ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI PEMBANGUNAN JALAN TEMBUS LAWANG - BATU

Authors

  • Aryo Yudhanto W

DOI:

https://doi.org/10.30996/exp.v8i02.992

Abstract

Indikasi awal permasalahan jalan di ruas jalan Surabaya-Malang-Batu bermula dari gejala kepadatan lalu lintas dari Surabaya menuju Malang hingga Kota Batu dan sebaliknya, yang sudah sangat mengkhawatirkan sebagai akibat pencampuran antara arus lalu lintas lokal dan regional dalam menggunakan jalan Arteri dengan kecenderungan volume yang semakin bertambah sejalan dengan perkembangan wilayah dan peningkatan mobilitas penduduk. Untuk mengantisipasi hal tersebut, ditempuh langkah pengadaan jaringan jalan baru berupa pembangunan jalan tembus dari Lawang menuju Kota Batu dan sebaliknya.  Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kelayakan ekonomi rencana pembangunan jalan tembus lawang-batu, dengan melakukan analisis terhadap Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Tundaan dan Kecelakaan pada kondisi pra dan pasca pembangunan jalan tembus lawang-batu.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil perhitungan perkiraan keuntungan (Benefit) dari Pembangunan Jalan Tembus Lawang Batu dapat diketahui bahwa total keuntungan yang diperoleh hingga akhir proyek adalah sebesar Rp 7.100,55 Milyar. Jumlah tersebut diperoleh dari penghematan Biaya Operasi Kendaraan (BOK) sebesar Rp 3.004,11 Milyar, penghematan terhadap tundaan sebesar Rp 2.967,97 Milyar dan penghematan terhadap kecelakaan sebesar Rp 1.128,47 Milyar, sehingga dari segi keuntungan, rencana Pembangunan Jalan Tembus Lawang – Batu dinyatakan menguntungkan untuk dilaksanakan.  Dari hasil analisa kelayakan ekonomi, Pembangunan Jalan Tembus Lawang – Batu ternyata sangat menunjang perekonomian penduduk yang menghuni kawasan. Dilihat dari sisi finansial yang ditinjau dari kriteria penilaian kelayakan dengan metode  Benefit Cost Ratio (B/C-R) = 7,07 > 1, Nett Present Value (NPV) = Rp 5.363,88 milyar > 0, Internal Rate of Return (IRR) = 23% > 18%, maka dapat diambil kesimpulan bahwa rencana Pembangunan Jalan Tembus Lawang – Batu dinyatakan layak untuk dilaksanakan.

Kata Kunci :   jalan tembus lawang - batu, level of service, panjang antrian kendaraan, travel time, biaya operasional kendaraan, tundaan, kecelakaan, analisis kelayakan ekonomi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Black, J.A. (1981), Urban Transport Planning: Theory and Practice, London, Cromm Helm
Button, J.K., (1993), Transport Economics,2nd Edition, Cambridge University Press, United Kingdom Button, J.K., (1993), Transport Economics, 2nd Edition, Cambridge University Press, United Kingdom
Departemen Pekerjaan Umum, Dirjen Bina Marga, 1988, Standar Perencanaan Geometrik Untuk Jalan Perkotaan, Jakarta.
Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur, 2013, Laporan Teknik Studi Kelayakan Jalan Tembus Lawang – Batu, Surabaya
Kabupaten Pasuruan,2012, KDA (Kecamatan Dalam Angka),Pasuruan
Kodoatie, R.J, dan Roestam Sjarief, Ph.D, 2008, Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu, Edisi Revisi, Yogyakarta : Penerbit Andi.
Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) ITB, (1996), Laporan Akhir Studi Perhitungan Biaya Operasi Kendaraan–PT. Jasa Marga, ITB.
LPKM-ITB, 1997, Modul Pelatihan Perencanaan Sistem Angkutan Umum(Public Transport System Planning), Bandung: LPKM-ITB
Miles, B.B., dan A.M. Huberman, 1992, Analisa Data Kualitatif, UI Press Jakarta
Morlock, Edward K. (1988), Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi, Jakarta : Erlangga
Oglesby, C.H., Hicks, R.G., 1982. Highway Engineering, Fourth Edition, Edisi Indonesia, 1993, Terjemahan Purwo Setianto, Teknik Jalan Raya edisi ke empat, jilid I”, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2006 Tentang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan
Provinsi Jawa Timur, 2012, Provinsi Jawa Timur Dalam Angka,Surabaya
Warpani, Suwardjoko P., 2002, Pengelolaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Jakarta

Downloads

Published

2015-12-20

Issue

Section

Articles