KEWENANGAN PENERBITAN AKTA PERCERAIAN BAGI YANG BERAGAMA ISLAM

Authors

  • Saikho As'ali

DOI:

https://doi.org/10.30996/mk.v0i0.1607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kewenangan Penerbitan Akta Perceraian Bagi Yang Beragama Islam yang hingga saat ini Pengadilan Agama masih menerbitkan Akta Perceraian tersebut dengan berdasarkan Pasal 84 ayat (4) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagai Instansi Pelaksana Administrasi Kependudukan dengan berdasarkan Pasal 40 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Temuan yang diperoleh dari penelitian ini adalah Kewenangan Pengadilan Agama dalam menerbitkan Akta Perceraian tidak sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan. Hal tersebut dikarenakan oleh beberapa faktor mulai dari faktor kewenangan Perngadilan Agama yang hanya terbatas pada hal “memeriksa, mengadili, dan memutus perkara†dan asas Lex specialis derogat legi generali yang memberikan ketentuan bahwa Undang-Undang yang bersifat khusus (lex specialis) mengesampingkan hukum yang bersifat umum (lex generalis) yang dalam hal ini adalah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 yang merupakan Undang-Undang yang semestinya mengatur tentang hal yang berkaitan dengan ketentuan perkara perdata tertentu, sementara UU No. 23 Tahun 2006 merupakan UU yang lebih khusus mengatur tentang Adimistrasi Kependudukan, termasuk Akta Perceraian, dan Kewenangan Peneribitan Akta Perceraian adalah berada pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Hal tersebut didasarkan pada kewenangan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagai Instansi Pelaksana Administrasi Kependudukan seperti yang terurai secara jelas dan tegas dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dengan kewenangan yang diperoleh secara mandat dari Pemerintah Kabupaten/Kota yang dalam hal ini adalah Bupati/Wali Kota.

Kata kunci: kewenangan, akta perceraian

Downloads

Download data is not yet available.

References

Argyle, M, 2001. The Psychology of Happiness. New York: Routledge

Anderson, M.A. (2006). The Relationship among Resiliance, Forgiveness, and Anger Expression in Adolescents. Maine: The University of Maine

Chaplin, L.N., Baston, W., & Lowrey, T.M. (2010). Beyond brands: Happy adolescents see the good in people. The Journal of Positive Psychology, 5(5), 342-354.

Darmawan, R.A, D. N. F. (2016). Hubungan Self-forgiveness dengan Resiliensi Pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) Pada Dewasa Muda di Denpasar-Bali angkatan 2012-2016. Skripsi. Program Studi Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana: Salatiga.

Departemen Sosial Republik Indonesia. (2004). Acuan Umum Pelayanan Sosial. Anak di panti sosial asuhan anak. Jakarta: Departemen Sosial RI

Diponegoro, A.M., Mulyono. (2015). Faktor-Faktor Psikologis yang Memengaruhi Kebahagiaan Pada Lanjut Usia Suku Jawa di Klaten. Psikopedagogia Universitas Ahmad Dahlan. Vol 4 No 1.

Diponegoro, M.A. (2013). Peran Religiusitas Islami dan Kesejahteraan Subjektif Terhadap Pemaafan Remaja Siswa Madrasah Aliyah Negeri III Yogyakarta.Psikopedagogia Jurnal Bimbingan dan Konseling. Vol 2,No 1.

Eldeleklioglu, J. (2015). Predictive Effects of Subjective Happiness, Forgiveness, and

Rumination on Life Satisfaction. Social Behavior and Personality, 43(9, 1563

doi: 10.2224/spb.2015.43.9.1563

Maltby, J., Day, L., & Barber, L. (2005). Forgiveness and happiness. The different context of forgiveness using the distinction between hedonic and eudaimonic happiness. Journal of Happiness Studies,6, 1-13. doi: 10.1007/s10902-004- 0924-9

Maharani, D. (2015). Tingkat Kebahagiaan (Happiness) Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta. Skripsi. Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Bimbingan dan Konseling Univeristas Negeri Yogyakarta.

McCullough, M. E. (2000). Forgiveness as Human Strength: Theory, measurement, and links to well-being. Journal of Social and Clinical Psychology, 19,43-55.

McCullough ME., Root, LM., and Cohen, AD. (2006). Writing About the Benefits of an Interpersonal Transgression Facilitates Forgiveness. Journal of Consulting and Clinical Psychology 2006, Vol. 74, No. 5, 887–89. doi: 10.1037/0022-006X.74.5.887.

Papalia, D.E., Old, S.W., & Feldman, R.D. (2008). Human Development (Psikologi Perkembangan). Jakarta: Kencana Predana Media Grup.

Prabowo, D. (2016, November). Mensos kembali deklarasikan Indonesia bebas anak jalanan. Diunduh dari:

https://nasional.kompas.com/read/2016/11/27/09421611/mensos.kembali.deklar

asikan.indonesia.bebas.anak.jalanan.2017

Rahmawati, P. A. (2015). Hubungan Antara Kepercayaan dan Keterbukaan Diri Terhadap Orang Tua dengan Perilaku Memaafkan Pada Remaja yang Mengalami Keluarga Broken Home di SMKN 3 &SMKN 5 Samarinda. Ejournal Psikologi, 3(1) 2015:395-406.

Downloads

Issue

Section

Articles