PENILAIAN KETIDAKRATAAN JALAN DENGAN ALAT UKUR NAASRA PADA RUAS JALAN BULU – BATAS KOTA TUBAN, KABUPATEN TUBAN, JAWA TIMUR

Authors

  • Yudi Dwi Prasetyo Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur - Bali
  • Christanto Yudha Saputra Sukamta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur - Bali
  • Theresia Maria CA Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.30996/extrapolasi.v18i2.6022

Keywords:

IRI, Ketidakrataan jalan, Penanganan jalan, Roughometer NAASRA

Abstract

Abstrak


Tingkat ketidakrataan jalan merupakan parameter awal yang biasa digunakan untuk mengukur kondisi jalan. Alat dan metode yang digunakan adalah alat NAASRA  atau biasa disebut dengan Roughometer NAASRA. Penggunaan metode dan alat ini berdasarkan SNI 03-3426-1994 untuk mendapatkan keseragaman dalam memperoleh nilai kerataan permukaan perkerasan jalan yang digunakan sebagai salah satu masukan dalam pemyusunan rencana dan program pembinaan jaringan jalan. Dari hasil pengukuran nilai IRI pada ruas jalan Bulu – Batas Kota Tuban, Kabupaten Tuban diperoleh 46,73% jalan dalam kondisi baik, 52,12% jalan dalam kondisi sedang dan 1,15% jalan dalam kondisi rusak ringan. Sehingga jenis penangan yang dilakukan pada ruas jalan tersebut adalah pemeliharaan rutin untuk kondisi jalan baik dan sedang sepanjang 42,943 km dan rehabilitasi mayor dan minir sepanjang 0,500 km.

Abstract

The initial parameter commonly used to measure road conditions is the level of road unevenness. The tools and methods that used are NAASRA tools or commonly referred to as NAASRA Roughometers. The use of this method and tool was based on SNI 03-3426-1994 to acquire uniformity in obtaining the value of the surface flatness of the road pavement that used as one of the inputs in the preparation of plans and road network development programs. From the results of the measurement of the IRI value on the Bulu - Tuban City boundary road, Tuban Regency, it was found that 46.73% of the road was in good condition, 52.12% of the road was in moderate condition and 1.15% of the road was in a lightly damaged condition. So that the types of handling carried out on these roads were routine maintenance for good and moderate road conditions along 42,943 km and major and minor rehabilitation along 0.500 km

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Theresia Maria CA, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Fakultas Teknik

References

Berita Resmi Statistik. (2019).

Iman, N., Santoso, S., Kurnianto, R., & Harsono, J. (2018). STRATEGI PELESTARIAN DAN

PENGEMBANGAN REYOG PONOROGO (Perspektif Praktisi dan Pemerhati Budaya

Ponorogo).

Peta Desa Plunturan, tersedia online: http://desaplunturan.id/. Diakses pada 07 November 2020.

Wulandari, S., Sari, D., & Murwani, I. (2016). POLA KEMITRAAN DALAM PENGEMBANGAN

PARIWISATA DI KABUPATEN PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH.

http://purbalingganews.net/

Tranggono, M., Pengembangan, B., Wilayah, I., Santosa, W., Sipil, J. T., & Parahiyangan, U. K. (2016). Prediksi Umur Sisa Perkerasan Lentur Jalan Tol Surabaya-Gempol Berdasarkan IRI. 2(1), 43–52.

Downloads

Published

2021-12-20

Issue

Section

Articles