta memandang loyalitas terhadap organisasi sebagai suatu kewajiban.</em></p> <p>&nbsp;</p> Elsha Dwi Saputri Yanto Prasetyo Diah Sofiah Copyright (c) 2026 Elsha Dwi Saputri, Yanto Prasetyo, Diah Sofiah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-01-19 2026-01-19 6 2 220 229 Kepuasan hidup pada sandwich generation: Menelisik peran kematangan emosi dan kebermakaan hidup https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/sukma/article/view/133103 <p><strong><em>Abstract </em></strong></p> <p><em>This study aims to determine the relationship between emotional maturity and meaning of life and life satisfaction in the sandwich generation. The research method used was quantitative with a correlational approach. The study subjects consisted of sandwich generation individuals who were in adulthood and had the responsibility of caring for both parents and children simultaneously. The research instruments consisted of an emotional maturity scale, a meaning-of-life scale, and a life satisfaction scale. Data analysis was performed using multiple linear regression. The results showed an F-value of 32.912 with a significance level of 0.000 (p &lt; 0.05), indicating that emotional maturity and meaning-of-life simultaneously have a significant relationship with life satisfaction. The partial test results show that emotional maturity has a significant relationship with life satisfaction (p &lt; 0.05), and that meaningfulness in life has a significant relationship with life satisfaction (p &lt; 0.05). The findings of this study indicate that the ability to manage emotions and the ability to interpret life play a significant role in shaping life satisfaction in the sandwich generation.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Abstrak </em></strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dan kebermaknaan hidup dengan kepuasan hidup pada <em>sandwich generation</em>. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Subjek penelitian terdiri dari individu <em>sandwich generation</em> yang berada pada usia dewasa dan memiliki tanggung jawab merawat orang tua serta anak secara bersamaan. Instrumen penelitian berupa skala kematangan emosi, skala kebermaknaan hidup, dan skala kepuasan hidup. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan nilai F sebesar 32,912 dengan tingkat signifikansi 0,000 (p &lt; 0,05), yang menunjukkan bahwa kematangan emosi dan kebermaknaan hidup secara simultan memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan hidup. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa kematangan emosi memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan hidup (p &lt; 0,05), demikian pula kebermaknaan hidup memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan hidup (p &lt; 0,05). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan mengelola emosi dan kemampuan memaknai kehidupan berperan penting dalam membentuk kepuasan hidup pada <em>sandwich generation</em>.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Fadiah Ulil Abshar Suroso Suroso Karolin Rista Copyright (c) 2026 Fadiah Ulil Abshar, Suroso Suroso, Karolin Rista https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-01-19 2026-01-19 6 2 230 237 Self compassion dan self criticism pada mahasiswa yang gagal masuk kampus impian https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/sukma/article/view/133117 <p><strong><em>Abstract </em></strong></p> <p><em>Self compassion refers to an individual’s attitude that encompasses self kindness, recognition of common humanity, and mindful awareness toward oneself. This study aimed to examine the relationship between self compassion and self criticism among students who failed to gain admission to their dream universities. The study employed a quantitative approach with a correlational research design. The sampling technique used was purposive sampling, involving 150 students who had experienced failure in entering their preferred universities. Data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation test. The results indicated a significant negative relationship between self-compassion and self criticism among students who failed to enter their dream universities. Higher levels of self-compassion were associated with lower levels of self-criticism in coping with the experience of failure. This finding was supported by the correlation analysis, which showed a correlation coefficient of r = −0.607 with a significance value of p = 0.000 (p &lt; 0.05), indicating that higher self-compassion is related to lower self-criticism, and vice versa. Students who are able to develop and embrace self-compassion effectively tend to reduce self-critical behaviors following experiences of academic failure.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Abstrak </em></strong></p> <p><em>Self compassion merupakan sikap individu yang mencakup kebaikan, pengakuan atas kesamaan kemanusiaan serta perhatian penuh terhadap diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara &nbsp;self compassion dengan self criticism pada mahasiswa yang gagal masuk kampus impian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 150 mahasiswa yang pernah mengalami gagal masuk kampus impian. Teknik analisis data menggunakan uji Product Moment. