PELAKU PERSEKUSI DAN TINDAKAN MAIN HAKIM SENDIRI

Authors

  • Nur Pujayanti Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Harry Soeskandi Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.30996/mk.v0i0.1784

Abstract

Akhir-akhir ini kita terhentak dengan pemberitaan di media, baik media online maupun konvensional, yaitu tentang maraknya tindakan persekusi, Dalam bahasa Inggris, persekusi disebut dengan persecution yang memiliki makna “hostility and ill-treatment, especially because of race or political or religious beliefsâ€. Secara sederhana, dapat digambarkan bahwa tindakan persekusi dimulai dengan tindakan mengidentifikasi, mencari dan mengeksekusi pelaku yang diduga melakukan tindak pidana berdasarkan alasan di atas, atau dengan kata lain, bahwa persekusi adalah tindakan untuk menghakimi tanpa melalui proses/prosedur yang seharusnya, yang dalam hukum pidana disebut dengan tindakan main hakim sendiri (eigenrechting). Harus diakui bahwa antara persekusi dan tindakan main hakim sendiri, memiliki dimensi yang berbeda, namun ketika dilihat dari cara yang dilakukan penulis meyakini bahwa tindakan persekusi merupakan tindakan main hakim sendiri ataupun kalou tidak, persekusi merupakan bentuk baru dari main hakim sendiri (eingerechting). Dengan demikian, baik tindakan persekusi dan tindakan main hakim sendiri merupakan tindak pidana, sehingga setiap pelaku perbuatan tersebut sudah pasti dapat diancam dengan saksi pidana.

Kata kunci: pertanggungjwaban pidana, persekusi, tindakan main hakim sendiri

Downloads

Download data is not yet available.

References

Antika, R.R. (2014). Upaya Meningkatkan Kemandirian Belajar Matematika Siswa Dengan Menggunakan Model Discovery Learning Di Man 3 Yogyakarta. Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya II (KNPMP II) Universitas Muhammadiyah Surakarta

Artanti, F., & Lestari, T.K (2017). Upaya Meningkatkan Kemandirian Belajar Matematika Siswa Dengan Menggunakan Model Discovery Learning Di Man 3 Yogyakarta. Prosiding

Azwar, S. (2008). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

Hadi, S. (2000). Metode Penelitian. Jakarta: Rineke Cipta

Hurlock, E. B. (1998). Perkembangan Anak Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga

Meyer, B. et al. (2008). What is independent learning and what are the benefits for students. London: Department for Children, Schools and Families Research Report 051, 2008

Mujiman, Haris. (2006). Belajar Mandiri. Yogyakarta: Pustaka Belajar

Nasir, M. (1999). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia

Saefullah, A., Siahaan, P., & Sari, I.M. (2013). Hubungan Antara Sikap Kemandirian Belajar Dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X Pada Pembelajaran Fisika Berbasis Portofolio. Jurnal Wahana Pendidikan Fisika 1, 26-36

Singarimbun, M., & Effendi, S. (1991). Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Winarsunu, Tulus. (2006). Statistik dalam Penelitian Psikologi dan Pendidikan (edisi revisi). Malang: UMM Press

Teguh Prasetyo, 2010, Hukum Pidana, Jilid II, Jakarta, Rajawali Press.

Downloads

Published

2018-08-01