PELAKU PERSEKUSI DAN TINDAKAN MAIN HAKIM SENDIRI
DOI:
https://doi.org/10.30996/mk.v0i0.1784Abstract
Akhir-akhir ini kita terhentak dengan pemberitaan di media, baik media online maupun konvensional, yaitu tentang maraknya tindakan persekusi, Dalam bahasa Inggris, persekusi disebut dengan persecution yang memiliki makna “hostility and ill-treatment, especially because of race or political or religious beliefsâ€. Secara sederhana, dapat digambarkan bahwa tindakan persekusi dimulai dengan tindakan mengidentifikasi, mencari dan mengeksekusi pelaku yang diduga melakukan tindak pidana berdasarkan alasan di atas, atau dengan kata lain, bahwa persekusi adalah tindakan untuk menghakimi tanpa melalui proses/prosedur yang seharusnya, yang dalam hukum pidana disebut dengan tindakan main hakim sendiri (eigenrechting). Harus diakui bahwa antara persekusi dan tindakan main hakim sendiri, memiliki dimensi yang berbeda, namun ketika dilihat dari cara yang dilakukan penulis meyakini bahwa tindakan persekusi merupakan tindakan main hakim sendiri ataupun kalou tidak, persekusi merupakan bentuk baru dari main hakim sendiri (eingerechting). Dengan demikian, baik tindakan persekusi dan tindakan main hakim sendiri merupakan tindak pidana, sehingga setiap pelaku perbuatan tersebut sudah pasti dapat diancam dengan saksi pidana.
Kata kunci: pertanggungjwaban pidana, persekusi, tindakan main hakim sendiri
Downloads
References
Antika, R.R. (2014). Upaya Meningkatkan Kemandirian Belajar Matematika Siswa Dengan Menggunakan Model Discovery Learning Di Man 3 Yogyakarta. Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya II (KNPMP II) Universitas Muhammadiyah Surakarta
Artanti, F., & Lestari, T.K (2017). Upaya Meningkatkan Kemandirian Belajar Matematika Siswa Dengan Menggunakan Model Discovery Learning Di Man 3 Yogyakarta. Prosiding
Azwar, S. (2008). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
Hadi, S. (2000). Metode Penelitian. Jakarta: Rineke Cipta
Hurlock, E. B. (1998). Perkembangan Anak Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga
Meyer, B. et al. (2008). What is independent learning and what are the benefits for students. London: Department for Children, Schools and Families Research Report 051, 2008
Mujiman, Haris. (2006). Belajar Mandiri. Yogyakarta: Pustaka Belajar
Nasir, M. (1999). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia
Saefullah, A., Siahaan, P., & Sari, I.M. (2013). Hubungan Antara Sikap Kemandirian Belajar Dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X Pada Pembelajaran Fisika Berbasis Portofolio. Jurnal Wahana Pendidikan Fisika 1, 26-36
Singarimbun, M., & Effendi, S. (1991). Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES
Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Winarsunu, Tulus. (2006). Statistik dalam Penelitian Psikologi dan Pendidikan (edisi revisi). Malang: UMM Press
Teguh Prasetyo, 2010, Hukum Pidana, Jilid II, Jakarta, Rajawali Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with Mimbar Keadilan agree to the following terms:
- Authors transfer the copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.. that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access)








