ANALISIS BIAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA DENGAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PROYEK SALURAN KWARTER SELATAN TAMAN SIDOARJO

Authors

  • Herry Widhiarto Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustustus 1945 Surabaya
  • Basuki Setiadi Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustustus 1945 Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.30996/exp.v5i01.813

Abstract

Perusahaan kontraktor berupaya menyelesaikan kontrak kerjanya sesuai bestek (gambar dan
perhitungan bangunan rencana) selalu dengan melibatkan banyak pekerja bangunan. Pekerja bangunan yang
sedang melakukan kegiatan pembangunan tidak terlepas dari berbagai resiko seperti terjadi kecelakaan
kerja. Banyak pekerja bangunan yang mengalami kecelakaan yang diakibatkan kelalaian kerja,dan beberapa
diantaranya diakibatkan kurangnya pengetahuan serta tidak memakai alat pelindung diri dalam bekerja.
Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya-upaya yang telah dilakukan untuk mencegah kecelakaan
kerja pada pekerja Saluran Kwarter Selatan oleh PT. Gemahripah Lohjinawi serta mengetahui biaya yang
dikeluarkan dalam usaha pencegahan kecelakaan kerja pada pekerja Saluran Kwarter Selatan oleh
PT.Gemahripah Lohjinawi. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif (descriptive research) yaitu
penelitian yang memberi gambaran dan penjelasan atas keadaan usaha pencegahan kecelakaan kerja pada
pekerja kontruksi PT. Gemahripah Lohjinawi. Berdasarkan hasil analisa yang ditemukan dapat diambil
kesimpulan bahwa Upaya-upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja di perusahaan PT. Gemahripah Lohjinawi
adalah menerapkan kebijakan SMK3 dengan membentuk P2K3 sedangkan upaya pencegahan kecelakaan di
lapangan adalah dengan memasang rambu-rambu kecelakaan kerja, perlengkapan pemadam kebakaran,
pemakaian alat pelindung diri (APD), dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan pada pekerja
bangunan proyek Saluran Kwarter Selatan. Kendala pemakaian alat pelindung diri yang umum dijumpai pada
pekerja bangunan PT. Gemahripah Lohjinawi antara lain: tidak leluasa pada waktu bekerja 12 responden atau
25,00%, memberatkan 10 responden atau 20,8% menambah pengeluaran 15 responden atau 31,3%, status
pekerja yang belum berpengalaman 8 responden atau 16,7% serta lokasi kerja yang yang jauh sehingga
enggan membawa APD sebayak 3 responden atau 6,25%. Kemudian untuk pembiayaan upaya pencegahan
kecelakaan kerja ini pihak PT. Gemahripah Lohjinawi juga membayar panitia P2KP dan serta membeli
atribut-atribut K3 guna mencgah kecelakan kerja seperti sarung tangan, sepatu booth, kacamata hitam,
pakaian kerja dan lain-lain menghabiskan biaya total sebesar Rp. 84.641.250. dan mengikutsertakan pekerja
pada jamsostek dengan biaya jaminan sebesar Rp. 2.189.356.

Kata kunci : : Kecelakaan kerja, pencegahan, biaya

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, M Syukur . Perkembangan dan Penerapan studi Implementasi

(action Research and case studies). Temu Kaji Persadi di

Ujung Pandang.

Anderson, E. (1995) “Measuring service quality in a university health

clinicâ€, International Journal of Health Care Quality

Assurance, vol. 8(2), p. 32-37

Bowen, D.E. (1986) “Managing customers as human resources in service

organizations,†Human Resources Management, vol. 25, p.

–383

Bowen, P., Pearl, R., Cattell, K., Hunter, K. & Kelly, J. 2007. The role of

value management in achieving best value in public sector

service delivery in South Africa: A research agenda, Acta

Structilia, 14(2): 58-75.

Brown, T.J., Churchill, G.A. & Peter, J.P. (1993) “Research note:

improving the measurement of service quality,†Journal of

Retailing, vol. 69(1), p.127-39

Brysland, A. & Curry, A. (2001) “Service Improvements in public services

using SERVQUAL,†Managing Service Quality, vol. 11(6), p.

-401

Buku Pegangan Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam

Sistem Jaminan Sosial Nasional. 2013. Kementerian Kesehatan

Republik Indonesia.

