PENINGKATAN KESADARAN POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT MASYARAKAT DESA PLUNTURAN MELALUI PENYEDIAAN SANITASI UNTUK MENUNJANG TERWUJUDNYA DESA WISATA BUDAYA

Authors

  • Aris Heri Andriawan Teknik Elektro, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Gede Sarya Teknik Sipil, Universitas 17 Agusttus 1945 Surabaya
  • Gilang Ramadhan Mahasiswa Teknik Sipil, Universitas 17 Agusttus 1945 Surabaya

Abstract

Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo merupakan wilayah yang memiliki berbagai produk budaya salah satunya yang mendunia adalah Reyog. Reyog Ponorogo sudah di pentaskan di berbagai negara seperti : Thailand, Jerman, Belanda, Amerika Serikat, Korea Selatan dan lain-lain. Selain tampil di berbagai negara aktivitas kesenian masyarakat Desa Plunturan diwujudkan dalam bentuk gebyar reyog pada tanggal 11 dan 25 setiap bulan dan gebyar budaya setiap bulan per tahun. Dari kegiatan ini muncul ikon Plunturan Desa Wisata Budaya. Beberapa permasalahnnya yang dihadapi oleh mitra untuk menyongsong kunjungan wisatawan dan adalah: (1). Infra struktur yang kurang layak untuk menjadi desa wisata budaya. Utamanya sarana hospitality (home stay) dengan sanitasi standar, (2). Tingkat pendidikan yang masih rendah, (3). Kurang pengetahuan masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat sebagai kesiapan masyarakat dalam menerima wistawan sebagai desa wisata budaya. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah dengan “Peningkatan kesadaran dan kesiapan masyarakat desa Plunturan dalam menyongsong para wisatawan”, diantaranya dengan kegiatan: (1). Penyuluhan tentang “Kesadaran masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat (PHBS), (2). Penyuluhan Kesiapan masyarakat dari sisi kebersihan lingkungan, sebagai bentuk peran masyarakat menuju desa wisata budaya, (3). Dibangunnya infrastruktur sanitasi standar (closed duduk) pada percontohan home stay / penginapan untuk tamu wisatawan. Kata kunci : Wisata budaya, sanitasi standar, home stay

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adhiningtyas, C., Astuti, P., & Astrika, L. (2015). Peran Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah Dalam Penanganan Maladministrasi Pelayanan Publik. Journal of Politic and Government Studies, 5(4), 271–280.

Afriansyah, E. A. (2016). Penggunaan software ATLAS. ti sebagai alat bantu proses analisis data kualitatif. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 5(2), 53–63.

Anwar, K. (2018). Urgensi Penerapan Manajemen Konflik Dalam Organisasi Pendidikan. Al-Fikri: Jurnal Studi Dan Penelitian Pendidikan Islam, 1(2), 31–38.

Astaman, N., Putra, Wahyono, H., & Wardoyo, C. (2016). Internalisasi nilai-nilai pendidikan. Jurnal Pendidikan : Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 1(11), 2189–2193.

Cahyadi, R. (2016). Inovasi kualitas pelayanan publik pemerintah daerah. Fiat Justicia Jurnal Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Lampung, 10(3), 569–586.

Haliq, A., Makawi, U., & Normajatun, N. (2017). Analisis Kasus Mal Administrasi Di Ombudsman Ri Perwakilan Kalimantan Selatan Tahun 2013-2015. AS-SIYASAH: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 2(1).

Hardiyansyah, H. (2018). Kualitas Pelayanan Publik: Konsep, Dimensi, Indikator dan Implementasinya. Gava Media.

Ibrahim, Y., Idris, J., & Usman, N. (2012). Manajemen Konflik Dalam Peningkatan Produktivitas Di Akademi Kebidanan Muhammadiyah Banda Aceh. Jurnal Administrasi Pendidikan: Program Pascasarjana Unsyiah, 1(1).

Klau, L. (2016). Faktor-faktor yang menghambat Kualitas Kinerja Pelayanan Publik di Kantor Pertanahan Kabupaten Ngada. Universitas Terbuka.

Latifah, M. (2016). Responsivitas Lembaga Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Timur Dalam Menangani Keluhan Masyarakat. Publika, 4(5).

Mahendra, G. K., & Pribadi, U. (2016). Efektivitas Pelaksanaan Pelayanan Pengaduan Masyarakat Berbasis E-Government. Journal of Governance and Public Policy, 1(1).

Muspawi, M. (2014). Manajemen Konflik (Upaya Penyelesaian Konflik Dalam Organisasi). Jambi University.

Ombudsman RI Perwakilan Jawa Timur. (2018). Kualitas Layanan Publik Jatim Menurun.

Pradima, A. (2013). Alternatif Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Luar Pengadilan. DiH: Jurnal Ilmu Hukum, 9(17).

Rahim, M. A. (2001). Managing conflict in organizations. London: Qourum Books.

Ratminto, A. S. W. (2005). Manajemen pelayanan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Republik Indonesia. Undang-undang nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia. , (2008).

Republik Indonesia. Peraturan Ombudsman Republik Indonesia No 26 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Penerimaan, Pemeriksaan dan Penyelesaian Laporan. , (2017).

Safitri, R., & Burhan, O. K. (2013). Gaya Manajemen Konflik Dan Kepribadian: Conflict Management Styles And Personality. Psikologia: Journal Pemikirian Dan Penelitian Psikologi, 8(2), 39–49.

Sentanu, I. G. E. P. S. (2015). Increasing Trust in Local Government Financial Management and Building Integrity: Efforts Reform in Indonesia. Public Policy and Administration Research, 5(3), 206–213. Retrieved from http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.1022.3380&rep=rep1&type=pdf

Sinambela, L. (2011). Reformasi Pelayanan Publik: Teori, Kebijakan dan Implementasi. Jakarta: Bumi Aksara.

Soekanto, S. (2012). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Solechan, S. (2018). Memahami Peran Ombudsman Sebagai Badan Pengawas Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Indonesia. Administrative Law & Governance Journal, 1(1), 67–89.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukardi. (2016). Penangan Konflik Sosial dengan Pendekatan Keadilan Restoratif. Jurnal Hukum & Pembangunan, 46(1), 70–89.

Tirtariandi, Y. E. A. (2018). Peran Ombudsman Dalam Penyelesaian Kasus Pengaduan Pelayanan Publik. Jurnal Administrasi Pembangunan, 4(2), 115–124.

Triyono. (2019). Pengawasan dan implikasi hukum rekomendasi ombudsman dalam penyelenggaraan pelayanan publik studi kasus Jalan Jatibaru Tanah Abang Jakarta. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Wicaksono, A., & Suranto, S. (2016). Optimalisasi Kinerja Lembaga Ombudsman Daerah Istimewa Yogyakarta Dalam Penyadaran Hak Masyarakat Atas Pelayanan Publik. Journal of Governance and Public Policy, 1(1).

Winardi, J. (2007). Manajemen Konflik (Konflik Perubahan dan Pengembangan). Bandung: Bandar Maju.

Yin, R. K. (2008). Case Study Research: Design and Methods (Applied Soical Research Methods). Illinois: Sage Publications.

Yoman, M., Pratiknjo, M. H., & Tasik, F. (2016). Kualitas Sumber Daya Aparatur dalam Mencapai Tujuan Pembangunan di Distrik Yamo, Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua. Jurnal Administrasi Publik, 3(400).

Downloads

Published

2021-04-13