KRITIK TERHADAP KATA “AGAMA” PADA “KUESIONER RIWAYAT KESEHATAN & PERNYATAAN DONOR” DI PALANG MERAH INDONESIA KOTA SURABAYA UNIT DONOR DARAH

Authors

  • Tomy Michael Dosen Fakultas Hukum Untag Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.30996/dih.v11i21.445

Abstract

Abstrak: Adanya kata “agama†Pada “Kuesioner Riwayat Kesehatan & Pernyataan Donor†bertentangan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Palang Merah Indonesia Kota Surabaya menciptakan suatu norma yang bertentangan dengan asas kesesuaian antara jenis, hierarki, dan materi muatan. Sebagai jalan keluar yaitu Palang Merah Indonesia Kota Surabaya wajib menghapus kata “agama†pada “Kuesioner Riwayat Kesehatan & Pernyataan Donor†di setiap tingkatan. Pemerintah wajib menghilangkan unsur-unsur agama dalam hal pelayanan publik seperti kelahiran dan kematian. Menghilangkan agama dalam hal ini memiliki arti bahwa agama tidak dapat dijadikan alasan pembenar ketika masyarakat membutuhkan hak-haknya seperti yang diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Penjelasan Pasal 90 ayat (3) UU No. 36-2009 wajib dipahami bahwa Tuhan yang dimaksud adalah milik seluruh makhluk hidup. Hal ini sesuai ajaran umat Buddha yaitu sabbe satta bhavantu sukhitatta.

Kata kunci: Tuhan, agama, keadilan, pendonor darah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustina, R., & Sulaiman. (2013). Hubungan motivasi dan kepuasan kerja dengan kinerja guru pada SMA Negeri di Kabupaten Pidie. Jurnal Sains Riset, 3, 1.

Depdiknas. (2007). Peraturan Menteri Pendi-dikan Nasional Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan. Jakarta. Departemen Pendi-dikan dan Kebudayaan.

Dirjen DIKTI. (2009). Sertifikasi Guru Dalam Jabatan. Buku 3 – Pedoman Penyusunan Portofolio. Jakarta. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departeman Pendidikan Nasional.

Hasibuan, M. S. P. (2001). Manajemen sumber daya manusia:pengertian. dasar, pengertian, dan masalah. Jakarta: Bumi Aksara.

Hurmaini, M. (2011). Dampak pelaksanaan sertifikasi guru terhadap peningkatan kinerja guru dalam proses pembelajaran: Studi pada Madrasah Tsanawiyah Negeri Kota Jambi. Jurnal Media Akademika, 26, 4.

Istiarini, R., & Sukanti. (2012). Pengaruh serti-fikasi guru dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SMA Negeri 1 Sentolo Kabu-paten Kulon Progo Tahun 2012. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, X, 1, 98 – 113.

Khomsan, A. (2007). Kemiskinan, kesejahtera-an dan kebahagiaan.

Kompas. 18 Juni 2007, 6.

Koswara, D. (2009). Studi dampak program sertifikasi guru terhadap peningkatan profe-sionalisme dan mutu di Jawa Barat. Pene-litian Hibah Fundamental. Bandung: Uni-versitas Pendidikan Indonesia.

Kunandar. (2007). Guru profesional dan imple-mentasi kurikulum tingkat satuan pendi-dikan. Jakarta: Gajah Grafindo Persada.

Lembaga Penelitian SMERU. (2008). Pelak-sanaan sertifikasi guru dalam jabatan 2007: Studi kasus di Provinsi Jawa Barat.

Melati, F. K., Susilaningsih., & Sohidin. (2013). Pengaruh sertifikasi guru dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SMAN-5 Surakarta. Jurnal Jupe UNS, 2 1, 71-82.

Muchlas, M. (2005). Perilaku organisasi. Yogyakarta : Gadjah Mada

University Press.

Mulyasa, E. (2005). Menjadi guru profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2007). Kurikulum berbasis kompe-tensi. Bandung: Remaja Rodaskarya.

Mulyasa, E. (2007). Standar kompetensi dan sertifikasi guru. Bandung: Remaja Rosda-karya.

Muslich, M. (2007). Sertifikasi guru menuju profesionalisme pendidik. Jakarta: Bumi Aksara.

Nurcholis, O. (2011). Analisis pengaruh pro-gram sertifikasi guru terhadap kesejahteraan dan kinerja guru di lingkungan Kementrian Agama Kota Jakarta Pusat. Tesis. Bandar Lampung: Program Pascasarjana Magister Manajemen. Universitas Lampung.

Purba, D. S. (2010). Pengaruh program serti-fikasi guru terhadap kinerja guru sejarah di SMA Negeri Se-Kabupaten Blitar. Karya Ilmiah. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang

Rida, M., Dantes, N., & Dantes, K. R. (2013). hubungan motivasi kerja, masa kerja dan kesejahteraan guru terhadap profesionalisme guru Sekolah Dasar Negeri di Gugus II Kecamatan Sukasada, e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Gane-sha, Program Studi Pendidikan Dasar, 3.

Ridwan, E. H. (2010). Dampak sertifikasi terha-dap kinerja guru di Jawa Barat. Jurnal Lembaga Penelitian, Universitas Pendidikan Indonesia.

Romli. (2012). Pengaruh sertifikasi guru terha-dap peningkatan kinerja guru pada Madrasah Aliyah Negeri Kota Kediri 3. Jurnal Ilmu Manajemen, Revitalisasi. 1, 1. 31-45.

Sukmadinata, N. S. (2007). Landasan psikologi proses pendidikan. Bandung: Remaja Rosda-karya.

Syafaruddin. (2008). Efektivitas kebijakan pen-didikan. konsep strategi dan aplikasi kebi-jakan menuju organisasi sekolah efektif. Jakarta: Rineka Cipta.

Tilaar, H. A. R. (2008). Manajemen pendidikan nasional. kajian pendidikan masa depan. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Trianto. T., & Triwulan, T. (2007). Sertifikasi guru dan upaya peningkatan kualifikasi, kompetensi dan kesejahteraan. Jakarta: Pres-tasi Pustaka.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14. 2005 tentang Guru dan Dosen.

Walujati, W. (2013). Analisis pengaruh serti-fikasi guru, gaya kepemimpinan transfor-masional, motivasi terhadap kinerja guru Sekolah Dasar di Unit Pelaksana Teknis Pen-didikan Dasar Sukun Kota Malang. Tesis. Malang: Universitas Merdeka.

Downloads

Published

2015-10-01

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)