IMPLEMENTASI NILAI PANCASILA DALAM MENEKAN RADIKALISME AGAMA

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30996/mk.v13i2.3934

Keywords:

Pancasila, kekerasan, radikalisme

Abstract

Abstract

The purpose of this study is to assess the upholding of Pancasila values in suppressing radicalism. At present,  there is no firmness in the values of Pancasila in the life of the nation and state. The implementation of Pancasila values in the society, community, state, and national life is a must because Pancasila is the ideology and the way of life of the nation. Pancasila values are always relevant as a guidelines and guidance for policymakers and problem-solving in the life of the nation and state affairs. However, at this time the implementation of the values of Pancasila in people's lives is increasingly eroded due to the lack of public understanding of the meaning and meaning of the values of Pancasila which have the belief in the Almighty, Fair and Civilized Humanity and Social Justice. The lack of public understanding of the values of Pancasila has resulted in acts of violence, injustice, harassment, ill-treatment, and other radical acts. Therefore the need for special action from the government to provide socialization of the values of the Pancasila so that people can better understand the meaning of the values of the Pancasila to create a harmonious, peaceful and peaceful life.

Keywords: Pancasila; radicalism; violence

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai penegakkan nilai-nilai Pancasila dalam menekan tindakan radikalisme. Saat ini tidak terlihat ketegasan dalam penerapan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa penerapan pancasila merupakan suatu keharusan karena merupakan cita-cita bangsa. Nilai-nilai pancasila selalu relevan dalam fungsinya memberikan pedoman bagi pengambil kebijaksanaan dan pemecahan masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena pancasila bersifat sebagai ideologi terbuka. Akan tetapi pada pada saat ini implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat semakin terkikis karena minimnya pemahaman masyarakat tentang makna dan arti dari nilai-nilai pancasila yang berketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Adil dan Beradab dan Keadilan Sosial. Minimnya pemahaman masyarakat tentang nilai-nilai Pancasila banyak mengakibatkan terjadinya tindakan kekerasan, ketidakadilan, pelecehan, penganiayaan dan tindakan radikal yang menjadikan agama sebagai alasan untuk melakukan tindakan kekerasan. Oleh karena itu perlunya dilakukan tindakan khusus dari pemerintah untuk memberikan penekanan dan sosialisasi nilai-nilai Pancasila agar masyarakat bisa lebih memahami arti dari nilai-nilai Pancasila tersebu serta dapat terciptanya kehidupan yang rukun, damai dan tentram.

Kata kunci: Pancasila; kekerasan; radikalisme

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Aqil Teguh Fathani, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Pascasarjana

Eko Priyo Purnomo, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Jusuf Kalla School Of Government

References

Abrar, A.N. 2017. Jurnalisme Bisnis untuk membangkitkan nalar dan naluri bisnis. Gajah Mada University: Yogyakarta.

Budiarto, R, et al. 2015. Pengembangan UMKM antara Konseptual dan Pengalaman Praktis. Gajah Mada University: Yogyakarta

Eka.R. 2018. Pengembangan Bisnis untuk startup (bagian1). Dailysocial. https://dailysocial.id/post/pengembangan-bisnis-untuk-startup-bagian-1/ diakses pada tanggal 1 juli 2019

Pemkab Humas. 2018. Bupati Gresik ingin UMKM di gresik dapat berdaya saing. https://gresikkab.go.id/berita/bupati_gresik_ingin_umkm_di_gresik_dapat_berdaya_saing diakses pada tanggal 14 Agustus 2019

Tambunan, T.T.H. 2008b. Masalah Pengembangan UMKM di Indonesia, sebuah upaya mencari jalan alternatif. Makalah Forum Keadilan Ekonomi, Institute For Global Justice

Fenton, Adam J., ‘Faith, Intolerance, Violence and Bigotry: Legal and Constitutional Issues of Freedom of Religion in Indonesia’, Journal of Indonesian Islam, 10.2 (2016), 181–212 <https://doi.org/10.15642/JIIS.2016.10.2.181-212>.

Gumelar, Michael Sega, ‘Pemarginalan Terstruktur: Implikasi Sila “Ketuhanan Yang Maha Esa” Dari Pancasila Terhadap Sila Lainnya’, An1mage Jurnal Studi Kultural, 3.1 (2018), 6–12.

Hilmy, Masdar, ‘Radikalisme Agama Dan Politik Demokrasi Di Indonesia Pasca-Orde Baru’, MIQOT: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 39.2 (2015), 407–25 <https://doi.org/10.30821/m-iqot.v39i2.33>.