Buku Saku FAQ ( Fr e qu e nt l y As k e d Qu e s t i on s ) BPJS Kesehatan, pdf.

Burhan Bungin, (2003)., Analisis Data Penelitian Kualitatif, Raja Grafindo

Persada, Jakarta

Coleman, S., 2004. From service to commons: re-inventing a space for

public communication. In: D. Tambini and J. Cowling, eds.

From public service broadcasting to public service

communications. London: IPPR, 88–99.

Curry, A. 1999. Case studies: Innovation in public service management.

Managing Service Quality, 9(3):180-90.

David Osborne dan Ted Gaebler, (1996) Mewirausahakan Birokrasi, terj.

Abdul Rasyid,Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo,.

David osborne dan Peter Plastrik, (2000), Memangkas Birokrasi: Lima

Strategi Menuju Pemerintahan Wirausaha, terj. Abdul Rasyid

dan Ramelan, Jakarta: PPM.

Dunleavy, P. & Hood, C. (1994). From old public administration to new

public managemen., Public Money and Management, 14(3):9-

Dunn, William.N, (2001). Muhadjir Darwin (Editor). Analisis Kebijakan

Publik, Hanindita Graha Widya. Yogyakarta

Dwivedi, O.P. & William, G. (2011). (ed). Public Administration: State of

the discipline, a historical odyssey, In O.P. Dwivedi, Public

administration in a global context: IASIA at 50. Bruylant

Bruxelles: Group De Boeck:21-52.

Edwards III , George C. , (1980). Implementing Public Policy,

Congressional Quaenterly Press, Washington DC.

Ekowati Retnaningsih, (2013), Akses Layanan Kesehatan, Raja

Grafindopersada, Jakarta.

Flynn, P.O., (2005). Throwing our hard earned cash at public services is no

answer. Daily

Gowan, M., Seymour, J., Ibarreche, S. & Lackey, C. (2001) “Service

quality in a public agency: same expectations but different

perceptions by employees, managers, and customers,†Journal

of Quality Management, vol. 6, p. 275-291

Grindle, Merilee S. ed., (1980), Politics and Policy Implementation in the

Third World, Princeton University Press

Harrison, J. and Wessels, B., (2005). A new public service communication

environment? Public service broadcasting values in the

reconfiguring media. New media & society, 7 (6), 834–853.

Holzer, M. and J. Rabin (1987), “Public Service: Problems,

Professionalism and Policy Recommendationsâ€, Public

Productivity Review, 11(1), pp. 3-13.

Howlett, Michael and M.ramesh. (1995). Studying Public Policy : policy

Cycles and Policy Subsystem. Oxford University Press, Oxford

Jambi Antara News, Masih Ditemui Masalah dalam Penyelenggaraan

BPJSKesehatan,(Online)http://jambi.antaranews.com/berita/3039

/masih-ditemui-masalah-dalam-penyelenggaraan-bpjskesehatan,

Juni

(diakses

Tanggal

September2014).

Janet V. Denhardt dan Robert B. Denhardt, (2002) The New Public Service:

Serving, not Steering, New York: ANSI,.

Manajemen Rumah Sakit.Net, Permasalahan dalam Pelaksanaan JKN,

(Online)http://manajemenrumahsakit.net/2014/01/permasalahan

-dalam-pelaksanaan-jkn/ (diakses Tanggal 10 September 2014).

Mazmanian, Daniel , dan Paul A Sabatier, (eds), (1981)., Effective Policy

Implementation.Lexington,Mass,D.C: Heath

Moleong, Lexy J, (2011), Metodologi Penelitian Kualitatif , PT. Remaja

Rosdakarya. Bandung,.

Muhadjir, Noeng, (1993), Metode Penelitian Kualitatif: telaah Positivistik,

Rasionalistik,mPhenomenologik dan Realisme Metaphisik,

Rake Sarasin, Yogyakarta

Neill, J. (2006). Meta-analysis research methodology.

http://wilderdom.com. Diakses tanggal 22 Juni 2010

Neuman, W. L. (2003). Social research methods, qualitative and

quantitative approaches (5th ). Boston: Pearson Education Inc

Worthen, B. R., & Sanders, J. R. (1973). Educational

evaluation: Theory and practice. Worthington, Ohio: Charles

A. Jones Publishing Company

Osborne, David and Ted GaeMer (1991)., Reinventing Govemment : How

The Entrepreneurial Spirit is Transforming The Public Sector.

