Do University Students Experience Psychological Distress During the Covid-19 Pandemic?
Abstract
University students are in the period of emerging adulthood that are vulnerable to experience psychological distress compared to other populations. They receive various pressures from social contexts such as academic demands, relationship issues, or career problems. Understanding student psychological distress is important as its impact is debilitating student academic life and well-being. The focus of this study is to identify the prevalence of student psychological distress of University “X” in Jakarta. A total of 514 students was involved in this survey using a convenience sampling. The Hopskin Symptom Checklist-25 was used as a screening tools to assess depression and anxiety. The result showed the prevalence of students who experienced depression and anxiety based on the demographic characteristics such as gender, year entry, and household status. More than 80% students were indicated as a high-risk group either in depression or anxiety. This study implies that the university should promote more prevention and intervention programs to help students in dealing with psychological distress.
Keywords: anxiety; depression; psychological distress; university students
Downloads
References
Akbar, Irwan Ahmad, “Dinamika Kasus Penistaan Agama di Indonesia (Polemik Pemaknaan Ayat-Ayat Penistaan dan UU Penodaan Agama),” Qof, 3.1 (2019), 89–105 <https://doi.org/10.30762/qof.v3i1.1068>
Amnesty International, Mengadili Keyakinan: Undang-Undang Agama Indonesia (Amnesty Internasional, 2014) <https://www.amnesty.org/download/Documents/208000/asa-210182014in.pdf>
Andriyos, Benny, “Menag: Kerukunan Umat Beragama adalah Karya Bersama,” Kementerian Agama RI, 2020 <https://kemenag.go.id/berita/read/515082/menag--kerukunan-umat-beragama-adalah-karya-bersama-> [diakses 12 Januari 2021]
Budiyono, “Hubungan Negara Dan Agama Dalam Negara Pancasila,” Fiat Justisia, 8.3 (2015), 410–23 <https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v8no3.305>
Coyne, Brian, dan Rob Reich, “John Rawls,” in International Handbook of Philosophy of Education, ed. oleh P. Smeyers (Springer International Publishing AG, 2018) <https://doi.org/10.10-17/UPO9781844653133>
Dahlberg, Lincoln, “The habermasian public sphere and exclusion: An engagement with poststructuralist-influenced critics,” Communication Theory, 24.1 (2014), 21–41 <https://doi.org/10.1111/comt.12010>
Habermas, Jürgen, Between Naturalism and Religion, ed. oleh Ciaran Cronin (Cambridge: Polity Press, 2008) <http://library1.nida.ac.th/termpaper6/sd/2554/19755.pdf>
Hasanuddin, Iqbal, “Hak Atas Kebebasan Beragama/Berkeyakinan : Sebuah Upaya Pendasaran Filosofis,” Societas Dei, 4.1 (2017), 96–122
———, “Keadilan Sosial: Telaah atas Filsafat Politik John Rawls,” Refleksi, 17.2 (2018), 193–204 <https://doi.org/10.15408/ref.v17i2.10205>
Hedi, “Agama dalam Masyarakat Post-Sekularisme Jürgen Habermas,” Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat, 3.2 (2020), 249 <https://doi.org/10.14421/panang-karan.2019.0302-07>
Ibrahim, “Agama, Negara, dan Ruang Publik Menurut Habermas,” Jurnal Badati, II.3 (2010), 1–10
———, “AGAMA , NEGARA , DAN RUANG PUBLIK MENURUT HABERMAS ( Catatan Penting untuk Pluralisme Agama di Indonesia ),” Jurnal Badati, II.3 (2010), 1–10
Indah Limy, “Jadi Menag, Gus Yaqut: Agama Harus Jadi Inspirasi, Bukan Aspirasi,” Kementerian Agama RI, 2020 <https://kemenag.go.id/berita/read/514986/jadi-menag--gus-yaqut--agama-harus-jadi-inspirasi--bukan-aspirasi> [diakses 12 Januari 2021]
Kangei, Of Lawrence Unja, Patrick Ouma Nyabul, dan John Muhenda, “Habermasian deliberative democracy nuance: An enquiry,” International Journal of Advanced Scientific Research International Journal of Advanced Scientific Research www.allscientificjournal.com, 3.5 (2018), 45–53 <https://doi.org/10.22271/scientific>
Kelen, Donatus Sermada, “Agama dalam Ruang Publik di Indonesia dan Posisi Gereja Katolik: Satu Telaah Filsafat Sosial,” in Mengabdi Tuhan dan Mencintai Liyan: Penghayatan Agama di ruang Publik yang Plural, ed. oleh Alphonsus Tjatur Raharso, Paulinus Yan Olla, dan Yustinus (Malang: STFT Widya Sasana, 2017), hal. 108–32
Latif, Yudi, Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila, 2011 <https://books.google.co.id/books?id=0NBtWmlj1soC&lpg=PP1&dq=Negara Paripurna%3A Historisitas%2C Rasionalitas%2C dan Aktualitas Pancasila&hl=id&-pg=PP1#v=onepage&q=Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila&f=false>
Pandor, Pius, “Menakar Peran Agama di tengah Merebaknya Patologi Ruang Publik,” in Mengabdi Tuhan dan Mencintai Liyan: Penghayatan Agama di ruang Publik yang Plural, ed. oleh Alphonsus Tjatur Raharso, Paulinus Yan Olla, dan Yustinus (Malang: STFT Widya Sasana, 2017), hal. 303–20
Presiden Republik Indonesia, Penetapan Presiden Republik Indonesia Nomor 1/PNPS/1965, 1965, II, 1–7 <https://www.kemenag.go.id/file/dokumen/UU1PNPS65.pdf>
Rawls, John, A Theory of Justice (Original Edition), ed. oleh T. M. Scanlon, Development Policy Review (London: Harvard University Press, 1971)
Rumadi, “Antara Kebebasan dan Penodaan Agama: Menimbang Proyek ‘Jalan Tengah’ Mahkamah Konstitusi RI tentang UU Penodaan Agama,” Jurnal Indo-Islamika, 2.2 (2012), 245–71 <https://doi.org/10.15408/idi.v2i2.1177>
Rustamaji, Muhammad, dan Gendis Nissa Aulia, “Telaah Konsepsi Penistaan Agama terhadap Penegakan Hukum Kasus Meliana: Studi Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 1612/Pid.B/2018/PN. Mdn,” Jurnal Verstek, 8.2 (2019), 30–38

_(1).jpg)



