SUBAK DALAM PUSARAN ALIH FUNGSI LAHAN DI KECAMATAN DENPASAR SELATAN KOTA DENPASAR

Authors

  • Gede Wirata Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas NgurahRai
  • Ida Ayu Sri Widnyani Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas NgurahRai

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan implikasi alih fungsi lahan terhadap keberadaan subak di Kecamatan Denpasar Selatan.Perkembangan dunia pariwisata telah membawa perubahan yang luar biasa bagi kehidupan orang Bali.Perkembangan pariwisata membutuhkan sarana dan prasarana pendukung seperti hotel, restoran, pusat perbelanjaan, dan sebagainya.Hal itu kemudian berdampak pada semakin berkurangnya lahan pertanian yang merupakan ranah subak.Situasi ini secara tidak langsung telah menjadi salah satu ancaman bagi keberadaan subak.Ancaman itu bisa dilihat dari implikasi alih fungsi lahan terhadap keberadaan subak di Kecamatan Denpasar Selatan.Implikasi yang ditimbulkan bisa dilihat dari tiga aspek yaitu aspek infrastruktur yang bisa dilihat secara nyata terlah terjadi pengurangan jumlah sawah yang merupakan aset subak.Kedua perubahan struktur sosial yaitu berkurangnya jumlah krama subak. Ketiga, suprastruktur melemahnya ikatan denganPura subak dari pengempon Pura Ulundanu menjadi tidak sehingga saat ini diserahkan ke desa pakraman. Temuan menarik yang ada dalam kajian ini adalah masih dipertahankannya Pura Ulundanu sebagai representasi Dewi Sri yang merupakan dewi kesuburan, ini membuktikan bahwa masyarakat di sana masih memiliki trust yang kuat sehingga mereka menjadikan hal tersebut sebagai suatu yang wajar untuk tetap dilaksanakan walaupun mereka tidak memiliki tanah dan menjadi anggota subak. Kata kunci: alih fungsi lahan, implikasi, subak

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, N. H., Lee Ping, L., Wahab, E., & Shamsuddin, A. (2014). Perception on training and employee innovativeness: An evidence from small firms. ICMIT 2014 - 2014 IEEE International Conference on Management of Innovation and Technology, 76–80. https://doi.org/10.1109/ICMIT.2014.6942404

Agarwal, U. A. (2014). Linking justice, trust and innovative work behaviour to work engagement. Personnel Review, 43(1), 41–73. https://doi.org/10.1108/PR-02-2012-0019

Bauer, W., Hämmerle, M., Schlund, S., & Vocke, C. (2015). Transforming to a Hyper-connected Society and Economy – Towards an “Industry 4.0.” Procedia Manufacturing. https://doi.org/10.1016/j.promfg.2015.07.200

Batool T, Noureen G., & Ayuob Z. (2020). Relating learner empowerment with learner self-regulation learning in Higher Education. Review of Economics and Development Studies. https://doi.org/10.26710/reads.v5i4.903

Brooks, C. F., & Young, S. L. (2011). Are choice-making opportunities needed in the classroom ? Using self- determination theory to consider student motivation and learner empowerment. International Journal of Teaching and Learning in Higher Education.

Chang, S. J., Van Witteloostuijn, A., & Eden, L. (2010). From the Editors: Common method variance in international business research. In Journal of International Business Studies. https://doi.org/10.1057/jibs.2009.88

Cornell University, INSEAD, and WIPO (2020). The global innovation index 2020: Who will finance innovation?. Ithaca, Fontainebleau, and Geneva

Craft, A. (2005). Creativity in schools: Tensions and dilemmas. Creativity in Schools: Tensions and dilemmas, January 2005, 1–192. https://doi.org/10.4324/9780203357965

Davis, K. A., & Amelink, C. T. (2016). Exploring differences in perceived innovative thinking skills between first year and upperclassmen engineers. Proceedings - Frontiers in Education Conference, FIE. https://doi.org/10.1109/FIE.2016.7757369

Elliott AC, W. W. (2007). Statistical analysis quick reference guidebook with SPSS examples. In London: Sage Publications.

Etikariena, A. (2019). Perbedaan perilaku kerja inovatif berdasarkan karakteristik individu karyawan. Jurnal Psikologi, 17(2), 107. https://doi.org/10.14710/jp.17.2.107-118

Etikariena, A. (2017). Analisis efek mediasi identitas keorganisasian dan kesiapan karyawan untuk berinovasi pada hubungan antara ingatan keorganisasian dan perilaku kerja inovatif (Disertasi doktoral, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia tidak diterbitkan). Diperoleh dari http://lib.ui.ac.id/detail?id=20446751&lokasi=lokal#parentHorizontalTab2

Etikariena, A., & Muluk, H. (2014). Correlation between organizational memory and innovative work behavior. Makara Human Behavior Studies in Asia, 18(2), 77. https://doi.org/10.7454/mssh.v18i2.3463

Ferrari, A., Cachia, R., & Punie, Y. (2009). Innovation and creativity in education and training in the EU member states: Fostering creative learning and supporting innovative teaching. Technical Note, 52374.

Frymier, A. B., Shulman, G. M., & Houser, M. (1996). The development of a learner empowerment measure. Communication Education, 45(3), 37–41. https://doi.org/10.1080/03634529609379048

Wiana, Ketut. 2007. Tri Hita Karana Menurut Konsep Hindu.Surabaya: Paramita.

Downloads

Published

2021-04-09