ALTERNATIF PENERAPAN METODE CRASH PROGRAM PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PASCA SARJANA STTAL KOBANGDIKAL SURABAYA
DOI:
https://doi.org/10.30996/exp.v8i01.973Abstract
Percepatan waktu pelaksanaan pekerjaan (crashing) adalah cara mempersingkat waktu dari aktivitas pekerjaan dengan menambah sumber daya dan biaya langsung yang harus ditetapkan aktivitas mana dan berapa besar aktivitas tersebut. Sebagai owner TNI-AL ingin mempercepat pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Gedung Pasca Sarjana STTAL Kobangdikal Surabaya agar gedung segera digunakan sebelum berakhirnya masa kontrak. Perubahan jadwal ini tentu akan membawa pengaruh terhadap biaya secara umum, maka yang perlu di lakukan menghitung kembali berapa sisa waktu dan biaya akibat percepatan pekerjaan. Sedangkan tujuan penelitian ini untuk mengetahui waktu dan besarnya biaya percepatan pekerjaan proyek. Mempercepat waktu (crash duration) penyelesaian proyek adalah suatu usaha penyelesaian proyek lebih awal dari waktu penyelesaian dalam keadaan normal. Dengan diadakannya percepatan proyek akan terjadi pengurangan durasi kegiatan yang akan diadakan crash program. Project crashing dilakukan agar pekerjaan selesai dengan pertukaran silang waktu dan biaya dan dengan menambah jumlah shift kerja, jumlah jam kerja, jumlah ketersediaan bahan, serta memakai peralatan yang lebih produktif. Salah satu metode yang digunakan untuk critical part method (CPM) adalah suatu metode dengan menggunakan diagram anak panah untuk menentukan lintasan kritis.            Untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Gedung Pasca Sarjana STTAL Kobangdikal Surabaya yang harus dilakukan membuat net work planning guna mengidentifikasi jalur kritis yang selanjutnya menghitung kurun waktu yang dipersingkat (crash duration) dan biaya tambahan pekerja (crash cost) serta cost slope masing-masing pekerjaan. Dari hasil penelitian proyek pembangunan Gedung Pasca Sarjana STTAL Surabaya, dengan menambah 1 jam pekerjaan lembur maka dapat mempercepat waktu 5 hari, 2 jam mempercepat waktu 19 hari, 3 jam mempercepat waktu 40 hari, 4 jam mempercepat waktu 66 hari. Besarnya biaya akibat penambahan 1 jam pekerjaan lembur Rp. 1.028.541,12-, 2 jam sebesar Rp. 10.049.229,91-, 3 jam  sebesar Rp. 39.255.118,01-, 4 jam sebesar Rp. 118.253.391,57-.
Kata kunci : Percepatan waktu pekerjaan (crash program)
Â
Downloads
References
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V,
Fly Over Pasar Kembang
Surabaya. Surabaya.
Kangari, R. 1995. Risk Management
Perceptions and Trends of U.S.
Construction. Journal of Construction
Engineering and Management. ASCE.
Kementrian Pekerjaan Umum, 2011.
Kebijakan Pemerintah Tentang K3.
PERMEN PU NO: 09/PRT/M/2008, 1
Juli 2008, Jakarta
Kerzner, H. 2001. Project Management.
Seventh Edition. John Wiley & Sons,
Inc. New York.
Miftah, Aulia, 2012. Analisis Implementasi
OHSAS 18001:2007 Pada Pt. X Di
Bandung, Jawa Barat (Studi Kasus
Bagian Environment & Safety Dalam
Penanganan Terhadap Kontraktor).
Program Sarjana Alih Jenis Manajemen
Fakultas Ekonomi Dan Manajemen,
Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Pemerintah Republik Indonesia (1997).
Dasar-dasar K3 Konstruksi. Menteri
Tenaga Kerja PERMEN Nomor : PER
– 05/MEN/1999, Jakarta
Rahayu, P.H. 2001. Asuransi Contractor’s All
Risk sebagai Alternatif Pengalihan
Risiko Proyek Dalam Industri
Konstruksi Indonesia. Seminar
Nasional
Ramli, Soehatman, 2010. Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
HSAS 18001. PT. Dian Rakyat, Jakarta.
Rohmansyah, 2009. Studi Implementasi
Ohsas 18001:1999 Pada Galangan
Kapal Berskala Menengah Di
Surabaya. Jurusan Teknik Perkapalan,
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya, Surabaya.
Singarimbun, Masri, 1987. Metode Penelitian
Survei, LP3ES, Jakarta.
Supranto, J, 1998. Teknik Sampling :Untuk
Survei dan Eksperimen, PT. Rineka
Cipta, Jakarta.
Yulianti, Indah, 2006. Implementasi Sistem
Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (Smk3) Dengan
Standar Ohsas 18001 Di PT. Bina
Guna Kimia (An Fmc Joint Venture
Company) Ungaran. Jurusan Teknik
Sipil, Universitas Diponegoro,
Semarang.
www.balai5.net/berita/237.html
www/irqa.co.uk, 2005. Product and Service /
Health / OHSAS 18001
www.google-map.com
Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya 106
Extrapolasi Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya
Juli 2013, Vol. 06, No. 01, hal 91 - 107
http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/910857
http://library.binus.ac.id/eColls/eThesis/Bab2/
-2-00491-SI-Bab%202.pdf
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with Extrapolasi agree to the following terms:
- Authors transfer the copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.. that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access)







