KAJI EKSPERIMENTAL RADIASI API DARI PENGARUH VARIASI TEKANAN BIOGAS DAN LAJU ALIRAN KONSTAN PADA PROSES PEMURNIAN DAN TANPA PEMURNIAN

Authors

  • Pramoda Agung Sumadhijono Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Yasika Seputra Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Achmad Baidhowi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Sukma AP Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Abstract

Biogas merupakan bahan bakar non fosil yang bersifat renewable (dapat diperbaharui)yangdapat dijadikan bio energi alternatif. Namun biogas memiliki kandungan pengotor-pengotoryang cukup tingi pula seperti CO2 yang dapat menurunkan nilai kalor pembakaran serta H2Syang berpotensi mencemari lingkungan. Untuk menghilangkan senyawa pengotor-pengotordan meningkatkan nilai kalor pembakaran diperlukan pemurnian biogas denganmenggunakan zeolit alam. Pada penelitian kali ini bertujuan untuk Mengkaji karakteristikBiogas setelah proses pemurnian dan tanpa pemurnian dengan pengaruh tekanan dan lajualiran konstan ditinjau dari analisa perpindahan kalor secara radiasi. Penelitian ini dilakukandengan cara mengukur temperatur api yang dihasilkan biogas setelah proses pemurnian dantanpa pemurnian. Hasil pengukuran temperatur api menunjukkan bahwa temperatur apibiogas setelah proses pemurnian menghasilkan temperatur yang lebih tinggi dibandingkantanpa pemurnian pada laju aliran 3 lpm dengan tekanan 20 Psi. Dari proses pemurniandidapat temperatur yang paling tinggi yaitu 6150C dan menghasilkan radiasi api 517,09 Wsedangkan biogas tanpa pemurnian didapat temperatur yang paling tinggi yaitu 5360C danmenghasilkan radiasi api 370,46 W. Kemudian pada tekanan biogas 30 Psi dengan laju aliran3 lpm dengan proses pemurnian didapat temperatur yang paling tinggi yaitu 6530C danmenghasilkan radiasi api sebesar 517,34 W. Sedangkan biogas tanpa pemurnian didapattemperatur paling tinggi yaitu 6010C dan menghasilkan radiasi api 460,32 W. Dari hasiltersebut menunjukkan bahwa proses pemurnian biogas dapat meningkatkan temperatur danradiasi api biogas. Dan dari pengaruh tekanan menunjukkan bahwa semakin tinggi tekananpada proses pemurnian makan semakin baik proses pemurniannya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Sridiyanti., 2014. “Pengertian Energi Biogas”.
http://www.sridianti.com/pengertianenergi-
biogas.html. Akses: 14 juni 2018.
Eny, Apriyanti., 2011. “Pengertian Biogas Dan
Pemurnian Biogas”.
http://www.google.com/tinjauan-pustakapemurnian-
biogas.html. Akses: 14 juli
2018.
Holman, J. P., and Jasjfie, E., “Perpindahan
Kalor Edisi Ke-6”, Erlangga, Jakarta,
1986.
Bejan, A., and Kraus, A. D., “Heat Transfer
Handbook”, John Wiley & Son.inc, New
Jersey, 2003.
Muhammad, Dienullah., “Pemurnian Biogas
Dengan Sistem Berlapis Menggunakan
Fe2O, Zeolit Sinetik Dan Zeolit Alam”,
Tugas Akhir S1 Universitas Mataram,
Nusa Tenggara Barat, 2017.
Romi, Sujatmoko., “Studi Eksperimental
Distribusi Temperatur Api Laminar
Dan Perhitugan Daya Kompor Gas
Subsidi Pemerintah”, Tugas Akhir S1
Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya,
2009.
Yanti, S., “Pemurnian Biogas Untuk
Meningkatkan Nilai Kalor Melalui
Adsorpsi Dua Tahap Susunan Seri
Dengan Media Karbon Aktif”, Teknik
Konversi Energi Politeknik Negeri
Bandung, Bandung, 2016.
Nurkholis, Hamidi., “Peningkatan Kualitas
Bahan Bakar Biogas Melalui Proses
Pemurnian Dengan Zeolit Alam”,
Tugas Akhir S1 Universitas Brawijaya,
Malang, 2011.

Downloads

Issue

Section

Articles