Kecenderungan Perilaku Bullying pada Remaja: Bagaimana Peranan Konsep Diri dan Regulasi Emosi?

Authors

  • Novi Anggraeni Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Dyan Evita Santi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Rahma Kusumandari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Keywords:

adolescents, bullying behavior, emotion regulation, self-concept

Abstract

Abstract

This study aims to examine the relationship between self-concept and emotion regulation with bullying tendencies in adolescents. The research used a quantitative method with a correlational approach. The subjects were junior high school students aged 12–15 years. The sampling technique used was quota sampling. The instruments used were the self-concept scale, emotion regulation scale, and bullying tendency scale, which were developed based on relevant theories. Data analysis was conducted using multiple regression to determine both simultaneous and partial relationships among variables. The results showed a significant relationship between self-concept and emotion regulation with bullying tendencies. The study concluded that adolescents with negative self-concept and maladaptive emotion regulation tend to show higher tendencies toward bullying behavior. This research is expected to contribute to the development of bullying prevention programs by taking into account adolescents' psychological aspects.

Keywords: adolescents; bullying behavior; emotion regulation; self-concept;

 

Abstrak

Perilaku bullying merupakan tindakan agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang oleh seseorang atau kelompok terhadap individu yang dianggap lebih lemah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan regulasi emosi dengan kecenderungan perilaku bullying pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan jumlah responden sebanyak 301 siswa, yang dipilih menggunakan teknik kuota sampling. Skala penelitian meliputi skala konsep diri yang diadaptasi dari Goni dkk. (2011) dengan nilai cronbach alpha 0,976, skala regulasi emosi yang merujuk pada Thompson (1994) dengan nilai cronbach alpha 0,975, serta skala perilaku bullying yang merujuk pada Solberg dan Olweus (2003) dengan nilai cronbach alpha 0,978, yang keseluruhannya menunjukkan kualitas psikometri yang baik. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara konsep diri dan regulasi emosi dengan kecenderungan perilaku bullying pada remaja. Temuan ini menunjukkan bahwa remaja dengan konsep diri negatif dan regulasi emosi yang tidak adaptif lebih berpotensi untuk terlibat dalam perilaku bullying. Oleh karena itu, kedua variabel tersebut dapat menjadi prediktor terhadap kecenderungan bullying pada remaja.

Kata kunci: konsep diri; perilaku bullying;regulasi emosi; remaja

Downloads

Download data is not yet available.

References

Astuti, P. R. (2008). Meredam Bullying 3 Cara Efektif Mengatasi Kekerasan pada Anak. PT.Grasindo.

Aulina, N. (2019). Konsep Diri, Kematangan Emosi, dan Perilaku Bullying pada Remaja. 7(4), 434–445. http://ejournal.umm.ac.id/index.php/cognicia

Cowie, H., Jennifer, D., & Jennifer, A. W. (2008). New Perspectives on Bullying. www.xpp-web-services.co.uk

Escortell, R., Delgado, B., & Martínez-Monteagudo, M. C. (2020). Cybervictimization, Self-Concept, Aggressiveness, and School Anxiety in School Children: A Structural Equations Analysis. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(19), 7000. https://doi.org/10.3390/IJERPH17197000

Fikri, Z. (2025, March 20). Ada 64 Aduan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Tulungagung Tahun 2024, Mayoritas Adalah Kekerasan Fisik. Radar Tulungagung.

