IMAGINING INDONESIA IN LEILA S. CHUDORI’S PULANG AND AGAM WISPI’S PULANG: AN INTERTEXTUALANALYSIS
DOI:
https://doi.org/10.30996/parafrase.v16i01.676Abstract
Abstract. Menjadi seorang exile dan kerinduan akan tanah air adalah tema yang di-ekspose oleh dua penulis yaitu, Agam Wispi dan Leila S. Chudori. Karena alas an politik Agam Wispi harus meninggalkan negara asalnya yaitu Indonesia dan hidup sebagai seorang eksil. Kerinduan akan tanah airnya diungkapkan dalam puisinya yang berjudul Pulang. Novel Leila S. Chudori yang berjudul Pulang, juga bercerita tentangkehidupan seorang eksil yang bernama Dimas Suryo. Latar belakang Pulang dimulai pada tahun 1965 dan berakhir pada tahun 1998. Dimas Suryo, dan rekan-rekannya yang menghadiri konferensi wartawan di Santiago, Chili, pada saat terjadiperistiwa G 30 S tidak bias pulang karena paspor mereka dicabut dan mereka tidak bisa kembali ke Indonesia. Pindah dari Cile ke Kuba kemudian ke China, akhirnya berakhir menetap di Paris di mana mereka membuka restoran. Meskipun dipisahkan oleh jarak yang jauh dari tanah air mereka, kerinduan mereka untuk berhubungan dengan Indonesia adalah kunci dari novel tersebut.Tulisan ini mengeksplorasi hubungan intertekstual antara Pulang karya Agam Wispi dan Pulang karya Leila S.Chudori. Dengan menggunakan teoriinterteks yang diekspose oleh Roland Barthes dan Rifatterre, makalah ini berupaya untuk melihat bagaimana Pulang karyaAgam Wispi, seorang penulis eksil Indonesia, memiliki persamaan dan perbedaan dengan Pulang karya Leila S. Chudori, seorang penulis wanita Indonesia yang terkenal pada saat ini.
Keywords: intertextuality, exiles
Downloads
References
Anaci, P. 2014. Program Rembug Sahabat bagi
Fasilitator Sebaya dalam
Pencegahan Bullying . Tesis :
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah
Mada.
Argo, W. Perilaku Bullying diyinjau dari
Harga Diri dan Pemahaman Moral anak
: IKIP PGRI Semarang.
De Vito, J.A. The Interpesonal Communic
ation Book. Seventh Edition. New
York: Harper Collins College
Publisher; 1995.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors publishing in the Journal will be asked to sign a Copyright Assignment Form. In signing the form, it is assumed that authors have obtained permission to use any copyrighted or previously published material. All authors must read and agree to the conditions outlined in the form, and must sign the form or agree that the corresponding author can sign on their behalf. Articles cannot be published until a signed form has been received.It is a condition of publication that authors assign copyright or license the publication rights in their articles, including abstracts, to email jurnalparafrase@untag-sby.ac.id. . This enables us to ensure full copyright protection and to disseminate the article, and of course the Journal to the widest possible readership in print and electronic formats as appropriate.