New York : Penguin Book.

Osborne, David and Peter Plastrik (1997)., Banishing Bureaucracy : The

Five Strategies For Reinventing Government. New York :

Addison Wesley Publishing. Express. Tuesday, January 4:10.

Parasuraman, A., Zeithaml, Valerie A. & Berry, Leonard.L. (1985), “A

conceptual model of service quality and its implications for

future research,†Journal of Marketing, vol. 49, p. 41-50

Parasuraman, A., Zeithaml, Valerie A. & Berry, Leonard L. (1988),

“SERVQUAL: a multiple-item scale for measuring consumer

perceptions of service quality,†Journal of Retailing, vol. 64(1),

p. 12-40

Parasuraman, A., Zeithaml, Valerie A. & Berry, Leonard L. (1994)

“Reassessment of expectations as a comparison standard in

measuring service quality: implications for further research,â€

Journal of Marketing, vol. 58, January, p.111-124

Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan

Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas

Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan

Kesehatan

Peraturan Presiden No 32 Tahun 2014 Tentang Pengalokasian dan

Pemanfaatan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Tingkat

Pertama (FKTP) Milik Pemerintah dan Dukungan Biaya

Operasional FKTP Milik Pemerintah Daerah.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014

Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan

Nasional.

Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 1 Tahun

Tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan

Peraturan BPJS Kesehatan No.4 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pendaftaran

dan Pembayaran Peserta Perseorangan BPJS

Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 1 Tahun

Tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor

/MENKES/PER/V/2011 tentang Pedoman Pelaksanaan

Program Jaminan Kesehatan Masyarakat,

Perundang-undagan Indonesia, Undang-undang Tentang Badan

Penyelenggara Jaminan Sosial, Undang-undang Nomor 24

Tahun 2011, LN No. 150 Tahun 2004, TLN No. 4456 Internet

Program JKN Bingkungkan Masyarakatâ€, http://www.suarakaryaonline.

com/news.html?id=341915, diakses 21 Januari 2014.

Pollitt, C. and G. Bouckaert (2004), Public Management Reform. A

Comparative Analysis, Oxford University Press, Oxford,

United Kingdom

Subarsono, A.G., (2006)., “Pelayanan Publik Yang Efisien, Responsif, Dan

Non-Partisan†dalam Mewujudkan Good Governance Melalui

Pelayanan Publik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900/2280/SJ. Tanggal 5 Mei

Tentang Petunjuk Teknis Penganggaran, Pelaksanaan dan

Penatausahaan, serta Pertanggungjawaban Dana Kapitasi

Jaminan Kesehatan Nasional pada Fasilitas Kesehatan Tingkat

Pertama Milik Pemerintah Daerah.

Tachjan, (2006)., Implementasi Kebijakan Publik , AIPI, Bandung

The Indonesian Institute, Jurnal Penelitian Berjudul Jaminan Kesehatan

untuk Masyarakat Miskin Kota : Dari Implementasi hingga

Harapan PembangunanKesejahteraan Paska Pilpres 2014, pdf

Tribunnews, “Warga Miskin Ngawi Kesal Ikut Program BPJS Diharuskan

Bayar Iuranâ€,

http://www.tribunnews.com/regional/2014/01/13/warga-miskin,

diakses 15 Januari 2014.

Van Meter ,D.S dan Van Horn, C.E . (1978). The Policy Implementation

Process:A Conceptual Framework. Administration and Society

Winarno, Budi, 2005, Teori dan Proses Kebijakan Publik, MedPress,

Yogyakarta.

Website: www.jkn.kemkes.go.id, Tantangan Penyelenggaraan Jaminan

Kesehatan Nasional di Fasilitas Kesehatan.

www.tempo.com/read/news/2014/03/23/173564668 Jaminan Kesehatan

Nasional belum dipahami.

Yuningsih, Rahmi. (2013). Info Singkat: Permasalahan dalam persiapan

pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional. Jakarta: P3DI Setjen

DPR RI.

Zaeni Asyhadie, (2008)., Aspek-aspek Jaminan Sosial Tenaga Kerja;

rajawali, Jakarta

Zeithaml, Valerie A., Berry, Leonard L. & Parasuraman, A. (1996) “The

behavioral consequences of service quality,†Journal of

Marketing, vol. 60(2), p.31-46

Downloads

Published

2012-06-01

Issue

Section

Articles