Firmansyah, R. S., & Puteri, M. R. (2024). Hubungan konsep diri dengan perilaku bullying pada remaja di Desa Sangkanmulya Kecamatan Cigandamekar. Journal of Nursing Practice and Education, 4(2), 265–270. https://doi.org/10.34305/jnpe.v4i2.1009

Georgiou, S. N., Charalambous, K., & Stavrinides, P. (2021). The mediating effects of adolescents’ internalizing and externalizing problems on the relationship between emotion regulation, mindfulness and bullying/victimization at school. School Psychology International. https://doi.org/10.1177/01430343211035420

Goni, E., M, J., Axpe, I., & Goni, A. (2011). International Journal of Psychology and Psychological Therapy. Structure of the Personal Self-Concept (PSC) Questionnaire International Journal of Psychology and Psychological Therapy, 11(3), 509–522. http://www.redalyc.org/articulo.oa?id=56019881006

Gutiérrez-Cobo, M. J., Megías-Robles, A., Gómez-Leal, R., Cabello, R., & Fernández-Berrocal, P. (2023). Emotion regulation strategies and aggression in youngsters: The mediating role of negative affect. Heliyon, 9(3). https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e14048

Hasmawati, H., Suarni, W., & Sriwaty, I. (2023). Regulasi Emosi Terhadap Perilaku Agresif Remaja Laki-Laki. Jurnal Sublimapsi, 4(2), 275–282. https://doi.org/10.36709/sublimapsi.v4i2.34759

Herlidanara, A. J., Suroso, & Arifiana, I. Y. (2023). Perilaku Bullying Remaja: Bagaimana Peran Regulasi Emosi? Jiwa: Jurnal Psikologi Indonesia, 2, 455–461. https://doi.org/https://doi.org/10.30996/jiwa.v1i2.9941

Hurlock, E. B. (1990). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Erlangga.

Latif, K., & Kusnanto, K. (2022). Hubungan Antara Kelekatan Orang Tua dan Konsep Diri dengan Perilaku Bullying Siswa SMP Negeri 28 Semarang. Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application.

Manurung, Y., Riyanti, G., Silalahi, B., As, I., & Esther, R. (2018). Perilaku Bulliying Ditinjau Dari Konsep Diri Pada Siswa/siswi SMP Parulian 3 Medan. Jurnal Psychomutiara, 2(1), 1–16.

Prasetio, N., Daud, M., & Hamid, A. N. (2021). Hubungan Regulasi Emosi Dengan Bullying Pada Siswa Kelas XII SMA Negeri 2 Makassar. JIVA: Journal of Behavior and Mental Health E, 2(1), 144–154. https://news.detik.com

Ratz, C. J., & Roemer, L. (2019). Difficulties with emotion regulation predict depressive and anxiety symptoms: A transdiagnostic model of emotional dysregulation. Child and Adolescent Mental Health, 6(3), 40–55.

Sari, A. P., Sukiatni, D. S., & Rina, A. P. (2024). Perilaku Bullying pada remaja kelas XI SMAN 21 Surabaya: Bagaimana Kecenderungan Pola Asuh Otoriter dan Regulasi Emosi? JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia, 2(2). https://doi.org/10.30996/JIWA.V2I2.10550

Shavelson, R. J., Hubner, J. J., & Stanton, G. C. (1976). Self-Concept: Validation of Construct Interpretations. 46(3)(3), 407–441.

Solberg, E. mona, & olweus. (2003). Prevalence estimation of school bullying with the olweus bully/victim questionnaire. Aggresive Behaviors, 29, 239–268. https://doi.org/https://doi.org/10.1002/ab.10047

Sutton, J., Smith, P. K., & Swettenham, J. (1999). Bullying and “theory of mind”: A critique of the “social skills deficit” view of anti-social behaviour. Social Development, 8(1), 117–127. https://doi.org/10.1111/1467-9507.00083

Thompson, R. A. (1994). Emotion Regulation: A Theme In Search Of Definition.

Thompson, R. A., & Gross, J. J. (2007). Emotion Regulation: Conceptual Foundations In Handbook of emotion regulation. Guilford Press. https://www.researchgate.net/publication/303248970

Wahyudi, U., & Burnamajaya, B. (2020). Konsep Diri dan Ketidakberdayaan Berhubungan dengan Risiko Bunuh Diri pada Remaja yang Mengalami Bullying. Jurnal Keperawatan Jiwa.

Downloads

Published

2026-04-19

Issue

Section

Articles