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self compassion dengan self criticism pada mahasiswa yang gagal masuk kampus impian. Semakin tinggi self compassion yang dimiliki individu, maka semakin rendah self criticism mereka dalam menerima proses kegagalan. Hal ini berdasarkan hasil perhitungan korelasi Product Moment, yang dimana rxy = -0,607 dengan signifikansi p= 0,000 &lt;0,05 artinya semakin tinggi self compassion maka semakin rendah self criticism dan sebaliknya semakin rendah self compassion maka semakin tinggi self criticism. Mahasiswa yang dapat menerima self compassion dengan baik maka individu dapat mengurangi adanya perilaku self criticism.</em></p> Vika Amalia Azzahra Isrida Yul Arifiana Suroso Suroso Copyright (c) 2026 Vika Amalia Azzahra, Isrida Yul Arifiana, Suroso Suroso https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-01-20 2026-01-20 6 2 238 247 Homesickness pada mahasiswa rantau: apakah dipengaruhi kesepian? https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/sukma/article/view/133118 <p><strong><em>Abstract </em></strong></p> <p><em>This study is entitled “The Relationship between Loneliness and Homesickness among Migrant Students in Surabaya City.” The purpose of this study was to examine the relationship between loneliness and homesickness among migrant students who are pursuing higher education in Surabaya City. This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The research participants consisted of 107 migrant students selected using an accidental sampling technique, with the criteria of students originating from outside the region and currently studying at higher education institutions in Surabaya. The instruments used in this study were a loneliness scale and a homesickness scale, both of which had passed validity and reliability testing. Data analysis was conducted using the Pearson Product Moment correlation test with the assistance of IBM SPSS Statistics version 26, following prerequisite tests including normality and linearity tests. The results showed a positive and significant relationship between loneliness and homesickness, with a correlation coefficient of r = 0.793 and a significance value of p = 0.000 (p &lt; 0.05). These findings indicate that higher levels of loneliness are associated with higher levels of homesickness among migrant students, and conversely, lower levels of loneliness are associated with lower levels of homesickness.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Abstrak </em></strong></p> <p>Penelitian ini berjudul “Hubungan antara Kesepian dengan <em>Homesickness</em> pada Mahasiswa Rantau di Kota Surabaya”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan <em>homesickness</em> pada mahasiswa rantau yang menempuh pendidikan perguruan tinggi di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Subjek penelitian berjumlah 107 mahasiswa rantau yang dipilih menggunakan teknik <em>accidental sampling</em>, dengan kriteria mahasiswa yang berasal dari luar daerah dan sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi di Kota Surabaya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kesepian dan skala <em>homesickness</em> yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi <em>Pearson Product Moment</em> dengan bantuan program IBM SPSS versi 26.0, setelah terlebih dahulu memenuhi uji prasyarat berupa uji normalitas dan uji linieritas. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kesepian dan <em>homesickness</em> dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,793 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p &lt; 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kesepian yang dialami mahasiswa rantau, maka semakin tinggi pula tingkat <em>homesickness</em> yang dirasakan, dan sebaliknya.</p> Diva Sandrina Tunggal Dewi Bawinda Sri Lestari Herlan Pratikto Copyright (c) 2026 Diva Sandrina Tunggal Dewi, Bawinda Sri Lestari, Herlan Pratikto https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-01-20 2026-01-20 6 2 248 257 Stres kerja dan cyberloafing pada karyawan https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/sukma/article/view/133120 <p><strong><em>Abstract </em></strong></p> <p><em>The increasing integration of digital technology in the workplace has made internet use indispensable, while simultaneously giving rise to cyberloafing, defined as employees’ use of organizational internet resources for personal purposes during working hours. Job stress has been identified as a potential psychological antecedent of cyberloafing, particularly when perceived job demands exceed individual coping resources. This study examines the relationship between job stress and cyberloafing among employees of the Social Service Office of Surabaya City. This study employed a quantitative correlational design was employed, involving 112 employees as participants. Data were collected using validated job stress and cyberloafing scales with a five-point Likert format. Given the non-normal distribution of the data, Spearman’s Rank correlation was applied for hypothesis testing. The results revealed a positive and highly significant association between job stress and cyberloafing (rs = 0.602, p &lt; 0.01). These findings are consistent with the Transactional Model of Stress, which suggests that individuals may engage in maladaptive coping strategies when confronted with excessive work demands. In conclusion, job stress constitutes a significant factor associated with cyberloafing behavior among employees in governmental institutions, highlighting the importance of effective stress management and clear internet usage policies</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstrak</em></strong></p> <p>Perkembangan teknologi digital menjadikan internet sebagai bagian penting dalam aktivitas kerja, namun juga memunculkan perilaku <em>cyberloafing</em>, yaitu penggunaan internet organisasi untuk kepentingan pribadi