PENEGAKAN HUKUM TERHADAP HAK CIPTA DALAM BIDANG INDUSTRI KREATIF DI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

Authors

  • Zainul Amin

DOI:

https://doi.org/10.30996/mk.v0i0.1609

Abstract

Penegakan hukum hak cipta belum dilakukan secara maksimal sesuai Pasal 113 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 266, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5599). Oleh karenanya, penulis meneliti penegakan hukum terhadap hak cipta dalam bidang industri kreatif di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dapat diselesaikan dengan penelitian hukum normatif. Penulis menyimpulkan bahwa kurangnya penegakan hukum sanksi pidana terhadap pelanggaran hak cipta dalam bidang industri kreatif, oleh pengadilan terdakwa dijatuhi hukuman ringan, sehingga tidak mempunyai efek jera. Saran yaitu dengan melalui penyuluhan, seminar, lomba karya ilmiah, Wahana Musik Indonesia dan Sentral Lisensi Musik Indonesia sebagai lembaga manajemen kolektif harus bertindak aktif dan peneliti selanjutnya meneliti Kepolisian Republik Indonesia.

Kata kunci: penegakan hukum, hak cipta, industri kreatif Indonesia

Downloads

Download data is not yet available.

References

Argyle, M, 2001. The Psychology of Happiness. New York: Routledge

Anderson, M.A. (2006). The Relationship among Resiliance, Forgiveness, and Anger Expression in Adolescents. Maine: The University of Maine

Chaplin, L.N., Baston, W., & Lowrey, T.M. (2010). Beyond brands: Happy adolescents see the good in people. The Journal of Positive Psychology, 5(5), 342-354.

Darmawan, R.A, D. N. F. (2016). Hubungan Self-forgiveness dengan Resiliensi Pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) Pada Dewasa Muda di Denpasar-Bali angkatan 2012-2016. Skripsi. Program Studi Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana: Salatiga.

Departemen Sosial Republik Indonesia. (2004). Acuan Umum Pelayanan Sosial. Anak di panti sosial asuhan anak. Jakarta: Departemen Sosial RI

Diponegoro, A.M., Mulyono. (2015). Faktor-Faktor Psikologis yang Memengaruhi Kebahagiaan Pada Lanjut Usia Suku Jawa di Klaten. Psikopedagogia Universitas Ahmad Dahlan. Vol 4 No 1.

Diponegoro, M.A. (2013). Peran Religiusitas Islami dan Kesejahteraan Subjektif Terhadap Pemaafan Remaja Siswa Madrasah Aliyah Negeri III Yogyakarta.Psikopedagogia Jurnal Bimbingan dan Konseling. Vol 2,No 1.

Eldeleklioglu, J. (2015). Predictive Effects of Subjective Happiness, Forgiveness, and

Rumination on Life Satisfaction. Social Behavior and Personality, 43(9, 1563

doi: 10.2224/spb.2015.43.9.1563

Maltby, J., Day, L., & Barber, L. (2005). Forgiveness and happiness. The different context of forgiveness using the distinction between hedonic and eudaimonic happiness. Journal of Happiness Studies,6, 1-13. doi: 10.1007/s10902-004- 0924-9

Maharani, D. (2015). Tingkat Kebahagiaan (Happiness) Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta. Skripsi. Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Bimbingan dan Konseling Univeristas Negeri Yogyakarta.

McCullough, M. E. (2000). Forgiveness as Human Strength: Theory, measurement, and links to well-being. Journal of Social and Clinical Psychology, 19,43-55.

Downloads

Additional Files

Published

2025-10-25

Issue

Section

Articles