Dukungan Sosial terhadap Psychological Well-Being Mahasiswa dari Keluarga Bercerai
Keywords:
Dukungan Sosial, Psychological Well-BeingAbstract
Abstract
Students from divorced families are a vulnerable group prone to a decline in psychological well-being due to emotional and social instability within the family. This study aims to investigate the relationship between social support and psychological well-being among students from divorced families. A quantitative approach using a correlational method was chosen for this study. The sample consisted of 335 students from the University of 17 August 1945 Surabaya aged 18–25 years, selected using purposive sampling. The instrument used was a questionnaire that had undergone a series of validity and reliability checks. Data were analyzed using Pearson's correlation test. The results showed a positive and significant relationship between social support and psychological well-being (r = 0.870; p < 0.05). The findings indicate that the higher the level of social support received by students, the higher their psychological well-being. This study emphasizes the importance of social support as a protective factor in maintaining the psychological balance of students from divorced families, and serves as a basis for developing contextual interventions in higher education settings.
Keywords: Social Support; Psychological Well-Being
Abstrak
Mahasiswa dari keluarga bercerai merupakan kelompok rentan terhadap penurunan psychological well-being akibat ketidakstabilan emosional dan sosial dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan dukungan sosial dengan psychological well-being pada mahasiswa yang berasal dari keluarga bercerai. Pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dipilih pada penelitian ini. Sampel sejumlah 335 mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya berusia 18–25 tahun, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang dipakai adalah kuesioner yang telah melalui serangkaian alur validitas serta reliabilitas dengan baik. Data dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial dan psychological well-being (r = 0,870; p < 0,05). Temuan menunjukkan semakin tinggi dukungan sosial yang diterima mahasiswa, semakin tinggi pula tingkat psychological well-being yang dimiliki. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan sosial sebagai faktor pelindung dalam menjaga keseimbangan psikologis mahasiswa dari keluarga bercerai, serta menjadi dasar pengembangan intervensi yang kontekstual di lingkungan pendidikan tinggi.
Kata kunci: Dukungan Sosial; Psychological Well-Being
Downloads
References
Aulia, P. R., & Prabowo, A. (2023). Kesejahteraan psikologis dan mekanisme pertahanan pada anak dengan orang tua bercerai. Cognicia, 11(2), 125–132. https://doi.org/10.22219/cognicia.v11i2.28512
Delia, P. R. (2023). Hubungan Harga Diri (Self Esteem) dengan Kesejahteraan Psikologis (Psychological Well–Being) Pada Remaja Madya yang Berasal dari Keluarga Broken Home di Sma N 1 Tembilahan Kota. (skripsi tidak diterbitkan). Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Eva, N., Shanti, P., Hidayah, N., & Bisri, M. (2020). Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa dengan Religiusitas sebagai Moderator. Jurnal Kajian Bimbingan Dan Konseling, 5(3), 122–131. https://doi.org/10.17977/um001v5i32020p122
Fachrina, F., & Maihasni, M. (2025). Social Support for Post- Divorce Role Readjustment. International Journal of Indonesian Society and Culture, 17(1), 14–24. https://doi.org/10.15294/komunitas.v17i1.7895
Hussein, A. A., Sachit, A. A., & Essa, H. S. (2025). Assessing the psychological well-being among adolescent and children. Wiad Lek, 78(1), 130–135. https://doi.org/10.36740/WLek/197184.
Kurniasari, E., Rusmana, N., & Budiman, N. (2019). Gambaran umum kesejahteraan psikologis mahasiswa. Journal of Innovative Counseling : Theory, Practice & Research, 3(2), 52–58. http://journal.umtas.ac.id/index.php/innovative_counseling
Kurniawan, S. R., & Eva, N. (2020). Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Kesejahteraan Psikologis pada Mahasiswa Rantau. Prosiding Seminar Nasional Dan Call Paper, 1(1), 152–162. https://conference.um.ac.id/index.php/psi/article/view/28.
Maylinda, R. N. (2024). Efektivitas Pelatihan Resiliensi Terhadap Stres Akademik dan Psychological Well-Being pada Remaja dari Keluarga Bercerai di Pondok Pesantren Bahrul Uluum Al-Kamal Kisaran. (tesis tidak diterbitkan). Program Pascasarjana, Universitas Medan Area.
Octaviani, F., & Nurwati, N. (2020). Dampak pernikahan usia dini terhadap perceraian di Indonesia. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS, 2(2), 33–52. https://journal.unpas.ac.id/index.php/humanitas/article/view/2820.
Pribadi, B. M., & Ambarwati, K. D. (2023). Psychological well-being pada remaja akhir korban perceraian orang tua di kabupaten pati. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(2), 14889–14901. https://j-innovative.org/index.php/Innovative%0Ahttp://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/2139
Putri, A., & Aviani, Y. I. (2024). Hubungan Dukungan Sosial Dengan Psychological Well-Being Pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Kota Bukittinggi. Edu Sociata ( Jurnal Pendidikan Sosiologi ), 7(2), 11–16. https://doi.org/10.33627/es.v7i2.2455
Rahmadani, N. (2022). Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Psychological Well-Being pada Siswa MTs Negeri 2 Medan. (skripsi tidak diterbitkan). Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Medan.
Ramadhani, T., Djunaedi, D., & Sismiati S., A. (2016). Kesejahteraan psikologis (psychological well-being) siswa yang orangtuanya bercerai. Insight: Jurnal Bimbingan Konseling, 5(1), 108. https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/insight/article/view/1638 .
Riada, M. R. (2023). Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Psychological Well- Being Mahasiswa Perantau di Masa Pandemi Covid-19. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(5), 3344–3350. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i5.2014
Ryff, C. D. (1995). Psychological Well-Being in Adult Life. Current Directions in Psychological Science, 4(4), 99–104. https://doi.org/10.1111/1467-8721.ep10772395
Sabbilla, A., & Subroto, U. (2024). Penyesuaian Diri Mahasiswa Perantau Dengan Latar Belakang Perceraian Orangtua. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri, 10(04), 308–327. http://117.74.115.107/index.php/jemasi/article/view/537
Safitri, M. T., & Kusdiyati, S. (2024). Pengaruh Self-Esteem terhadap Psychological Well-Being Siswa SMA dengan Orang Tua Bercerai. Bandung Conference Series: Psychology Science, 4(1), 584–589. https://doi.org/10.29313/bcsps.v4i1.10150
Sarafino, E. P. (2008). Health Psychology: Biopsychosocial Interactions (Sixth Edit). USA: The College of New Jersey.
Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2014). Health psychology: Biopsychosocial interactions. New York: John Wiley & Sons.
Steinberg, L. (2013). Adolescence (10th ed.). New York: McGraw-Hill Higher Education.
Veronika, N., Chairy Azhar, P., & Sugma, A. R. (2022). Dampak Psikologi Pada Anak. JBS (Jurnal Berbasis Sosial), 3(1), 30–37. https://jurnal.stkipalmaksum.ac.id/index.php/jbs/article/view/274.
Widiyastuti, & Hardita, K. (2024). Familial Social Support and Psychological Well-being among Indonesian University Students. Journal of Islamic and Muhammadiyah Studies, 6(1), 1–7. https://doi.org/10.21070/jims.v6i1.1597
Yenita, S. (2022). Gambaran Psychological Well Being pada Dewasa Awal Yang Berstatus Janda di Kenagarian Air Bangis. Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development, 4(2), 150–155. https://doi.org/10.38035/rrj.v4i2.451