selama jam kerja. Stres kerja diduga berperan dalam mendorong munculnya perilaku tersebut sebagai bentuk coping maladaptif ketika tuntutan pekerjaan melebihi kemampuan individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dan <em>cyberloafing</em> pada karyawan Dinas Sosial Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 112 karyawan. Data dikumpulkan menggunakan skala stres kerja dan skala <em>cyberloafing</em> dengan format Likert lima poin, kemudian dianalisis menggunakan korelasi Spearman Rank karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat signifikan antara stres kerja dan <em>cyberloafing</em> (rs = 0,602; p &lt; 0,01). Temuan ini mendukung <em>Transactional Model of Stress</em> yang menjelaskan bahwa stres kerja dapat memicu strategi coping maladaptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa stres kerja berperan penting dalam meningkatnya perilaku <em>cyberloafing</em> pada karyawan instansi pemerintahan.</p> Dewi Lawung Wati Tri Wardani Diah Sofiah Etik Darul Muslikah Copyright (c) 2026 Dewi Lawung Wati Tri Wardani, Diah Sofiah, Etik Darul Muslikah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-01-20 2026-01-20 6 2 258 268 Fear of missing out (fomo) pada konsumen fast fashion yang menggunakan aplikasi tiktok: Bagaimana peran konsep diri dan peer pressure? https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/sukma/article/view/133182 <p><strong><em>Abstract </em></strong></p> <p><em>The development of social media, particularly TikTok, has a significant influence on the fast fashion consumption behavior of Generation Z, which is associated with Fear of Missing Out (FoMO), defined as anxiety arising from feeling left behind in information or trends. This study aims to analyze the relationship between self-concept and peer pressure and FoMO among Generation Z fast fashion consumers who use TikTok in Surabaya. The study employed a quantitative correlational approach with 152 respondents selected through purposive sampling based on specific criteria and analyzed using multiple regression analysis. The results indicate that self-concept and peer pressure simultaneously have a significant relationship with FoMO (F = 109.270; p &lt; 0.05). Partially, self-concept shows a significant negative relationship with FoMO (t = −3.911; p &lt; 0.05), while peer pressure shows a significant positive relationship with FoMO (t = 6.761; p &lt; 0.05). These findings emphasize the important role of self-concept and peer pressure in efforts to prevent FoMO among Generation Z TikTok users</em><em>.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Abstrak </em></strong></p> <p>Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, berpengaruh besar terhadap perilaku konsumsi <em>fast fashion</em> Generasi Z yang berkaitan dengan <em>Fear of Missing Out</em> (FoMO), yaitu kecemasan akibat merasa tertinggal informasi atau tren. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konsep diri dan <em>peer pressure</em> terhadap FoMO pada konsumen <em>fast fashion</em> Generasi Z pengguna TikTok di Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan 152 responden yang dipilih melalui <em>purposive sampling</em> sesuai kriteria tertentu dan dianalisis menggunakan regresi berganda. Hasil menunjukkan bahwa konsep diri dan <em>peer pressure</em> secara simultan berhubungan signifikan dengan FoMO (F = 109,270; p &lt; 0,05). Secara parsial, konsep diri berhubungan negatif signifikan dengan FoMO (t = −3,911; p &lt; 0,05), sedangkan <em>peer pressure</em> berhubungan positif signifikan dengan FoMO (t = 6,761; p &lt; 0,05). Temuan ini menegaskan pentingnya peran konsep diri dan <em>peer pressure</em> dalam upaya pencegahan FoMO pada Generasi Z pengguna TikTok<em>.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Fransiska Putri Yulianto Andik Matulessy Nindia Pratitis Copyright (c) 2026 Fransiska Putri Yulianto, Andik Matulessy, Nindia Pratitis https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-01-22 2026-01-22 6 2 269 282 Fanatisme, konformitas dan perilaku agresi pada suporter persebaya di benowo https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/sukma/article/view/133184 <p><strong><em>Abstract </em></strong></p> <p><em>This study aims to examine the relationship between fanaticism and conformity and aggressive behavior among Persebaya supporters in Surabaya City. The study employed a quantitative approach with a correlational design. The participants consisted of 262 Persebaya supporters residing in Benowo District, aged 13–18 years, who were selected using purposive sampling. Data were collected using Likert-scale questionnaires measuring fanaticism, conformity, and aggressive behavior. Data analysis was conducted using multiple linear regression with the assistance of IBM SPSS version 25.0. The results showed that fanaticism and conformity simultaneously had a significant relationship with aggressive behavior, with an R Square value of 0.735 and a significance level of 0.000 (p &lt; 0.01). Partially, fanaticism had a positive and significant relationship with aggressive behavior (β = 0.319; p &lt; 0.01), while conformity demonstrated a more dominant relationship (β = 1.041; p &lt; 0.01). These findings indicate that higher levels of fanaticism and conformity are associated with a higher tendency toward aggressive behavior among supporters.