STUDI EKSPERIMEN PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI PADA PERMEABILITAS BETON

Authors

  • Tri Tini Irma Universitas Islam Lamongan
  • Zulfikar Lubis Universitas Islam Lamongan

DOI:

https://doi.org/10.30996/extrapolasi.v18i2.6016

Keywords:

Eksperimental, Permeabilitas, RHA

Abstract

Abstrak

Beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi aggregat dan pengikat semen. Bentuk paling umum dari beton adalah beton semen Portland, yang terdiri dari agregat mineral (biasanya kerikil dan pasir), semen dan air. Penerapan beton ini sebagai trotoar, lahan parkir, drainase lapangan dan taman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai permeabilitas pada beton saat ditambahkan abu sekam padi. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen di laboratorium, dengan menambahkan bahan tambahan abu sekam padi sebagai campuran beton dengan varian tambahan 0%, 5%, 10%, dan 25%, dengan umur beton 28 hari. Benda uji yang digunakan pada masing-masing varian adalah 3 benda uji beton silinder berukuran 15x30 cm.
Hasil percobaan menunjukkan nilai permeabilitas beton tembus air dengan varian
0%, 5%, 10%, dan 25%, pada pengujian 28 hari berturut-turut 0,1685 mm/detik,
0,1679 mm/detik, 0,1692 mm/detik. , 0,1676 mm / dtk. Hasil percobaan menunjukkan bahwa beton tembus air mencapai permeabilitas yang ditargetkan hanya pada varian 25%, dan penggunaannya direkomendasikan untuk perkerasan normal dan memenuhi syarat sebagai struktur ringan seperti trotoar, tempat parkir, lapangan
dan drainase taman.

Abstract

Concrete is a composite building material made from a combination of aggregate and cement binder. The most common form of concrete is Portland cement concrete, which consists of mineral aggregate (usually gravel and sand), cement and water. The application of this concrete as sidewalks, parking lots, field drainage and gardens. This study aims to determine the value of permeability in concrete when rice husk ash is added. The research was conducted using experimental methods in the laboratory, by adding additional material of rice husk ash as a concrete mixture with additional variants of 0%, 5%, 10%, and 25%, with a concrete age of 28 days. The specimens used in each variant were 3 cylindrical concrete specimens measuring 15x30 cm.

The experimental results show the permeability of water-permeable concrete with variants of 0%, 5%, 10%, and 25%, on 28 consecutive days of testing 0.1685 mm/second, 0.1679 mm/second, 0.1692 mm/second . , 0.1676 mm/s. The experimental results show that the permeable concrete reaches the targeted permeability only at the 25% variant, and its use is recommended for normal pavements and qualifies as light structures such as sidewalks, parking lots, fields and garden drainage.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Tri Tini Irma, Universitas Islam Lamongan

Civil Engineering

Zulfikar Lubis, Universitas Islam Lamongan

Civil Engineering

References

Desa, (online), (https://id.m.wikipedia.org/wiki/Desa) diakses 29 Maret 2021

Dimensikualitas pelayanan,(online), (https://tesisdisertasi.blogspot.com/2010/07/dimensi-kualitas-pelayanan.html), diakses 29 Maret 2021.

George R. Terry, Prinsip-Prinsip Manajemen (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2013), 19.

Hayat, Manajemen Pelayanan Publik, (Jakarta: Rajawali Pers, 2017), 8-9.

HidayatFauzul,ManajemenPelayananPublik,(online), (https://radarkepri.com/manajemen-pelayanan-publik/) di akses 28 Maret 2021.

Joni Suwarno, “Kualitas Pelayanan Pemerintahan Desa (Studi Pelayanan KTP dan KK di Desa Teluk Kepayang Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu). Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan Lokal, Volume I Edisi 2, Juli-Desember 2012, 184.

Manajemenpelayananpublik,(online),(http://perpustakaan.kasn.go.id/index.php?p=show_detail&id=67&keywords=) diakses 28 Maret 2021

Pelayananpublik,(online),(https://pnkaranganyar.go.id/main/index.php/berita/artikel/973-pelayananpublik#:~:text=Pelayanan%20publik%20adalah%20kegiatan%20atau,pelayanan%20publik%20yaitu%20setiap%20institusi) diakses 29 Maret 2021

Perlunya Manajemen Pelayanan Publik dalam Pemerintahan,(online), (https://www.umy.ac.id/perlunya-manajemen-pelayanan-publikdalampemerintahan.html), diakses 28 Maret 2021

R. M. Brooks, “SOIL STABILIZATION WITH FLYASH AND RICE HUSK,” vol. 1, no. 3, 2009.

G. A. Habeeb and M. M. Fayyadh, “Rice Husk Ash Concrete : the Effect of RHA Average Particle Size on Mechanical Properties and Drying Shrinkage,” vol. 3, no. 3, pp. 1616–1622, 2009.

H. Ash, “A Study on High Performance Fine-Grained Concrete Containing Rice,” vol. 8, no. 4, pp. 301–307, 2014, doi: 10.1007/s40069-014-0078-z.

D. Nurtanto, M. F. Kustantiyo, N. M. Utami, and H. Suyoso, “Pengaruh Substitusi Semen dengan Limbah Pertanian Pada Beton Ringan Struktural,” J. Sci. Technol., vol. 13, no. 2, pp. 112–117, 2020.

S. D. Nagrale, H. Hajare, and P. R. Modak, “Utilization Of Rice Husk Ash,” vol. 2, no. 4, pp. 1–5, 2012.

. Bakri, “Komponen Kimia Dan Fisik Abu Sekam Padi Sebagai Scm Untuk Pembuatan Komposit Semen,” Perennial, vol. 5, no. 1, p. 9, 2009, doi: 10.24259/perennial.v5i1.184.

V. Kanthe, S. Deo, and M. Murmu, “Combine Use of Fly Ash and Rice Husk Ash in Concrete to Improve its Properties,” vol. 31, no. 7, pp. 1012–1019, 2018.

E. Rommel, Y. Wahyudi, and R. Dharmawan, “Tinjauan Permeabilitas Dan Absorbsi Beton Dengan Menggunakan Bahan Fly Ashsebagai Cementitious,” J. Media Tek. Sipil, vol. 13, no. 2, pp. 141–145, 2016, doi: 10.22219/jmts.v13i2.2559.

Downloads

Published

2021-12-15

Issue

Section

Articles