Hufron, Hufron, and Hajjatulloh Hajjatulloh, ‘Aktualisasi Negara Hukum Pancasila Dalam Memberantas Komunisme Di Indonesia’, Mimbar Keadilan, 13.1 (2020), 60–71 .

Ilmar, Anwr, ‘RADIKALISME GERAKAN BERBASIS ETNIS : KASUS ORGANISASI PAPUA MERDEKA’, IJPA-The Indonesian Journal of Public Administration, 3.2 (2017), 72–87.

Kaelan, Kaelan, Pendidikan Pancasila (Yogyakarta: Paradigma, 2000).

Laksono, Leonard Bayu, ‘Pendidikan Kewarganegaraan Mengusung Pancasila Sebagai Kon-sensus Sosial, Kontrak Sosial, Dan Social Imaginary’, Integralistik, 30.2 (2019), 150–61 <https://doi.org/10.15294/integralistik.v30i2.20876>.

Manggalatung, A Salman, ‘Pancasila Tidak Bertentangan Dengan Agama’, Hukum Dan Keadilan, 1.9 (2017), 89–90 <https://doi.org/10.15408/sd.v2i2.2815.Alfan>.

Michael, Tomy, ‘Pergerakan Fakultas Hukum Dalam Dimensi Tri Dharma (Modernitas Dan Ortodoks)’, Prosiding Call For Paper Dan Pengabdian Masyarakat Dalam Rangka Dies Natalis Ke-60 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, 2018, 6.

Mufid, Fathul, ‘Radikalisme Islam Dalam Perspektif Epistemologi’, Jurnal Addin, 10.1 (2016), 61–82 <https://doi.org/10.30603/au.v16i2.159>.

Mulyono, Mulyono, ‘Pancasila Sebagai Orthodoksi Dan Orthopraksis Dalam Kehidupan Ber-bangsa Dan Bernegara’, Humanika, 23.2 (2016), 40 <https://doi.org/10.14710/humanik-a.v23i2.13644>.

Muslimin, Husein, ‘Tantangan Terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Dan Dasar Negara Pasca Reformasi’, Jurnal Cakrawala Hukum, 7.1 (2016), 30–38 <https://doi.org/10.26905/idjch-.v7i1.1791>.

Purnomo, Agus, Ideologi Kekerasan : Argumentasi Teologis-Sosial Radikalisme Islam (STAIN Pono-rogo Press, 2009).

Qodir, Zuly, Radikalisme Agama Dalam Kajian Sosiologi, Sosiologi Reflektif (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014), IX.

Rijal, Syamsu, ‘Radikalisme Kaum Muda Islam Terdidik Di Makassar’, Al-Qalam, 23.2 (2017), 335–45 <https://doi.org/10.31969/alq.v23i2.434>.

Ritaudin, M. Sidi, ‘Radikalisme Negara Dan Kekuasaan Perspektif Politik Global’, Kalam, 8.2 (2014), 389 <https://doi.org/10.24042/klm.v8i2.302>.

Satriawan, Iwan, Muhammad Nur Islami, and Tanto Lailam, ‘Pencegahan Gerakan Radika-lisme Melalui Penanaman Ideologi Pancasila Dan Budaya Sadar Konstitusi Berbasis Komunitas’, Jurnal Surya Masyarakat, 1.2 (2019), 99–110 <https://doi.org/10.26714/js-m.1.2.2019.99-110>.

Soelistyo, Liem Tony Dwi, ‘Dasar Negara: Hubungan Pancasila, Marhaenisme, Marxisme Dan Kapitalisme’, Mimbar Keadilan, 12.1 (2019), 133–37 <https://doi.org/10.30996/mk.v12-i1.2172>.

Subekti, Slamet, ‘Pemaknaan Humanisme Pancasila Dalam Rangka Penguatan Karakter Bangsa Menghadapi Globalisasi’, Majalah Ilmiah Masalah-Masalah Kehumanioraan, 17.1 (2013) <https://doi.org/10.14710/humanika.17.1>.

Subhan, M., ‘Perlindungan Hukum Bagi Penganut Ideologi Komunisme/Marxisme-Leni-nisme Di Indonesia’, Mimbar Keadilan, 12.2 (2019), 138 <https://doi.org/10.309-96/mk.v12i2.2385>.

Wibisono, Adhe Nuansa, ‘Kelompok Abu Sayyaf Dan Radikalisme Di Filipina Selatan : Analisis Organisasi Terorisme Asia Tenggara’, Ilmu Ushuluddin, 3.1 (2014), 119–32.

Downloads

Additional Files

Published

2020-07-15