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstrak</em></strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fanatisme dan konformitas dengan perilaku agresi di kalangan penggemar persebaya dalam wilayah Surabaya. Studi ini dirancang dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain korelasinal. Sebanyak 262 penggemar persebaya yang tinggal di kecamatan Benoeo dengan usia antara 13 hingga 18 tahun menjadi subjek dalam penelitian ini , yang dipilih melalui Teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuisioner dengan skala likerts yang dirancang untuk mengukur fanatisme, konformitas dan perilaku agresi. analisis data dilakukan menggunakan regresi berganda dengan dukungan dari perangkat lunak IBM SPSS versi 25.0. hasil penelitian mengungkapkan bahwa fanatisme dan konformitas memiliki hubungan yang signifikan secara bersamaan terhadap perilaku agresi, dengan nilai R square mencapai 0,735 dan Tingkat signifikan si 0,000 (p&lt;0,01). Jika dianalisis secara terpisah, fanatisme berkolerasi positif secara signifikan dengan perilaku agresi (β = 0,319; p &lt; 0,01), sedangkan konformitas menunjukkan&nbsp;pengaruh yang lebih kuat (β = 1,041; p &lt; 0,01).&nbsp;Temuan ini&nbsp;memperlihatkan bahwa semakin tinggi fanatisme dan konformitas yang dimiliki oleh para pendukung, maka semakin besar pula kecenderungan mereka untuk berperilaku agresi.</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> Ajeng Ayunda Andik Matulessy Nindia Pratitis Copyright (c) 2026 Ajeng Ayunda, Andik Matulessy, Nindia Pratitis https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-01-22 2026-01-22 6 2 283 293 Kecenderungan impulsive buying pada remaja pengguna roblox: apakah dipengaruhi kecanduan game online dan kontrol diri? https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/sukma/article/view/133185 <p><strong><em>Abstract </em></strong></p> <p><em>This study aims to examine the relationship between online game addiction and self-control with impulsive buying tendencies among adolescent Roblox users in Surabaya. The research problem is grounded in the increasing engagement in online gaming among adolescents, particularly on the Roblox platform, which is equipped with a virtual economic system. This study employed a quantitative correlational approach, involving 351 participants selected through purposive sampling. The research instruments consisted of an online game addiction scale, a self-control scale, and an impulsive buying tendency scale, which were analyzed using multiple regression analysis. The findings indicate that online game addiction is positively and significantly correlated with impulsive buying tendencies (β = 0.573; p &lt; 0.001), suggesting that higher levels of addiction are directly associated with increased impulsive buying tendencies. In contrast, self-control did not demonstrate a significant correlation (β = 0.009; p = 0.581). These results indicate that online game addiction contributes directly to impulsive buying tendencies, while self-control has not been proven to play a significant role in reducing such tendencies among adolescent Roblox users in Surabaya.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Abstrak </em></strong></p> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecanduan game online dan kontrol diri dengan kecenderungan impulsive buying pada remaja pengguna Roblox di Surabaya. Permasalahan dalam penelitian didasari oleh meningkatnya aktivitas game online di kalangan remaja terutama pada platform Roblox yang dilengkapi sistem ekonomi virtual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, melibatkan 351 partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi skala kecanduan game online, skala kontrol diri, dan skala kecenderungan impulsive buying yang dianalisis menggunakan analisis regresi berganda. Temuan menunjukkan kecanduan game online berkorelasi positif signifikan dengan kecenderungan impulsive buying (β = 0,573; p &lt; 0,001), mengindikasikan tingginya kecanduan berbanding lurus dengan meningkatnya impulsive buying. Sebaliknya, kontrol diri tidak memperlihatkan korelasi bermakna (β = 0,009; p = 0,581). Hasil mengindikasikan kecanduan game online berkontribusi langsung yang memicu impulsive buying, sementara kontrol diri belum terbukti berperan signifikan dalam mengurangi kecenderungan tersebut pada remaja pengguna Roblox di Surabaya.</em></p> <p>&nbsp;</p> Adi Faturahman Rahma Kusumandari Mamang Efendy Copyright (c) 2026 Adi Faturahman, Rahma Kusumandari, Mamang Efendy https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-01-22 2026-01-22 6 2 294 303 Peran ojek online untuk kesejahteraan masyarakat https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/sukma/article/view/133196 <p><em>Online motorcycle taxis are a type of application-based transportation that aims to make it easier for people to carry out their daily activities. In addition, online motorcycle taxis are also considered to be cheaper and faster than other forms of transportation. The purpose of this study is to determine the role of online motorcycle taxis in improving people's welfare. The method used is qualitative with a phenomenological approach. There were three informants, and data were collected through interviews and thematic data analysis. The results obtained indicate that online motorcycle taxi driving is a flexible and easy job. Anyone can do it without having to meet many requirements and demands. Online motorcycle taxis can increase people's income and make it easier to manage work and family interests.</em></p> Yuriadi Yuriadi Desi Dwi Nur Fadilah Mochammad Faris Ramanda Aulia Shofiya Risa Copyright (c) 2026 Yuriadi adi, Desi Dwi Nur Fadilah , Mochammad Faris Ramanda , Aulia Shofiya Risa https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-01-23 2026-01-23 6 2 304 311